
Dua kapal tanker India yang membawa muatan gas elpiji (LPG) telah berhasil menavigasi Selat Hormuz dan kini dalam perjalanan menuju perairan India. Keberhasilan ini memberikan sedikit kelegaan bagi India yang tengah menghadapi krisis pasokan gas rumah tangga yang serius. Krisis ini diperparah oleh ketegangan di kawasan Teluk Persia yang telah mengganggu jalur distribusi vital.
Pejabat Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa kedua kapal negara tersebut telah memperoleh jaminan keamanan untuk melintasi selat yang sangat strategis ini. Namun, situasi di kawasan tersebut masih tetap mengkhawatirkan. Laporan menyebutkan bahwa masih ada sekitar dua puluh dua kapal lain yang berbendera India masih tertahan di Teluk Persia.
Kapal-Kapal India yang Masih Tertahan
Dari kapal-kapal yang masih tertahan tersebut, rinciannya adalah sebagai berikut:
* Enam kapal pengangkut gas elpiji (LPG).
* Satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG).
* Empat kapal tanker minyak mentah.
Urgensi Pasokan Gas Elpiji bagi India
India sangat bergantung pada pasokan gas elpiji untuk berbagai keperluan. Gas ini tidak hanya vital untuk kebutuhan memasak di rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan bakar penting dalam proses industri, termasuk sebagai bahan baku utama dalam produksi plastik di sektor petrokimia.
Penting untuk dipahami bahwa India merupakan importir gas elpiji terbesar kedua di dunia. Mayoritas pasokan gas elpiji mereka, sekitar sembilan puluh persen, berasal dari negara-negara di Timur Tengah. Selain gas elpiji, sebagian besar kebutuhan minyak mentah India juga disuplai melalui jalur laut di Teluk Persia. Situasi ini mendorong pemerintah India untuk secara intensif melakukan pembicaraan dengan Iran guna memastikan kelancaran dan keamanan jalur pelayaran kapal tanker.
Izin Lintasan Khusus
Kedua kapal tanker yang berhasil melewati Selat Hormuz diizinkan melintas setelah selat tersebut sempat mengalami penutupan total atau pembatasan ketat selama hampir dua minggu terakhir. Izin khusus ini diduga tercapai setelah adanya kesepakatan bilateral antara pemerintah India di New Delhi dan pemerintah Iran di Teheran. Meskipun demikian, detail mengenai isi kesepakatan tersebut belum diungkapkan ke publik mengingat sensitivitasnya.
Jadwal Kedatangan Kapal
Kapal tanker yang bernama “Shivalik” diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Mundra, India, pada tanggal 16 Maret 2026. Sementara itu, kapal tanker “Nanda Devi” dijadwalkan tiba sehari kemudian, pada tanggal 17 Maret 2026.
Kedua kapal tanker ini adalah aset milik Shipping Corporation of India. Mereka disewa oleh perusahaan negara, yaitu Indian Oil Corporation. Muatan gas yang dibawa berasal dari Ras Laffan, Qatar. Untuk menjamin keamanan selama perjalanan, kedua kapal tersebut secara aktif mengirimkan sinyal melalui sistem pelacakan otomatis (Automatic Identification System/AIS) untuk mengindikasikan status mereka sebagai kapal resmi milik pemerintah India. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko dan memastikan kelancaran navigasi di tengah kondisi yang tidak menentu di kawasan Teluk Persia.




