Verrell/Aisyah: Duet Baru Ganda Campuran Indonesia, Langsung Debut di Dua Turnamen

Perombakan Duet Ganda Campuran: Verrell Yustin Mulia Gandeng Aisyah Salsabila Putri Pranata

Dunia bulu tangkis Indonesia kembali menyaksikan perombakan strategi di sektor ganda campuran dengan hadirnya pasangan duet baru. Verrell Yustin Mulia, yang sebelumnya aktif di nomor ganda putra, kini akan mencoba peruntungannya di ganda campuran bersama Aisyah Salsabila Putri Pranata. Perubahan ini terjadi menyusul mundurnya Pitha Haningtyas Mentari dan Lisa Ayu Kusumawati dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI, yang membuka ruang bagi regenerasi dan penyesuaian formasi.

Verrell Yustin Mulia, yang merupakan pemain binaan PB Djarum, bukanlah nama baru dalam kancah bulu tangkis. Keputusannya untuk kembali menekuni ganda campuran menandakan adanya potensi yang dilihat dalam kolaborasinya dengan Aisyah. Pasangan baru ini diharapkan dapat segera menemukan ritme dan chemistry yang kuat di lapangan.

Sementara itu, Aisyah Salsabila Putri Pranata sebelumnya telah membentuk duet yang cukup solid bersama Marwan Faza. Duet Faza/Aisyah bahkan sempat menorehkan prestasi membanggakan, termasuk meraih gelar juara di dua turnamen beruntun, yaitu Odisha Masters 2026 dan Guwahati Masters 2026. Peringkat dunia mereka pun sempat menyentuh posisi ke-22, dan mereka berhasil menembus turnamen bergengsi Malaysia Open 2026 Super 1000.

Perjuangan Marwan Faza dan Alasan Perubahan Pasangan

Namun, perjalanan duet Faza/Aisyah harus terhenti sementara akibat kondisi kesehatan mata Marwan Faza. Gangguan penglihatan pada mata kanannya mulai terlihat jelas saat mereka berlaga di Malaysia Open 2026. Faza mengalami penglihatan yang buram, yang sangat memengaruhi kemampuannya dalam bertanding, terutama ketika harus mengandalkan satu mata.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih dan ofisial PBSI. Pelatih ganda campuran pelatnas, Rionny Mainaky, menjelaskan bahwa keputusan untuk mengistirahatkan Faza diambil demi pemulihan kesehatannya. “Keputusan ini saya ambil untuk pemulihan mata Faza sebelah kanan yang kabur dan buram setelah Malaysia Open 2026 kemarin,” ujar Rionny beberapa waktu lalu. Faza telah menjalani pemeriksaan dan tindakan medis yang direkomendasikan oleh dokter.

Dokter pelatnas PBSI, dr. Hasna HM, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi Faza. Faza mengaku mengalami gangguan penglihatan yang signifikan pada mata kanannya, yang terasa buram. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap adanya peradangan pada saraf mata dan tekanan bola mata yang mencapai 38, jauh di atas angka normal (di bawah 20). Indikasi glaukoma pun muncul, sehingga Faza direkomendasikan untuk beristirahat total hingga penglihatannya kembali normal.

Harapan Baru untuk Duet Verrell/Aisyah

Dengan absennya Marwan Faza, PBSI mengambil langkah strategis dengan memasangkan Aisyah Salsabila Putri Pranata dengan Verrell Yustin Mulia. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa duet ini akan menjadi solusi sementara sambil menunggu Marwan Faza pulih sepenuhnya. “Untuk Aisyah Salsabila Putri Pranata, sementara akan kami pasangkan dengan Verrell Yustin Mulia sambil menunggu Marwan Faza kembali pulih,” jelas Eng Hian.

Verrell Yustin Mulia, yang sebelumnya belum memiliki pasangan tetap di ganda putra, kini akan memfokuskan latihannya di sektor ganda campuran. Hal ini menunjukkan keseriusan PBSI dalam memanfaatkan potensi pemain dan mencari formasi terbaik untuk kompetisi mendatang.

Debut di Sri Lanka: Ujian Awal bagi Verrell/Aisyah

Debut resmi pasangan Verrell Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata dijadwalkan akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Mereka akan langsung dihadapkan pada dua turnamen beruntun di Sri Lanka, yaitu Sri Lanka International Series yang berlangsung pada 9-15 Maret, diikuti oleh Sri Lanka International Challenge 2026 dari tanggal 16 hingga 22 Maret.

Turnamen di Sri Lanka ini akan menjadi ajang pembuktian awal bagi duet baru ini. Kemistri dan adaptasi mereka di lapangan akan sangat krusial. Harapannya, Aisyah yang sudah memiliki pengalaman bermain di level tinggi bersama Faza, dapat membantu Verrell beradaptasi dengan cepat. Duet ini diharapkan mampu mencetak hasil yang setara, bahkan lebih baik, dari capaian Faza/Aisyah sebelumnya.

Perombakan ini mencerminkan dinamika dalam dunia olahraga profesional, di mana adaptasi dan regenerasi menjadi kunci untuk menjaga performa dan meraih prestasi. Dengan kombinasi pengalaman Aisyah dan potensi Verrell, duet ganda campuran Indonesia ini memiliki peluang untuk kembali bersaing di kancah internasional.

Pos terkait