Polemik Harta Warisan Lina Jubaedah: Sule Buka Suara, Bandingkan Teddy dengan Nathalie Holscher
Kasus perebutan harta warisan mendiang Lina Jubaedah kembali memanas, kali ini melibatkan Teddy Pardiyana yang terus berupaya mendapatkan hak atas peninggalan mantan istrinya. Di tengah dinamika ini, komedian Sule tak bisa menahan diri untuk angkat bicara, bahkan secara halus membandingkan Teddy dengan mantan istrinya, Nathalie Holscher, terkait komitmen terhadap anak.
Sule menegaskan bahwa dirinya selalu berkomitmen penuh menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ayah, meskipun ia merasa sudah berupaya memenuhi segala kebutuhan sang putra, Adzam. Perbandingan ini muncul ketika Sule membahas situasi Teddy Pardiyana yang tengah memperjuangkan hak Bintang, anak dari pernikahannya dengan mendiang Lina Jubaedah.
“Kalau Bintang, mikir saja, dia masih sehat, bugar, masak tidak bekerja untuk anak?” ujar Sule saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan. Ia melanjutkan, “Sekarang, ibunya Adzam, dia masih sanggup menghidupi dengan bekerja, tapi saya masih (biayai), karena itu kewajiban, walaupun (Nathalie) sanggup, ya itu anak saya.”
Sule menegaskan bahwa dirinya tidak merasa memiliki tanggung jawab langsung terhadap Bintang, begitu pula Bintang tidak memiliki hak atas hartanya. “Ini (harta saya) bukan haknya. Kalau untuk warisan Bintang, antara Teddy Pardiyana dengan istrinya, dengan saya sudah tidak ada apa-apa,” jelasnya. “Yang dapat warisan saya cuma Adzam. Kalau Bintang itu kebaikan dari kakak-kakaknya kalau sudah gede,” tambahnya.
Meskipun demikian, Sule tidak pernah melarang anak-anaknya untuk membantu Bintang. Ia selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menyayangi Bintang, meskipun mereka memiliki ayah yang berbeda. “Saya tidak pernah melarang mereka memberikan sesuatu pada saudaranya,” imbuh Sule.
Menurut Sule, pembagian harta bawaan mendiang Lina Jubaedah yang didapat selama pernikahan dengan dirinya sudah jelas tercantum dalam surat pernyataan yang ditulis oleh Lina. Harta tersebut hanya diberikan kepada Putri Delina. Sementara itu, uang senilai Rp 5 miliar yang hilang dari rekening Lina, bahkan merupakan uang hasil kerja Rizky Febian.
Terlepas dari semua itu, Sule menyatakan tidak akan menghalangi hak Bintang jika memang ada. Ia menegaskan bahwa segala tindakannya selama ini adalah untuk melindungi anak-anaknya dan hasil kerja kerasnya yang memang ditujukan untuk anak-anaknya kelak. “Tidak masalah kalau misalnya mau menetapkan ahli waris, kan ada hukum Islam. Walaupun pengacara-pengacara, pakar-pakar hukum mengatakan bahwa dia tidak berhak,” tutur Sule. “Tapi kalau misalkan ada penetapan untuk Bintang, tidak masalah kalau memang ada.”
Alasan Sule Akhirnya Buka Suara
Langkah hukum yang ditempuh oleh Teddy Pardiyana membuat Sule merasa terusik. Selama ini, ia memilih untuk diam dan menahan diri, dengan mempertimbangkan berbagai peristiwa di masa lalu. “Saya sudah anteng, sudah diam. Sudahlah, sudah istri hilang, harta apalagi? Lagian begini kalau hasil dari perselingkuhan, tidak dapat apa-apa,” kata Sule dengan nada tegas.
Kejadian ini kembali membuat Sule mempertanyakan niat Teddy menikahi mendiang Lina Jubaedah. Ia juga menyinggung soal uang milik putranya, Rizky Febian, sebesar Rp 5 miliar yang disebut masih tersimpan di rekening Lina dan belum diserahkan, termasuk perhiasan serta surat-surat tanah dan bangunan.
Pembagian Harta Warisan Menurut Sule
- Harta Bawaan Lina dari Pernikahan dengan Sule: Berdasarkan surat pernyataan mendiang Lina, harta ini hanya diberikan kepada Putri Delina.
- Uang Rp 5 Miliar di Rekening Lina: Diperjelas oleh Sule bahwa uang ini adalah hasil kerja Rizky Febian.
- Hak Bintang atas Harta: Sule menyatakan bahwa Bintang tidak memiliki hak atas hartanya. Jika ada hak yang perlu diperjuangkan, hal tersebut seharusnya berkaitan dengan peninggalan Lina Jubaedah, bukan harta Sule.
- Kebaikan dari Kakak-kakak: Sule menyebutkan bahwa segala kebaikan yang diterima Bintang dari dirinya dan anak-anaknya adalah murni bentuk kasih sayang keluarga, bukan kewajiban waris.
Sule berharap agar polemik ini dapat diselesaikan secara bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku, demi ketenangan almarhumah Lina Jubaedah dan kebaikan semua pihak, terutama anak-anak.





