Sriwijaya FC Lakukan Perombakan Pelatih, Budi Sudarsono Diganti Iwan Setiawan
Manajemen Sriwijaya FC secara resmi mengumumkan perubahan di kursi kepelatihan tim berjuluk Laskar Wong Kito. Keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap performa tim di Championship 2025/2026. Budi Sudarsono, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih, harus mengakhiri kontraknya. Sebagai gantinya, Sriwijaya FC menunjuk sosok yang tidak asing lagi di kancah sepak bola Indonesia, Iwan Setiawan.
Penunjukan Budi Sudarsono sebagai pelatih Sriwijaya FC terbilang cukup singkat. Ia diangkat pada 21 Oktober dan melakoni debutnya sebagai pelatih pada 25 Oktober 2025. Selama masa kepelatihannya, Budi Sudarsono memimpin Sriwijaya FC dalam 12 pertandingan. Namun, rekor yang ditorehkan jauh dari kata memuaskan. Dari 12 laga tersebut, Sriwijaya FC hanya mampu meraih sekali hasil imbang, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.
Salah satu kekalahan yang paling mencolok adalah saat Sriwijaya FC takluk dengan skor telak 0-15 dari Adhyaksa FC, yang sekaligus mencatatkan diri sebagai kekalahan terbesar musim ini. Secara keseluruhan, dalam 12 pertandingan di bawah asuhan Budi Sudarsono, Sriwijaya FC hanya mampu mencetak tujuh gol, namun harus kebobolan sebanyak 56 kali. Raihan ini tentu saja tidak sesuai dengan ekspektasi manajemen maupun para pendukung klub.
Evaluasi Menyeluruh dan Kebutuhan Penyegaran
Menyikapi situasi yang kurang menguntungkan tersebut, manajemen Sriwijaya FC memutuskan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Anggoro Prajesta, Direktur Olahraga Sriwijaya FC, membenarkan adanya keputusan untuk mengakhiri kontrak Budi Sudarsono. Menurutnya, klub membutuhkan adanya penyegaran di lini kepelatihan demi memperbaiki performa tim.
“Hasil evaluasi manajemen pastinya,” ujar Anggoro Prajesta. “Perlu penyegaran, tanpa melupakan efisiensi yang sedang dilakukan.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keputusan tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek efisiensi operasional klub yang sedang digalakkan.
Anggoro Prajesta menambahkan bahwa proses pengakhiran kontrak dengan Budi Sudarsono sedang dalam tahap pembahasan. Keputusan ini diambil setelah melalui kalkulasi dan pertimbangan matang dari pihak manajemen. Ia berharap dengan adanya perubahan ini, Sriwijaya FC dapat tampil lebih baik di sisa kompetisi dan tidak lagi menjadi tim yang mudah dikalahkan oleh lawan.
“Semua sudah dikalkulasi agar tim bisa bertahan dan tidak menjadi bulan-bulanan,” pungkas Anggoro. Harapan besar disematkan pada pelatih baru agar mampu membawa perubahan positif dan mengembalikan marwah Sriwijaya FC di kompetisi.
Iwan Setiawan, Sang Pengganti dengan Segudang Pengalaman
Sosok yang dipercaya untuk menggantikan Budi Sudarsono adalah Iwan Setiawan. Pria yang kerap dijuluki “Jose Mourinho-nya Indonesia” ini memiliki rekam jejak yang panjang dan kaya di sepak bola Indonesia. Pengalamannya melatih berbagai tim di Liga Indonesia menjadi nilai tambah yang diharapkan dapat mendongkrak performa Sriwijaya FC.

Iwan Setiawan sebelumnya pernah menjabat sebagai pelatih Persija Jakarta dan juga sempat menangani Tim Nasional U-23 Indonesia. Meskipun ia sendiri menolak label “Jose Mourinho-nya Indonesia”, pengalamannya yang luas dan kemampuannya dalam meracik strategi tim tidak dapat diragukan lagi.
Menariknya, berdasarkan informasi dari laman resmi Transfermarkt, Iwan Setiawan pada per 11 Januari lalu masih tercatat sebagai pelatih Persema Malang. Namun, status tersebut kemungkinan besar akan segera berubah seiring dengan pengumuman resmi dari Sriwijaya FC mengenai penunjukannya sebagai pelatih baru.
Para penggemar Sriwijaya FC tentu memiliki harapan besar terhadap kualitas kepelatihan Iwan Setiawan. Pengalamannya malang melintang di berbagai klub Tanah Air diharapkan dapat memberikan suntikan semangat dan strategi yang jitu bagi Laskar Wong Kito.
Tantangan Baru di Palembang
Penunjukan Iwan Setiawan sebagai nahkoda baru Sriwijaya FC menjadi momen yang patut dinantikan. Akankah kedatangannya menandai era kebangkitan bagi klub asal Palembang ini? Atau justru tim membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk beradaptasi dan kembali ke jalur kemenangan?
Perombakan di kursi pelatih ini merupakan langkah strategis dari manajemen Sriwijaya FC untuk memperbaiki performa tim yang saat ini tengah terpuruk. Dengan pengalaman dan reputasi yang dimiliki Iwan Setiawan, banyak pihak berharap Sriwijaya FC dapat segera bangkit dari keterpurukannya dan kembali menjadi pesaing yang kuat di Championship 2025/2026. Pertandingan-pertandingan selanjutnya akan menjadi pembuktian bagi Iwan Setiawan dan juga Sriwijaya FC di bawah kepelatihan barunya.





