Warga RT 08 Rua Ternate Terancam Abrasi: Kami Tidak Baik-Baik Saja, Ibu Sherly Laos

Warga RT 08 Kelurahan Rua Terus Menghadapi Ancaman Abrasi

Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, kembali menghadapi ancaman abrasi yang telah terjadi sejak tahun 2021. Hantaman ombak dan pasang air laut yang terus-menerus menyerang pesisir membuat warga hidup dalam ketakutan, terutama saat malam hari dan musim ombak tiba.

Kondisi terkini di wilayah tersebut disebut semakin memprihatinkan. Air laut sering kali meluap hingga masuk ke dalam rumah warga, menyebabkan mereka tidak bisa tidur dengan tenang.

Warga setempat bahkan menyebut kondisi ini sebagai “tidur tara sono”, karena harus terus berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu ombak besar menerobos masuk ke dalam rumah. Tidak hanya mengganggu aktivitas dan waktu istirahat, abrasi juga menyebabkan kerugian material. Saat ombak besar datang, sejumlah perabot rumah tangga seperti kursi hingga peralatan dapur hanyut terbawa arus laut.

Beberapa rumah yang berada paling dekat dengan bibir pantai kini bahkan disebut sudah dalam kondisi kritis dan terancam ambruk. Warga pun terpaksa bergotong royong memindahkan barang-barang berharga ke rumah kerabat atau tetangga yang dinilai lebih aman.

Menurut warga, kondisi ini bukanlah kejadian baru, melainkan bencana tahunan yang terus berulang, terutama saat memasuki musim ombak pada bulan Desember. Dalam kondisi penuh kecemasan itu, warga berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera turun tangan memberikan solusi konkret. Mereka juga secara khusus meminta Gubernur Maluku Utara Sherly Laos untuk datang langsung melihat kondisi pesisir RT 08 Kelurahan Rua.

“Kami mohon Ibu turun lihat langsung supaya Ibu lebih cepat ambil langkah biar semua ini bisa terselesaikan dengan cepat. Kami sangat mengharapkan Ibu,” ujar salah satu perwakilan warga.

Warga mengaku saat ini mereka berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja akibat ancaman abrasi yang terus menghantui setiap tahun. Selain kepada gubernur, warga juga menyampaikan harapan kepada Wali Kota Ternate agar memberi perhatian lebih terhadap kondisi pesisir di Kelurahan Rua.

Warga menyayangkan karena hingga kini belum ada peninjauan langsung terhadap rumah-rumah yang rusak maupun kerugian warga akibat perabot yang hanyut terbawa ombak. Kini warga RT 08 Kelurahan Rua hanya berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah demi mencegah abrasi semakin parah dan mengancam keselamatan mereka.

Perubahan Signifikan pada Kondisi Pesisir

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa kondisi pesisir di wilayah tersebut berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dahulu, jarak antara rumah warga dengan bibir pantai terbilang aman, berkisar 10 hingga 15 meter. Akan tetapi akibat abrasi yang terus mengikis daratan, kini jaraknya menyusut tajam menjadi hanya 3 sampai 5 meter.

Ketiadaan infrastruktur pengaman seperti talud maupun pemecah ombak di belakang pemukiman memperparah keadaan. Walhasil, setiap kali air pasang dan musim ombak tiba, air laut tanpa penghalang langsung menerobos masuk ke dalam rumah.

Keadaan ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mencegah semakin buruknya kondisi pesisir dan menjaga keselamatan warga.

Pos terkait