TBS Energi Utama: Strategi Optimis Kinerja 2026

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA): Membangun Fondasi Kuat untuk Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026 dan Seterusnya

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) optimis menatap masa depan, memproyeksikan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan seiring memasuki tahun 2026. Keyakinan ini bertumpu pada strategi transformasi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang dan fondasi bisnis yang semakin kokoh.

Meskipun tahun 2025 menandai periode tantangan dengan penurunan pendapatan kontrak dari pelanggan sebesar 5,16% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 365,86 juta, dan mencatat rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 162,27 juta, TOBA berhasil mengukir sejumlah capaian krusial. Rugi bersih tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh kerugian divestasi entitas anak senilai US$ 96,87 juta, yang merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan.

Kinerja Positif di Segmen Bisnis Masa Depan

SVP Corporate Finance & Investor Relations TBS Energi Utama, Mirza Hippy, menjelaskan bahwa di tengah dinamika keuangan tersebut, segmen bisnis masa depan TOBA menunjukkan geliat yang menjanjikan.

  • Pengelolaan Limbah: Bisnis pengelolaan limbah telah menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perusahaan, menyumbang 41% atau senilai US$ 155,4 juta pada tahun 2025.
  • Kendaraan Listrik: Bersama dengan bisnis pengelolaan limbah, segmen kendaraan listrik turut membukukan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa. Kombinasi kedua segmen ini melonjak 738% yoy menjadi US$ 164,1 juta pada tahun 2025.
  • Pertumbuhan Operasional Kendaraan Listrik: Segmen kendaraan listrik sendiri mencatat pertumbuhan operasional yang impresif, dengan penjualan sepeda motor listrik Electrum meningkat 97% sepanjang tahun 2025.

Energi Terbarukan: Langkah Maju Menuju Netralitas Karbon

Di sektor energi terbarukan, TOBA terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan. Perusahaan telah berhasil melaksanakan Commercial Operation Date (COD) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) berkapasitas 6 megawatt (MW) di Lampung. Langkah ini menegaskan dedikasi TOBA dalam mengembangkan sumber energi bersih dan ramah lingkungan.

Strategi Reposisi dan Fondasi Bisnis yang Kuat

Mirza Hippy menegaskan bahwa kerugian bersih yang tercatat pada tahun 2025 sebagian besar bersifat akuntansi non-kas dan tidak berulang (non-recurring). Divestasi yang dilakukan merupakan bagian dari investasi jangka panjang dan reposisi strategis perusahaan menuju bisnis rendah karbon, bukan mencerminkan kerugian operasional.

“Fundamental bisnis inti kami tetap kuat, terbukti dari capaian EBITDA disesuaikan yang tetap positif di angka US$ 47,2 juta dan juga posisi kas kami yang tetap kuat dan mencapai US$ 102,3 juta atau naik 15% dibandingkan 2024,” ungkap Mirza.

Pilar Bisnis Masa Depan: Fokus Strategis TOBA 2026

Setelah melakukan penyesuaian struktural dan reposisi fondasi bisnis pada tahun 2025, TOBA kini mengalihkan fokusnya untuk mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan: pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

1. Pilar Pengelolaan Limbah: Membangun Platform Terintegrasi

Pada tahun 2026, TOBA akan memfokuskan upayanya untuk membangun platform pengelolaan limbah terintegrasi berskala regional. Platform ini akan menaungi entitas seperti Cora (Singapura), ARAH, dan AMES, dengan target ambisius untuk memproses lebih dari 1 juta ton sampah per tahun.

2. Pilar Energi Terbarukan: Ekspansi Kapasitas dan Optimalisasi

Di segmen energi terbarukan, TOBA menargetkan peningkatan kapasitas terpasang menjadi lebih dari 500 MW pada tahun 2030. Dalam jangka pendek, perusahaan berupaya merampungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 46 Megawatt peak (MWp) di Batam. Bersamaan dengan itu, TOBA juga akan mengoptimalkan kinerja PLTMH 6 MW yang telah beroperasi.

3. Pilar Kendaraan Listrik: Jangkauan Pasar dan Skema Kepemilikan

Target jangka panjang TOBA di sektor kendaraan listrik adalah mencapai lebih dari 500.000 kendaraan beroperasi pada tahun 2030. Untuk tahun 2026, fokus pertumbuhan akan didorong oleh ekspansi merek Electrum ke pasar Surabaya, serta optimalisasi skema sewa-milik (rent-to-own) yang semakin memudahkan konsumen.

Mitigasi Risiko Geopolitik: Inovasi dan Keberlanjutan

Salah satu tantangan utama yang terus diwaspadai dan dimitigasi oleh TOBA adalah risiko geopolitik. Ketegangan global dapat memicu fluktuasi harga minyak dunia, yang berpotensi memengaruhi biaya logistik operasional armada pengumpulan sampah. Namun, dampak ini telah berhasil dimitigasi secara efektif melalui adopsi truk sampah listrik, yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga berkontribusi pada upaya dekarbonisasi.

Dengan fondasi yang semakin kuat dan strategi yang jelas, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) siap menghadapi tantangan dan meraih peluang di tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang, menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia.

Pos terkait