Penyebab Munculnya Api Misterius di Dusun Kasuran
Sebuah tim peneliti gabungan dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta telah melakukan investigasi terhadap fenomena api misterius yang sering terjadi di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kawasan tersebut berada di lahan bekas rawa yang kaya akan material organik, sehingga memiliki potensi untuk menghasilkan gas metana.
Kondisi Geologi dan Lingkungan
Ketua tim penelitian dari Fakultas Teknik UGM, Prof. Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa kondisi geologi dan lingkungan di lokasi menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Menurutnya, material organik yang tersimpan dalam tanah bekas rawa dapat menghasilkan gas metana melalui proses pembusukan alami.
“Dari pengamatan awal, kawasan ini merupakan bekas rawa yang mengandung banyak material organik. Material tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang kemudian kami teliti lebih lanjut melalui pengambilan sampel dan pengujian laboratorium,” ujarnya pada Selasa 2 Juni 2026.
Fenomena Api yang Mengganggu Warga
Fenomena api misterius tersebut terjadi di rumah milik Mutfiana. Sejak kejadian pertama dilaporkan, tercatat sebanyak 73 kali kemunculan api. Dalam satu hari, titik api bahkan bisa muncul hingga 7 hingga 9 kali di berbagai sudut rumah. Banyak barang seperti pakaian, kasur, perabot rumah tangga, hingga bagian bangunan rumah mengalami kerusakan akibat terbakar.
Penelitian yang Dilakukan
Untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, tim gabungan UGM dan UPN Veteran Yogyakarta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa air, saluran limbah, kondisi tanah, sumber air sumur, serta titik-titik yang pernah menjadi lokasi kemunculan api. Sampel air dan tanah juga diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
Pendekatan Multidisiplin
Alva menjelaskan bahwa penelitian dilakukan secara multidisiplin dengan melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai dari teknik geologi, teknik lingkungan, teknik mesin hingga keselamatan kebakaran. Kolaborasi dengan UPN Veteran Yogyakarta dilakukan untuk memperkuat analisis terhadap karakteristik geologi kawasan dan kemungkinan adanya pelepasan gas dari lapisan tanah di sekitar permukiman.
Teori tentang Gas Metana
Sardju Winardi dari Departemen Teknik Geologi UGM menjelaskan bahwa secara teoritis gas metana yang terlarut dalam air maupun terakumulasi di dalam tanah dapat terlepas ke permukaan dan menjadi mudah terbakar dalam kondisi tertentu.
“Metana merupakan gas yang mudah terbakar. Jika terlepas ke udara dan bercampur dengan oksigen dalam konsentrasi yang sesuai serta terdapat sumber pemicu, secara teori gas tersebut dapat menyala. Namun, apakah mekanisme itu yang terjadi di Kasuran masih harus dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut,” jelasnya.
Pemeriksaan Instalasi Listrik
Selain meneliti kemungkinan adanya gas metana, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di rumah warga. Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi gangguan kelistrikan yang dapat menjelaskan kemunculan api secara berulang di berbagai lokasi rumah.
Proses Pengujian Laboratorium
Saat ini sampel air limbah, air pipa, air sumur, serta sampel tanah dari sekitar lokasi masih menjalani pengujian laboratorium. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar bagi tim peneliti untuk memastikan sumber energi yang memicu kemunculan api sekaligus menjelaskan mekanisme terjadinya fenomena tersebut secara ilmiah.
Harapan Tim Peneliti
Tim berharap hasil kajian laboratorium dapat segera memberikan jawaban atas fenomena yang telah meresahkan warga tersebut, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.





