Kualitas udara di beberapa wilayah Indonesia dilaporkan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan pada pagi hari, Senin (16/3). Berdasarkan pemantauan terkini, angka Indeks Kualitas Udara (AQI) di sejumlah kota besar melampaui ambang batas 150, yang menandakan kondisi udara tidak sehat.
Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat bagi Kesehatan
Ketika kualitas udara menurun hingga masuk kategori “tidak sehat”, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru, menjadi pihak yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan. Paparan polusi udara dalam kondisi ini dapat memicu atau memperburuk gejala penyakit pernapasan dan kardiovaskular.
Organisasi yang memantau kualitas udara global memberikan peringatan penting terkait kondisi ini. Mereka menyarankan agar masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin. Imbauan serupa juga kerap disampaikan oleh badan meteorologi nasional, yang menekankan pentingnya penggunaan masker, terutama saat berada di area dengan tingkat polusi udara yang tinggi.
Kota-kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia
Berdasarkan data pantauan pagi ini, beberapa kota besar di Indonesia menunjukkan kualitas udara yang memprihatinkan:
- Tangerang Selatan, Banten: Mencatat skor AQI sebesar 196, yang masuk dalam kategori “tidak sehat”.
- Serpong, Banten: Mengalami kondisi serupa dengan skor AQI 167, juga dikategorikan “tidak sehat”.
- Tangerang, Banten: Meskipun tidak separah dua wilayah sebelumnya, kualitas udaranya berada pada kategori “sedang” dengan skor AQI 88.
- Surabaya, Jawa Timur: Kota Pahlawan ini memiliki skor AQI 86, yang juga termasuk dalam kategori “sedang”.
- Kota Jambi, Jambi: Melengkapi daftar lima kota dengan kualitas udara terburuk, Kota Jambi mencatat skor AQI 82, berada dalam kategori “sedang”.
Kota dengan Kualitas Udara Tersehat di Indonesia dan Dunia
Di sisi lain spektrum, terdapat pula kota-kota yang patut dicontoh dalam hal kualitas udara. Kota Batam di Kepulauan Riau berhasil mencatat skor AQI 0 pada pagi ini, menandakan kualitas udara yang paling sehat. Hal ini menjadikan Batam sebagai salah satu kota besar dengan udara terbersih di dunia.
Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah juga menunjukkan performa yang baik dengan skor AQI 57, meskipun masih masuk dalam kategori “sedang”.
Secara global, Batam sejajar dengan Krasnoyarsk di Rusia sebagai kota dengan kualitas udara paling sehat. Menyusul di belakangnya adalah Chicago dan Minneapolis di Amerika Serikat, yang masing-masing mencatat skor AQI 6.
Kota-kota Dunia dengan Kualitas Udara Terburuk
Kondisi udara yang buruk tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa kota besar di belahan dunia lain juga menghadapi tantangan serupa:
- Incheon, Korea Selatan: Melaporkan skor AQI 160, yang dikategorikan “tidak sehat”.
- Kampala, Uganda: Mencatat skor AQI 156, juga masuk dalam kategori “tidak sehat”.
- Seoul, Korea Selatan: Ibu kota Korea Selatan ini memiliki skor AQI 153, yang menandakan kualitas udara “tidak sehat”.
- Kuwait City, Kuwait: Dengan skor AQI 133, kota ini dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
- Bishkek, Kyrgyzstan: Sama seperti Kuwait City, Bishkek juga mencatat skor AQI 133 dan masuk dalam kategori “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI)
Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah sebuah sistem pengukuran yang dirancang untuk menginformasikan publik tentang seberapa bersih atau tercemarnya udara yang mereka hirup, serta potensi dampak kesehatannya. Perhitungan AQI umumnya didasarkan pada konsentrasi enam polutan udara utama yang paling umum ditemukan, yaitu:
- Partikulat halus (PM2.5)
- Partikulat kasar (PM10)
- Karbon monoksida (CO)
- Sulfur dioksida (SO2)
- Nitrogen dioksida (NO2)
- Ozon permukaan tanah (O3)
Setiap rentang skor AQI dikaitkan dengan kategori kualitas udara tertentu, yang memberikan panduan mengenai tingkat risiko kesehatan yang terkait:
- Baik: Skor AQI 0-50. Kualitas udara dianggap aman untuk semua orang.
- Sedang: Skor AQI 51-100. Kualitas udara dapat diterima, namun sebagian orang yang sensitif terhadap polusi mungkin mengalami masalah kesehatan ringan.
- Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: Skor AQI 101-150. Anggota kelompok sensitif (anak-anak, lansia, penderita penyakit kronis) dapat mengalami efek kesehatan. Masyarakat umum tidak terpengaruh secara signifikan.
- Tidak Sehat: Skor AQI 151-200. Masyarakat umum, terutama kelompok sensitif, mulai mengalami efek kesehatan.
- Sangat Tidak Sehat: Skor AQI 200-299. Kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar dapat terganggu secara serius.
- Berbahaya: Skor AQI 300-500. Dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada seluruh populasi.
Pemahaman mengenai AQI dan kategorinya sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat demi menjaga kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang bervariasi.




