Brian Uriarte Bertekad Bangkit di Moto3 Brasil, Tantang Veda Ega Pratama
Persaingan di kelas Moto3 2026 semakin memanas. Salah satu rival terkuat Veda Ega Pratama, pembalap muda berbakat asal Indonesia, yaitu Brian Uriarte, telah menyuarakan tekadnya untuk bangkit di seri Moto3 Brasil 2026 yang akan segera bergulir. Musim lalu, Uriarte dan Veda terlibat dalam pertarungan sengit memperebutkan gelar juara di ajang Red Bull Rookies Cup 2026.
Uriarte, yang kini promosi ke Moto3 bersama tim Red Bull KTM Ajo, harus mengakui keunggulan Veda pada seri pembuka di Thailand. Veda, yang membela tim Honda Team Asia, tampil gemilang dan berhasil mengamankan posisi kelima. Performa impresif Veda sudah terlihat sejak hari pertama, di mana ia mampu mengamankan posisi start kelima. Sebagai rookie, Veda menjadi sorotan utama dalam seri tersebut.
Sementara itu, nasib yang berbeda dialami oleh Uriarte. Pembalap yang dibina oleh mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora, ini harus berjuang keras di sesi latihan bebas pertama, hanya mampu menempati posisi ke-18. Veda sendiri, yang berusia 17 tahun, tampil lebih baik di sesi pagi itu dengan menempati posisi keenam, mengungguli juara Red Bull Rookies Cup 2025 tersebut.
Meskipun demikian, Uriarte mulai menunjukkan peningkatan performa di balapan utama. Ia berhasil memperbaiki posisinya setelah memulai balapan dari urutan ke-12. Perlahan tapi pasti, Uriarte merangkak naik, namun belum mampu menyusul Veda. Ia akhirnya menyelesaikan lomba di posisi ketujuh.
Evaluasi Performa dan Harapan ke Depan
Terlepas dari hasil yang diraih, Uriarte menilai bahwa ia telah menjalani balapan pembuka musim yang sangat baik. “Ini adalah balapan yang sangat baik bagi saya,” ungkap Uriarte. Ia mengakui bahwa masih banyak yang perlu dipelajari untuk dapat mempertahankan momentum di barisan depan. Persaingan di kelas Moto3 memang sangat ketat, di mana banyak pembalap mampu mencatatkan waktu yang sangat berdekatan.
“Saya belajar banyak dari semua situasi yang muncul, termasuk mengikuti para pembalap di depan, meskipun saya tidak dapat bertahan bersama mereka terlalu lama,” jelas Uriarte. Ia menambahkan, “Saya senang karena ini adalah akhir pekan di mana kami membangun dari bawah, latihan demi latihan, dan hasilnya bagus.”
Uriarte juga tidak lupa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kru tim yang telah bekerja keras untuk menemukan setelan motor terbaiknya. “Saya ingin berterima kasih kepada tim atas semua dukungan dan kerja keras mereka sepanjang akhir pekan,” ucapnya.
Kini, fokus Uriarte tertuju pada seri kedua Moto3 2026 yang akan diselenggarakan di Autodromo de Goiana-Ayrton Senna, Brasil. Ia menegaskan keinginannya untuk bangkit dan bertarung di barisan depan.
Target di Sirkuit Brasil
Uriarte memiliki harapan besar untuk seri Moto3 Brasil 2026. Ia bertekad untuk memperbaiki performanya dan bersaing lebih ketat dengan para pembalap papan atas.
- Mendekati Barisan Depan: Uriarte menargetkan untuk dapat berada lebih dekat dengan rombongan terdepan.
- Perbaikan Berkelanjutan: Ia bertekad untuk terus menunjukkan kemajuan di setiap seri balapan.
- Mengubah Nasib: Uriarte ingin mengubah hasil yang kurang memuaskan di seri pembuka menjadi performa yang lebih baik di Brasil.
“Saya berharap bisa lebih dekat dengan barisan depan di Brasil dan terus membuat kemajuan di masa mendatang,” ujar Uriarte penuh optimisme.
Dengan tekad yang kuat dan dukungan penuh dari timnya, Brian Uriarte siap memberikan perlawanan sengit dan membuktikan kemampuannya di sirkuit Brasil. Persaingan antara Uriarte dan Veda Ega Pratama diprediksi akan semakin menarik untuk disaksikan di sisa musim Moto3 2026.




