THR Rp15 Ribu Dicibir, Dewi Perssik Pamer Jatah Keluarga & Tetangga: “Nggak Dikasih Salah”

Kisah Dewi Perssik: Dari THR Rp15 Ribu hingga Cibiran Warganet

Pedangdut ternama, Dewi Perssik, belakangan ini kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada aksi pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang dilakukannya di kampung halamannya di Jember, Jawa Timur. Nominal yang disebut-sebut hanya Rp15 ribu per orang ini sontak menuai beragam komentar pedas dari warganet, bahkan tak sedikit yang melontarkan cibiran. Namun, tak tinggal diam menghadapi tudingan miring tersebut, artis yang akrab disapa Depe ini pun akhirnya buka suara, memberikan klarifikasi detail mengenai niat baiknya yang justru disalahpahami.

Depe, sapaan akrabnya, memang memiliki tradisi untuk pulang ke Jember setiap momen Lebaran Idulfitri. Di sana, ia tak hanya merayakan hari kemenangan bersama keluarga besar, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan para tetangga dan masyarakat sekitar. Aksi berbagi ini terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial, memicu perdebatan sengit di kalangan warganet. Sebagian besar komentar justru menyoroti jumlah uang yang dibagikan, dianggap terlalu kecil untuk ukuran seorang artis papan atas seperti dirinya.

Menanggapi derasnya cibiran yang ditujukan padanya, Dewi Perssik tak lantas berdiam diri. Melalui unggahan di akun media sosialnya, ia memberikan balasan yang menohok sekaligus meluruskan persepsi publik. Klarifikasi ini bukan sekadar pembelaan diri, melainkan sebuah upaya untuk menunjukkan fakta sebenarnya di balik nominal Rp15 ribu yang menjadi polemik.

Rincian Pembagian THR: Lebih dari Sekadar Uang Tunai

Dewi Perssik menjelaskan bahwa niatnya untuk berbagi di momen Lebaran bukanlah sekadar memberikan uang tunai. Ia menyoroti bahwa segala sesuatu yang dilakukannya selalu menjadi bahan pembicaraan, bahkan jika niat baiknya tersebut justru dipertanyakan.

“Gini ini kalau segala apa dinyinyirin, dikasih salah, nggak dikasih ya Allah dighibahin,” tulis Depe dalam klarifikasinya, menunjukkan rasa frustrasinya terhadap pandangan negatif yang seringkali diterimanya.

Lebih lanjut, Dewi Perssik membeberkan secara rinci jumlah dan jenis bantuan yang telah ia distribusikan, baik kepada keluarga inti maupun masyarakat luas. Rincian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai skala pembagian yang dilakukannya.

  • Untuk Keluarga Inti:
    • Para kakak-kakaknya menerima bantuan senilai Rp20 jutaan.
    • Para ponakannya mendapatkan jatah sekitar Rp2 jutaan.
  • Untuk Lingkungan Terdekat di Jakarta:
    • Sebanyak 400 orang tetangganya di Jakarta menerima bantuan sebesar Rp400 ribu per orang.
  • Untuk Masyarakat di Kampung Halaman (Jember):
    • Sebanyak 8.400 orang warga di Jember menerima bingkisan yang terdiri dari uang tunai Rp15 ribu dan 5 kilogram beras.

“Lalu untuk Jember 8.400 yaitu Rp15 ribu dan 5 kilo beras, sekian terima kasih,” tegasnya, mengakhiri rincian pembagiannya di kampung halaman.

Tak hanya itu, Dewi Perssik juga memberikan balasan yang cukup tegas bagi para warganet yang terus melontarkan komentar negatif. “Kalau mau dapat puluhan juta atau jutaan jadi pegawaiku dulu,” tulisnya, menyiratkan bahwa bantuan tersebut diberikan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang ia miliki.

Kilas Balik Pembagian di Lebaran 2025

Ternyata, pengalaman serupa pernah dialami Dewi Perssik pada momen Lebaran tahun 2025. Saat itu, ia juga mudik ke Jember dan melakukan aksi berbagi THR kepada warga kampung halamannya. Momen ini pun sempat terekam dalam siaran langsung di akun TikTok pribadinya.

Dalam siaran langsung tersebut, Dewi Perssik terlihat membagikan uang tunai dan beras kepada para tetangganya. Meskipun jumlah uang tunai yang dibagikan tidak terlalu besar, Depe memastikan bahwa bingkisan tersebut cukup untuk dibagikan secara merata kepada sekitar 5.000 tetangganya. Kala itu, mantan istri Saipul Jamil ini memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp10 ribu dan beras 5 kg.

Namun, kebaikan Depe ini tak luput dari komentar negatif. Banyak warganet yang menganggap nominal tersebut terlalu kecil untuk seorang artis papan atas. Menanggapi hal ini, Depe melalui siaran langsung di TikTok memberikan pembelaannya. Ia menjelaskan bahwa meskipun jumlah uang yang dibagikan tidak sebesar ekspektasi sebagian orang, niat baiknya untuk berbagi tetap tulus.

“Nanti kalau kita kasih Rp50 ribuan beda sama beras gak cukup, duitku gak banyak gak kayak kalian. Ini 5 ribu orang gimana dicukup-cukupi supaya bisa nyampe karena banyak banget biar bisa merata,” ucap Dewi Perssik saat itu.

Depe juga menambahkan bahwa mayoritas warga di kampung halamannya, terutama di daerah pelosok Jember, berasal dari kalangan kurang mampu. Banyak rumah yang masih berdinding anyaman bambu atau gedek, bukan tembok. Oleh karena itu, ia merasa bahwa pemberian bantuan berupa 5 kg beras dan uang tunai, meskipun nominalnya kecil, sudah sangat berarti dan disyukuri oleh masyarakat setempat.

“Karena di daerah Jember itu terutama di pelosok mereka itu rumahnya pakai tembok itu jarang guys, rumahnya itu kebanyakan pakai gedek, pakai apa sih bambu. Jadi mereka dikasih beras 5 kg sama Rp 10 ribu udah sangat bersyukur banget,” pungkasnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa Dewi Perssik memiliki niat tulus untuk berbagi dengan sesama, terlepas dari jumlah nominal yang dibagikan. Tindakannya seringkali disalahpahami oleh sebagian publik yang memiliki ekspektasi berbeda, namun Depe tetap teguh pada prinsipnya untuk memberikan yang terbaik sesuai kemampuannya.

Pos terkait