Perjalanan Veda Ega Pratama di kancah balap motor internasional semakin gemilang. Pembalap muda berbakat asal Indonesia ini tidak hanya mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang mendapatkan dukungan penuh dari Red Bull, tetapi juga membuktikan kualitasnya di lintasan balap Moto3. Bergabung dengan keluarga besar Red Bull, sebuah nama yang identik dengan dunia olahraga ekstrem dan motorsport, menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi Veda. Dukungan dari Red Bull membuka pintu bagi Veda untuk tampil di level yang lebih tinggi dan bersaing dengan talenta-talenta terbaik dunia.
Debut Impresif di Moto3 Bersama Honda Team Asia
Musim balap tahun ini menandai debut Veda Ega Pratama di ajang Moto3. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Veda didaulat untuk membela tim Honda Team Asia. Keputusannya untuk terjun ke Moto3 disambut dengan antusiasme tinggi, tidak hanya oleh dirinya sendiri tetapi juga oleh para penggemar balap motor di Indonesia. Ia merasa sangat terhormat dan bersemangat untuk mewakili Indonesia di kancah internasional.
“Ya, saya sangat senang bisa bersama keluarga Red Bull dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang disponsori Red Bull,” ungkap Veda dalam sebuah kesempatan wawancara. Ia menambahkan, “Saya harap di masa depan, lebih banyak pembalap Indonesia dan atlet lain yang didukung oleh Red Bull. Tentunya sangat bagus.” Pernyataan ini menunjukkan ambisi Veda untuk membuka jalan bagi generasi pembalap Indonesia berikutnya.
Penampilan perdana Veda di Moto3 tidak main-main. Pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, Veda berhasil finis di posisi kelima. Balapan yang berlangsung selama 19 putaran tersebut menjadi saksi bisu kegigihan dan bakat alami Veda. Ia bahkan sempat menunjukkan performa yang lebih menjanjikan, bahkan sempat menempati posisi ketiga setelah berhasil menyalip Adrian Fernandez dari tim Leopard Racing pada lap ke-8.
Prestasi ini semakin dipertegas dengan statusnya sebagai rookie terbaik dan pembalap Honda terbaik di seri perdana Moto3 2026. Hal ini menunjukkan bahwa Veda tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi benar-benar siap bersaing dan memberikan yang terbaik.
Menguasai Sirkuit Buriram
Kepercayaan diri Veda di Sirkuit Buriram bukanlah tanpa alasan. Ia telah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk menghafalkan karakteristik sirkuit yang terkenal dengan tikungan-tikungannya yang menantang. Pemahaman mendalam mengenai lintasan ini memberinya keunggulan kompetitif sejak awal balapan.
Dalam balapan tersebut, Veda berhasil mengungguli beberapa rivalnya yang juga memiliki rekam jejak kuat di ajang Red Bull Rookies Cup musim lalu. Brian Uriarte, juara Red Bull Rookies Cup, finis di posisi ketujuh, sementara Hakim Danish harus puas di posisi ke-18 dan gagal meraih poin. Keberhasilan Veda melampaui mereka menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta yang patut diperhitungkan di Moto3.
Dengan raihan 11 poin dari seri perdana, Veda Ega Pratama menempatkan dirinya di posisi kelima dalam klasemen sementara Moto3. Ini adalah awal yang sangat positif bagi seorang rookie.
Perjuangan di Balik Prestasi
Di balik kesuksesan di lintasan, Veda menjalani rutinitas yang sangat disiplin. Ia mengungkapkan bahwa selama libur musim dingin, ia berlatih dengan keras sembari tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar di Indonesia. “Saya berlatih keras selama musim dingin dan saya harus sekolah di Indonesia. Tetapi, saya sekolah pagi sehingga saya berlatih saat sore sampai malam,” jelas Veda. Dedikasi ganda ini menunjukkan etos kerja yang luar biasa dari seorang pembalap muda.
Inspirasi dari Sang Legenda
Veda Ega Pratama tidak lepas dari sosok-sosok yang menginspirasinya. Marc Marquez, yang sebelumnya juga pernah mendapatkan dukungan dari Red Bull sebelum bergabung dengan tim pabrikan Ducati, adalah salah satu idola Veda. Selain Marquez, Veda juga menyebut Jade Laurens sebagai sumber inspirasinya.
“Jade Laurens dan Marc Marquez adalah sumber inspirasi saya karena karena dia sangat kuat di kelasnya masing-masing. Marquez di MotoGP dan Laurens di motocross, selain kuat mereka juga sangat konsisten yang membuat saya termotivasi,” tutur Veda. Konsistensi dan kekuatan yang ditunjukkan oleh para idolanya menjadi motivasi tambahan bagi Veda untuk terus berkembang.
Mimpi yang Menjadi Kenyataan
Keinginan untuk melihat logo Red Bull tersemat di helmnya adalah mimpi masa kecil Veda yang kini terwujud. Ia merasa sangat bangga dan termotivasi menjadi pembalap Indonesia yang mengenakan logo Red Bull di Moto3.
“Saya mengikuti kelas Moto3 sebagai atlet Red Bull. Saya sangat senang karena itu menjadi salah satu mimpi saya memiliki logo Red Bull di helm,” ujarnya dengan penuh kebahagiaan. “Mungkin saya pembalap Indonesia yang membalap di Moto3 dengan logo Red Bull di helm. Sangat senang dan memotivasi saya untuk bekerja lebih keras.”
Perasaan senang dan bangga ini menjadi bahan bakar semangat Veda untuk terus berlatih dan meraih impian-impian besarnya di dunia balap. “Itu mimpi saya dari kecil dan senang bisa terwujud. Pastinya membuat saya lebih bersemangat lagi untuk latihan dan meraih mimpi-mimpi saya,” tambahnya.
Menyongsong Seri Berikutnya
Setelah penampilan gemilang di Thailand, Veda Ega Pratama kini tengah fokus mempersiapkan diri untuk seri MotoGP Brasil 2026. Balapan kelas Moto3 ini akan berlangsung di Sirkuit Autódromo Internacional de Goiânia pada tanggal 20-23 Maret. Dengan bekal pengalaman dan motivasi yang tinggi, Veda siap untuk kembali memberikan kejutan di lintasan balap.




