Momen Pilu: Adik Jadi Imam Salat Jenazah Dua Kakak yang Gugur Akibat Kecelakaan Maut
Gorontalo – Suasana haru menyelimuti kediaman duka di Jalan Pangeran Hidayat, atau yang dikenal sebagai Jalan Dua Susun, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Minggu (15/3/2026) pagi. Tangis pecah dari seorang adik ketika ia harus memimpin salat jenazah bagi kedua kakak perempuannya yang telah berpulang selamanya.
Kedua kakak berpulang sebagai korban kecelakaan lalu lintas yang tragis di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa Yessi Sukersi Mustaki (41) dan Fanni Anelsia Mustaki, keduanya merupakan warga Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo.
Yessi Sukersi Mustaki dikenal sebagai seorang guru bahasa Inggris di SMAN 5 Gorontalo, sementara Fanni Anelsia Mustaki menjabat sebagai Pranata Humas bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju Manado untuk mengunjungi ibu mereka dan menikmati liburan, menumpangi mobil dari PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA.
Selain kedua kakak beradik yang meninggal dunia, kecelakaan ini juga mengakibatkan korban luka-luka. Doni Tentero (45), warga Perumahan GPI Dahlia, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, dilaporkan mengalami luka-luka. Pengemudi mobil, Ismail Zees (47), yang berdomisili di Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, juga mengalami cedera.
Prosesi Pemakaman yang Mengharukan
Sejak pagi, rumah duka telah dipadati oleh ratusan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru begitu terasa saat upacara pelepasan jenazah dilaksanakan. Setelah itu, kedua jasad almarhumah dibawa ke depan jalan yang telah ditutup sementara untuk keperluan salat jenazah.
Para pelayat yang memenuhi jalan, berbaris rapat untuk mengikuti salat jenazah kedua kakak beradik tersebut. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan, termasuk keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga masyarakat umum, yang semuanya turut berduka cita.
Momen paling mengharukan terjadi saat salat jenazah dimulai. Sang adik, yang seharusnya berduka dalam diam, justru dipercaya untuk menjadi imam. Namun, di tengah lantunan takbir, air mata tak terbendung lagi. Tangis kecilnya pecah, terdengar di antara ratusan jamaah yang turut menunaikan salat. Rintihan kesedihan itu menjadi saksi betapa dalamnya duka yang dirasakan atas kehilangan dua anggota keluarga sekaligus. Banyak jamaah yang turut terdiam dan larut dalam suasana haru yang menyelimuti prosesi tersebut.
Usai salat jenazah, kedua almarhumah segera dimakamkan di area pemakaman keluarga yang berlokasi tepat di samping rumah duka. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dihadiri oleh para pelayat yang sejak pagi telah hadir.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, juga turut hadir di lokasi pemakaman, menyusul Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang sebelumnya telah bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah.
Detail Kecelakaan: Dua Meninggal, Dua Luka-Luka

Insiden kecelakaan maut ini merenggut nyawa dua orang dan melukai dua lainnya. Mobil yang mereka tumpangi dilaporkan menabrak sebuah rumah makan di Jalan Trans Sulawesi.
Kasat Lantas Polres Minahasa Selatan, Iptu Engelina Yusuf, mengonfirmasi identitas korban meninggal dunia, yaitu Fanni Anelsia Mustaki, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Yessi Sukersi Mustaki, yang juga seorang PNS di Gorontalo.
“Mereka berdua yang meninggal dunia,” ujar Engelina kepada awak media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengemudi mobil, Ismail, mengalami luka berat, sementara seorang penumpang lainnya, Doni, mengalami luka ringan. Para korban saat itu masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Telo Minsel dan belum dijemput oleh keluarga.
Menurut keterangan Iptu Engelina, kecelakaan terjadi ketika mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan Trans Sulawesi, dari arah Gorontalo menuju Kota Manado. Diduga kuat, pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan, yang akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan di Desa Sapa.
“Supir membawa mobil melaju kencang dan hilang kendali,” jelas Engelina melalui pesan singkat.
Warga yang berada di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi para korban menuju rumah sakit terdekat. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk pemeriksaan kondisi kendaraan dan keterangan dari sejumlah saksi.
Iptu Engelina juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi batas kecepatan, dan mengutamakan keselamatan di jalan. “Kami mengingatkan pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan di jalan,” tegasnya.
Video rekaman insiden kecelakaan ini sempat beredar di media sosial pada Sabtu pagi, memperlihatkan kondisi mobil berwarna hitam dengan nomor polisi DM 1195 BA yang ringsek parah setelah keluar dari badan jalan dan menabrak rumah makan.




