THR Rp 15 Ribu: Artis Jember Ungkap Jatah Keluarga Usai Dinyinyiri

Dewi Perssik Ungkap Alasan di Balik Pembagian THR yang Tuai Kontroversi

Artis ternama Dewi Perssik kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait aksi bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga di kampung halamannya, Jember, Jawa Timur. Nominal yang dibagikan, yang disebut-sebut berkisar Rp15 ribu per orang, memicu perdebatan dan cibiran dari sebagian warganet. Namun, Dewi Perssik tidak tinggal diam. Ia memberikan klarifikasi mendalam mengenai niat baiknya, skala pembagian, serta alasan di balik nominal yang menjadi perbincangan.

Momen Lebaran di Jember dan Sorotan Warganet

Setiap momen Idulfitri, Dewi Perssik kerap menyempatkan diri untuk pulang kampung dan merayakan hari besar tersebut bersama keluarga serta kerabat di Jember. Tradisi berbagi kebahagiaan, termasuk membagikan THR, menjadi bagian tak terpisahkan dari kunjungannya. Pada Lebaran Idulfitri 2026, aksi Dewi Perssik membagikan THR kepada warga setempat menjadi viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat Dewi Perssik sedang membagikan uang tunai kepada warga. Namun, perhatian sebagian warganet justru tertuju pada jumlah uang yang diberikan, yaitu Rp15 ribu per orang. Angka ini dianggap terlalu kecil oleh sebagian pihak, mengingat status Dewi Perssik sebagai seorang artis papan atas. Berbagai komentar bernada nyinyir pun bermunculan, mempertanyakan keikhlasan dan besaran nominal yang dibagikan.

Momen ini juga diunggah oleh akun-akun gosip di Instagram, yang semakin memperluas jangkauan perbincangan publik. Di tengah gelombang komentar tersebut, tak sedikit pula warganet yang membela Dewi Perssik, menekankan pentingnya niat tulus dan keikhlasan dalam berbagi, serta mengingatkan bahwa niat baik tidak selalu harus diukur dari besaran materi.

Klarifikasi Dewi Perssik: Skala Pembagian dan Niat Tulus

Menanggapi berbagai cibiran dan kesalahpahaman yang muncul, Dewi Perssik melalui akun media sosialnya memberikan klarifikasi yang cukup rinci. Ia mengungkapkan rasa kecewanya karena niat baiknya untuk berbagi justru disalahpahami dan menjadi bahan pergunjingan.

“Gini ini kalau segala apa dinyinyirin, dikasih salah, nggak dikasih ya Allah dighibahin,” tulis Dewi Perssik, yang akrab disapa Depe, mengungkapkan rasa frustrasinya.

Untuk meluruskan persepsi publik, Depe kemudian merinci skala pembagian THR yang telah ia lakukan, baik untuk keluarga dekat maupun masyarakat luas. Ia menjelaskan bahwa pembagian THR tidak hanya ditujukan untuk segelintir orang, melainkan dalam skala yang sangat besar.

  • Untuk Keluarga Dekat:
    • Kakak-kakaknya menerima sekitar Rp20 jutaan.
    • Ponakan-ponakannya menerima sekitar Rp2 jutaan.
  • Untuk Lingkungan Terdekat:
    • Tetangga di Jakarta menerima Rp400 ribu untuk 400 orang.
  • Untuk Masyarakat di Jember:
    • Sebanyak 8.400 orang menerima masing-masing Rp15 ribu dan paket beras seberat 5 kilogram.

Depe menegaskan bahwa pembagian di Jember ini dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penerima yang sangat banyak. “Lalu untuk Jember 8.400 yaitu Rp15 ribu dan 5 kilo beras, sekian terima kasih,” tegasnya.

Sebagai respons terhadap pertanyaan mengenai nominal yang dianggap kecil, Depe memberikan balasan yang cukup menohok namun tetap mengandung unsur humor. “Kalau mau dapat puluhan juta atau jutaan jadi pegawaiku dulu,” tulisnya, menyiratkan bahwa besaran THR tersebut disesuaikan dengan kapasitas dan tujuan pembagian.

Pengalaman di Tahun Sebelumnya: Kesamaan Momen dan Pembelaan

Perlu dicatat bahwa ini bukanlah kali pertama aksi bagi-bagi THR Dewi Perssik menjadi sorotan. Pada Lebaran tahun 2025, pengalaman serupa juga terjadi. Saat itu, Depe juga mudik ke Jember dan membagikan THR kepada tetangga-tetangganya.

Melalui siaran langsung di akun TikTok pribadinya, Dewi Perssik membagikan uang tunai dan beras kepada sekitar 5.000 tetangganya. Nominal uang tunai yang diberikan adalah Rp10 ribu, disertai dengan beras seberat 5 kg. Sama seperti tahun ini, aksi kebaikan Depe tersebut juga menuai komentar negatif dari sebagian warganet yang menganggap jumlahnya terlalu kecil bagi seorang artis papan atas.

Menghadapi kritikan tersebut, Depe memberikan pembelaan dengan menjelaskan perspektifnya. Ia menekankan bahwa jumlah uang yang ia bagikan mungkin tidak sebesar ekspektasi sebagian orang, namun niat baiknya untuk berbagi tetaplah tulus.

“Nanti kalau kita kasih Rp50 ribuan beda sama beras gak cukup, duitku gak banyak gak kayak kalian. Ini 5 ribu orang gimana dicukup-cukupi supaya bisa nyampe karena banyak banget biar bisa merata,” ucap Dewi Perssik saat itu, dikutip dari Tribunnews.

Depe juga menambahkan bahwa mayoritas warga di kampung halamannya berasal dari kalangan yang kurang mampu. Ia menggambarkan kondisi rumah-rumah di pelosok Jember yang sebagian besar masih berdinding anyaman bambu atau gedek, bukan tembok. Oleh karena itu, menurutnya, pemberian 5 kg beras dan uang Rp10 ribu sudah sangat berarti dan membuat warga merasa bersyukur.

“Karena di daerah Jember itu terutama di pelosok mereka itu rumahnya pakai tembok itu jarang guys, rumahnya itu kebanyakan pakai gedek, pakai apa sih bambu. Jadi mereka dikasih beras 5 kg sama Rp 10 ribu udah sangat bersyukur banget,” pungkasnya.

Pengalaman di tahun sebelumnya ini menunjukkan pola yang sama, di mana niat baik Dewi Perssik untuk berbagi kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu, justru disalahartikan oleh sebagian publik. Namun, Depe terus konsisten dalam memberikan klarifikasi dan menjelaskan latar belakang tindakannya, menekankan bahwa keikhlasan dan dampak positif bagi penerima adalah hal yang paling utama.

Pos terkait