Kehidupan di Tengah Banjir Rob yang Berlangsung Selama Lebih dari Tiga Tahun
Di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, sebuah keluarga tinggal dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Salman Alfarisi (40) dan keluarganya telah hidup selama lebih dari tiga tahun di rumah yang terus digenangi banjir rob. Setiap hari, air laut masuk ke dalam rumah mereka, menciptakan situasi yang tidak nyaman dan berbahaya.
Rumah sederhana bercat hijau milik Salman terletak di kawasan pesisir yang rentan terhadap banjir rob. Air laut yang masuk setiap hari menggenangi hampir seluruh bagian rumah, termasuk ruang tamu, kamar tidur, dan area dapur. Genangan air mencapai ketinggian sekitar 70 sentimeter, sehingga aktivitas harian keluarga tersebut dilakukan di tengah air.
Untuk bisa beristirahat, Salman dan keluarganya harus meninggikan amben agar tubuh mereka tidak langsung bersentuhan dengan air. Mereka tidur di atas amben sambil mendengar suara cipratan air dari genangan yang memenuhi lantai rumah. Ucapan singkat Salman, “Tidurnya di atas air,” menggambarkan beratnya kehidupan yang dijalani keluarga tersebut selama bertahun-tahun.
Selama lebih dari tiga tahun, keluarga ini hidup berdampingan dengan air keruh yang menggenangi hampir seluruh bagian rumah. Banyak perabot rumah tangga seperti kursi plastik, rak piring, tabung gas LPG, dan perlengkapan rumah lainnya ikut terendam. Di kamar tidur, amben kayu dibuat lebih tinggi agar tetap bisa digunakan untuk tidur, sementara kaki tempat tidur masih terendam air rob.
Aktivitas harian menjadi terbatas dan jauh dari rasa nyaman. Salman mengaku bahwa kehidupan di tengah banjir rob sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, lingkungan rumah yang lembab dan kotor meningkatkan risiko penyakit kulit maupun infeksi bagi keluarga Salman.
Salman sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah terkait kondisi banjir rob di wilayah pesisir Desa Ambulu. Namun hingga kini, ia belum merasakan adanya penanganan yang benar-benar mampu mengatasi persoalan tersebut. Ia berharap agar banjir rob tidak lagi terjadi.
Dari pantauan di lokasi, berbagai barang rumah tangga terlihat sengaja dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi agar tidak ikut terendam air. Sebuah kursi plastik diletakkan di atas meja untuk menopang ember dan peralatan dapur lainnya supaya aman dari genangan. Di ruang keluarga, televisi tabung disimpan di atas meja kayu agar tidak terkena air yang merendam lantai rumah. Sementara di sudut ruangan lain, tabung gas LPG dan galon air tampak dikelilingi banjir setinggi betis orang dewasa.
Kondisi serupa bukan hanya dialami keluarga Salman. Ribuan warga di kawasan pesisir Desa Ambulu juga menghadapi ancaman banjir rob yang terus datang dan belum terselesaikan. Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera menghadirkan langkah konkret untuk menangani banjir rob yang semakin memburuk di kawasan tersebut.
Jika kondisi itu terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengancam kesehatan, kondisi mental, hingga masa depan masyarakat pesisir. Dengan demikian, penting bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata guna membantu warga yang terkena dampak banjir rob.





