Saat merencanakan liburan, banyak pelancong membawa serta barang-barang berharga mereka, mulai dari perhiasan berkilauan, jam tangan mewah, hingga sejumlah uang tunai dan dokumen penting seperti paspor. Namun, seringkali tanpa disadari, tempat penyimpanan yang dipilih justru menjadi lokasi paling mudah dijangkau oleh para pencuri di kamar hotel.
Blake Asaad, Pendiri dan Direktur Kreatif dari penyedia perhiasan berlian Goodstone, mengungkapkan bahwa banyak wisatawan memiliki kepercayaan diri yang berlebihan terhadap tempat persembunyian yang mereka anggap aman.
“Orang cenderung meremehkan seberapa cepat pencuri yang berpengalaman dapat mengidentifikasi dan menargetkan perhiasan, terutama di area wisata yang ramai selama musim liburan,” ujar Asaad. Menurutnya, banyak lokasi yang dianggap “cerdik” oleh wisatawan justru menjadi pemeriksaan pertama yang dilakukan oleh pelaku kejahatan.
Lokasi yang Sering Menjadi Sasaran Empuk Pencuri
Asaad menjelaskan bahwa pencuri yang terlatih tidak akan melakukan pencarian secara acak di dalam kamar hotel. Mereka sudah memiliki pengetahuan tentang titik-titik strategis yang paling sering digunakan oleh tamu untuk menyimpan barang-barang berharga.
Beberapa tempat yang paling sering menjadi sasaran pemeriksaan meliputi:
- Laci di Kamar Mandi: Kerap diabaikan oleh tamu sebagai tempat penyimpanan, namun justru menjadi target utama pencuri karena mudah diakses dan seringkali menyimpan barang-barang pribadi.
- Meja di Samping Tempat Tidur: Ini adalah titik lain yang sangat umum. Tata letak kamar hotel yang cenderung seragam memudahkan pencuri untuk dengan cepat memeriksa laci atau bagian bawah meja ini.

Saat liburan, tak sedikit dari traveler yang membawa berbagai barang berharga mereka, mulai dari perhiasan, jam tangan, uang tunai, hingga paspor.
Namun, tanpa disadari, banyak orang justru menyimpan barang-barang tersebut di tempat yang paling mudah ditemukan pencuri di kamar hotel.

“Orang sering meremehkan seberapa cepat pencuri berpengalaman bisa mengenali dan menargetkan perhiasan, terutama di kawasan wisata yang ramai saat musim liburan,” kata Asaad.
Selain itu, kantong koper yang dilengkapi dengan resleting juga menjadi sasaran yang sangat mudah. Banyak wisatawan merasa aman menyimpan barang berharga di sana, padahal para pencuri biasanya langsung memeriksa area ini begitu mereka memasuki kamar.
Tempat lain yang juga sering menjadi target meliputi:
- Kantong Depan Ransel: Seringkali menjadi tempat pertama yang diperiksa.
- Tas Perlengkapan Mandi: Kemudahan akses membuat tas ini menjadi pilihan bagi pencuri.
- Kotak Penyimpanan Perhiasan yang Terbuka di Meja: Barang penyimpanan yang memang dirancang khusus untuk perhiasan justru memberikan sinyal yang jelas kepada pencuri bahwa di dalamnya terdapat barang bernilai tinggi.

Selain itu, kantong koper yang menggunakan ritsleting juga menjadi sasaran mudah. Banyak wisatawan merasa aman menyimpan barang berharga di sana, padahal pencuri biasanya langsung memeriksanya saat pertama kali masuk kamar.
Tempat lain yang juga kerap menjadi target adalah kantong depan ransel, tas perlengkapan mandi, serta kotak penyimpanan perhiasan yang diletakkan terbuka di meja. Barang penyimpanan yang memang dirancang khusus untuk perhiasan justru memberi sinyal jelas kepada pencuri, bahwa di dalamnya terdapat barang bernilai tinggi.
Strategi Menyimpan Barang Berharga dengan Keamanan Ekstra
Sebagai alternatif, Asaad menyarankan para wisatawan untuk menyimpan barang berharga di dalam wadah sehari-hari yang terlihat biasa. Contohnya adalah kotak obat atau botol vitamin kecil. Pendekatan ini membuat perhiasan menjadi lebih sulit dikenali karena bercampur dengan barang-barang yang umum digunakan.
Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak menyimpan semua barang berharga di satu lokasi tunggal. Memisahkan perhiasan ke beberapa tempat yang berbeda di dalam koper atau kamar hotel dapat secara signifikan mengurangi risiko kehilangan seluruh barang berharga jika salah satu tempat ditemukan oleh pencuri.

Sebagai alternatif, Asaad menyarankan wisatawan menyimpan barang berharga di wadah sehari-hari yang tampak biasa, seperti kotak obat atau botol vitamin kecil. Cara ini membuat perhiasan lebih sulit dikenali, karena tercampur dengan barang biasa.
Ia juga menyarankan agar wisatawan tidak menyimpan semua barang berharga di satu tempat. Memisahkan perhiasan ke beberapa lokasi berbeda di dalam koper atau kamar hotel dapat mengurangi risiko kehilangan seluruh barang, jika salah satu tempat ditemukan pencuri.
Pilihan lain yang patut dipertimbangkan adalah memanfaatkan kantong tersembunyi yang seringkali ada pada organizer pakaian atau packing cube. Kantong ini biasanya terletak di antara lipatan baju dan tidak terlalu mencolok, sehingga menyulitkan deteksi.
Bagi yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi, membawa brankas portabel yang dapat dikunci dan diikat ke benda tetap di kamar hotel menggunakan kabel baja dapat menjadi solusi yang efektif.
Kunci Utama: Bawa Barang Secukupnya
Menurut Asaad, cara yang paling efektif untuk melindungi barang berharga saat bepergian sebenarnya sangat sederhana: bawa sesedikit mungkin.
Banyak orang membawa perhiasan “untuk berjaga-jaga” namun pada akhirnya barang-barang tersebut tidak pernah digunakan selama perjalanan. Dengan hanya membawa barang yang benar-benar dibutuhkan, wisatawan tidak hanya mengurangi risiko kehilangan, tetapi juga dapat mengurangi rasa khawatir yang seringkali menyertai perjalanan.

Menurut Asaad, cara paling efektif melindungi barang berharga saat bepergian sebenarnya sangat sederhana, yaitu membawa sesedikit mungkin.
Banyak orang membawa perhiasan “untuk berjaga-jaga” tetapi akhirnya tidak pernah memakainya. Dengan hanya membawa barang yang benar-benar dibutuhkan, wisatawan dapat mengurangi risiko kehilangan, sekaligus rasa khawatir selama perjalanan.
Ia juga menambahkan satu tips penting lainnya: mengenakan perhiasan saat beraktivitas di luar ruangan justru seringkali lebih aman daripada meninggalkannya di kamar hotel. Pencuri biasanya menargetkan kamar yang kosong pada siang hari ketika para tamu sedang asyik berkeliling.
“Jika perhiasan Anda dipakai, maka barang itu tetap bersama Anda dan berada di bawah kendali langsung,” ujarnya, menegaskan bahwa kepemilikan langsung adalah bentuk perlindungan terbaik.



