Tiga Peristiwa Penting di Padang dalam 24 Jam Terakhir: Kecelakaan ATV, Kapal Karam, dan Kemacetan Arus Balik
Kota Padang kembali menjadi sorotan dengan rangkuman berita-berita penting yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Tiga peristiwa utama mendominasi perhatian publik, mulai dari insiden kecelakaan yang melibatkan wahana wisata, musibah kapal yang membawa rombongan wisatawan, hingga kelumpuhan arus lalu lintas di jalur strategis saat puncak arus balik Lebaran.
1. Pengunjung Pantai Air Manis Alami Kecelakaan Akibat ATV
Kawasan Pantai Air Manis, salah satu destinasi wisata populer di Kota Padang, menjadi saksi bisu insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan wisata jenis All Terrain Vehicle (ATV) pada Selasa (24/3/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini mengakibatkan seorang pengunjung mengalami luka-luka dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Insiden ini terjadi di tengah ramainya pengunjung yang memadati pantai, menikmati liburan mereka. Korban, yang diketahui bernama Suci, tengah mengendarai ATV di area wisata ketika insiden nahas tersebut terjadi.
Kapolsek Padang Selatan, AKP Nirdes Ali, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi singkatnya. Diduga, korban kehilangan kendali atas ATV yang dikemudikannya, menyebabkan ia terjatuh. Di saat yang bersamaan, sebuah ATV lain yang dikendarai oleh pengunjung lain tidak sempat menghindar dan menabrak korban.
Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami cedera dan segera mendapatkan pertolongan dari petugas serta pengunjung lain yang berada di lokasi. Tak lama berselang, ambulans tiba dan membawa korban menuju Rumah Sakit Reksodiwiryo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rontgen dan penanganan medis lanjutan.
Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. AKP Nirdes Ali turut mengingatkan para pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata, khususnya saat menggunakan wahana seperti ATV. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, mengingat tingginya aktivitas kendaraan di area pantai. “Kami mengimbau pengunjung agar tetap mengutamakan keselamatan, baik saat berkendara maupun beraktivitas di sekitar pantai. Awasi anak-anak dan pastikan kendaraan diparkir dengan aman,” tegasnya.
2. Karamnya Boat Wisatawan di Perairan Sungai Pisang
Musibah kembali terjadi di perairan Padang, kali ini menimpa sebuah boat yang membawa rombongan wisatawan. Kapal tersebut dilaporkan karam di perairan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Selasa (24/3/2026) pagi.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika boat tersebut berangkat dari kawasan Sungai Pisang menuju Pulau Pagang. Diduga, air masuk ke dalam boat selama perjalanan, yang akhirnya menyebabkan kapal tersebut tenggelam.
Berdasarkan informasi awal, boat tersebut mengangkut sebanyak 26 orang, terdiri dari satu operator boat dan 25 orang penumpang. Para penumpang diketahui merupakan wisatawan yang sedang mengisi libur Lebaran 2026, dengan sebagian berasal dari Sijunjung dan sebagian lagi dari Pekanbaru, Riau.
Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Syamsurijal, membenarkan laporan mengenai karamnya boat tersebut. Namun, penanganan lebih lanjut dilaporkan dilakukan oleh Direktorat Polisi Air dan Udara (Dipolairud) Polda Sumatera Barat, mengingat lokasi kejadian berada di perairan laut.
3. Kemacetan Panjang di Jalur Padang-Solok Akibat Bus Gagal Menanjak
Momen puncak arus balik libur Lebaran Idul Fitri 1447 H diwarnai dengan kemacetan panjang yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur penghubung Padang–Solok, tepatnya di kawasan Sitinjau Lauik. Kemacetan yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB ini dipicu oleh sebuah bus yang gagal menanjak di kawasan Panorama 1.
Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan yang sangat panjang dari kedua arah, baik yang menuju Solok maupun yang kembali ke Padang, hingga nyaris tidak bergerak. Kawasan Sitinjau Lauik sendiri dikenal memiliki medan yang menantang, berupa tanjakan dan turunan curam, tikungan tajam, serta jurang di sisi jalan, menjadikannya salah satu jalur ekstrem di Sumatera Barat.
Haris, salah seorang Admin Info Sitinjau Lauik, membenarkan insiden tersebut dan mengkonfirmasi bahwa bus yang tidak kuat menanjak tersebut menjadi penyebab utama kemacetan. Akibatnya, kendaraan mengular cukup panjang di jalur yang kerap diwarnai insiden serupa, apalagi ditambah dengan peningkatan volume kendaraan pada masa arus balik.
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian segera turun tangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan membantu proses evakuasi bus yang mengalami kendala. Petugas memberikan bantuan dan mengawal bus tersebut hingga akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan.
Setelah bus berhasil menanjak, arus lalu lintas secara bertahap mulai normal. Namun, petugas tetap melakukan penguraian arus untuk mencegah penumpukan kendaraan kembali terjadi. Pantauan pada pukul 15.00 WIB menunjukkan kondisi lalu lintas di jalur tersebut mulai lancar kembali, meskipun volume kendaraan dari arah Solok menuju Padang terpantau lebih ramai. Perlambatan masih terjadi di beberapa titik, terutama di tikungan tajam yang memerlukan kehati-hatian ekstra bagi kendaraan besar. Petugas gabungan dari PKJR Sitinjau Laut dan aparat kepolisian terus bersiaga di lapangan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas selama puncak arus balik Lebaran.




