Taqy Malik & Al-Qur’an: Dituding Markup, Dikejar Polisi Saudi

Dugaan Mark-Up Harga Mushaf dan Program Wakaf Al-Qur’an: Kisah di Balik Sorotan Taqy Malik

Taqy Malik, seorang tokoh publik yang dikenal sebagai YouTuber dan penghafal Al-Qur’an, kembali menjadi pusat perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada dugaan praktik mark-up harga dalam program wakaf Al-Qur’an yang ia jalankan. Dugaan ini mencuat setelah salah seorang sahabatnya yang berdomisili di Arab Saudi, Randy Permana, buka suara mengenai kronologi dan pengalamannya secara langsung terkait program tersebut.

Randy Permana, yang juga berprofesi sebagai pemandu jemaah umrah di Arab Saudi, mengaku telah lama mengenal Taqy Malik. Pengalamannya sehari-hari melayani jemaah umrah di Makkah dan Madinah membuatnya akrab dengan dinamika lapangan, termasuk urusan pembelian mushaf untuk keperluan wakaf.

Kronologi Program Wakaf Al-Qur’an

Menurut kesaksian Randy, program wakaf Al-Qur’an yang dijalankan oleh Taqy Malik mulai aktif pada tahun 2023. Pada awalnya, saat program tersebut dibuka, individu masih dimungkinkan untuk membeli beberapa karton mushaf langsung dari percetakan resmi di Madinah dengan harga pabrik yang berkisar sekitar 25 riyal per mushaf.

Namun, situasi berubah ketika Taqy Malik mulai membuka program donasi wakaf. Dalam program ini, banyak amanah wakaf yang masuk, bahkan mencapai ribuan mushaf. Pembelian dalam jumlah besar tersebut, menurut Randy, segera menarik perhatian otoritas keamanan di Arab Saudi.

“Ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah wakaf itu hampir sekitar 3.000 mushaf saat itu, 3.000 Quran. Belilah dia di sana,” ungkap Randy. “Dan singkat cerita, ketika dia beli banyak sekali di sana, selang beberapa minggu, kita sudah tidak bisa lagi membeli banyak di pabrik percetakan itu. Karena dari pihak otoritas keamanan masjid atau apa melihat atau menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jemaah secara online, dan itu secara aturan dilarang,” paparnya lebih lanjut.

Randy menjelaskan bahwa di Arab Saudi, mushaf yang diperuntukkan untuk wakaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi umumnya berasal dari percetakan resmi pemerintah, yaitu Percetakan Malik Fahad di Madinah. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah adanya praktik penjualan mushaf secara komersial oleh jemaah yang datang dengan visa umrah, yang dikhawatirkan dapat disalahgunakan sebagai sumber pendapatan.

Pembatasan pembelian mushaf dalam skala besar ini kemudian menyulitkan banyak pihak, termasuk para pemandu jemaah seperti Randy yang seringkali mendapat titipan untuk wakaf dari rombongan yang dibawanya.

Peringatan dan Saran dari Sahabat

Menyadari potensi masalah yang timbul akibat pembelian mushaf dalam jumlah besar, Randy mengaku telah beberapa kali memberikan peringatan kepada Taqy Malik. Ia menyarankan agar program penyaluran mushaf dilakukan secara lebih hati-hati dan tidak mencolok, bahkan menyarankan agar dilakukan secara bertahap.

“Nah, karena tahun kedua saya sudah bilangin, ‘Bro, kalau kamu mewakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu. Polisi melihat itu yang kena teman-teman yang ada di Makkah Madinah yang stay,” jelas Randy. Ia menambahkan bahwa tindakan mencolok tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak buruk pada para pekerja yang benar-benar menyalurkan wakaf dari jemaah. Randy juga mengungkapkan bahwa beberapa temannya pernah tertangkap polisi dan sempat dipenjara karena kasus serupa, padahal niat mereka murni untuk berwakaf.

Dugaan Selisih Harga pada Program Sedekah Makanan

Tidak hanya terkait program wakaf mushaf, Randy juga menyinggung dugaan adanya selisih harga yang signifikan pada program sedekah makanan yang juga dijalankan oleh Taqy Malik. Menurut Randy, harga sedekah makanan di Madinah umumnya berkisar antara 8 hingga 15 riyal, atau setara dengan sekitar Rp50.000. Namun, program yang dibuka oleh Taqy Malik disebut-sebut mematok harga Rp100.000 per boks.

Perbedaan harga yang mencolok ini dilaporkan sempat menarik perhatian aparat setempat, bahkan membuat Taqy Malik harus berpindah tempat tinggal dari hotel ke apartemen yang lebih tersembunyi untuk menghindari pencarian oleh polisi.

Respons Taqy Malik dan Tawaran Tabayyun

Menanggapi berbagai tudingan yang dilayangkan, Taqy Malik akhirnya angkat bicara. Ia secara terbuka mengundang Randy Permana dan pihak-pihak lain yang melontarkan tuduhan untuk hadir dalam forum tabayyun (klarifikasi) secara terbuka dan bermartabat. Undangan ini rencananya akan disiarkan langsung melalui platform Instagram.

“Semua fasilitas akan kami sediakan sebaik mungkin, agar terjadinya kenyamanan dan saling menghormati dalam forum, sehingga terjaganya wibawa diskusi yang akan kita jalankan,” tulis Taqy Malik dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa forum ini bukan untuk mencari pembenaran atau menyerang, melainkan untuk menghadirkan kebenaran dan pertanggungjawaban.

Randy Permana merespons undangan tabayyun tersebut dengan cepat. Ia menyambut baik ajakan tersebut, namun memiliki preferensi agar klarifikasi dilakukan secara langsung di Madinah, bukan melalui media sosial. Randy bahkan menawarkan diri untuk menyediakan visa dan tiket jika Taqy Malik kesulitan untuk terbang ke Madinah.

“Alhamdulillah akhirnya broku Taqy kamu mengajak tabayyun, tapi lebih enak kalau kita bertabayyun di Madinah. Kita tunjukkan ke netizen, ke follower antum follower ana gimana cara mushaf sebenarnya, bagaimana aturan Saudi sebenarnya. Ayo kita ketemu di Madinah,” ujar Randy. Ia juga bersedia jika tabayyun dilakukan melalui siaran langsung Instagram, namun tetap berharap pertemuan tatap muka di Madinah dapat terlaksana.

Menanggapi tawaran Randy, Taqy Malik kemudian menyampaikan bahwa ia menerima ajakan untuk bertemu di Madinah, dan akan menanggung biaya perjalanannya sendiri. Namun, ia mengajukan syarat bahwa sebelum pertemuan di Madinah, perlu ada diskusi dan konfirmasi terlebih dahulu di Indonesia. Hal ini mengingat keduanya sama-sama warga negara Indonesia dan saat ini berada di tanah air.

Randy pun menyambut baik usulan tersebut dan mengajak Taqy Malik untuk bertemu di Surabaya atau Bali. Pertemuan tersebut direncanakan akan disiarkan secara langsung pada pukul 23.00 WIB.

Pos terkait