Waspada Palsu, Masyarakat Diminta Periksa Surat Tugas Saat Pengukuran Tanah

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Masyarakat Saat Petugas Ukur Datang

Masyarakat yang dihubungi oleh petugas ukur untuk melakukan pengukuran tanah diminta agar memastikan bahwa petugas tersebut adalah petugas resmi dari Kantor Pertanahan (Kantah). Tindakan ini penting dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dan menghindari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, menjelaskan beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk memastikan keabsahan petugas ukur yang datang ke lokasi. “Masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu bahwa petugas yang datang merupakan petugas resmi dengan meminta menunjukkan identitas kedinasan serta surat tugas yang menjadi dasar pelaksanaan pengukuran,” ujar Agus Apriawan dalam keterangannya pada Jumat (03/04/2026).

Setiap kegiatan pengukuran tanah di lapangan selalu didasarkan pada permohonan layanan pertanahan yang telah diajukan sebelumnya oleh masyarakat. Dengan begitu, petugas ukur yang datang seharusnya membawa surat tugas atau dokumen penugasan resmi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran tersebut. “Pengukuran lapangan dilaksanakan berdasarkan surat tugas dan nomor berkas permohonan pelayanan. Karena itu, keberadaan surat tugas menjadi indikator kuat bahwa kegiatan pengukuran tersebut memang resmi,” jelas Agus Apriawan.

Selain memeriksa identitas dan surat tugas, masyarakat juga dapat menanyakan beberapa informasi dasar terkait kegiatan pengukuran. Misalnya, nomor berkas permohonan, nama pemohon, lokasi bidang tanah yang akan diukur, serta tujuan pengukuran yang dilakukan. Agus Apriawan menyampaikan bahwa setiap tujuan pengukuran yang dilakukan oleh petugas ukur bisa beragam. Pengukuran bisa dilakukan untuk pendaftaran tanah pertama kali, pemecahan bidang tanah, pemisahan bidang, pengembalian batas, maupun penataan batas.

Dalam praktik pelayanan pertanahan, setiap kegiatan pengukuran selalu terhubung dengan berkas pelayanan tertentu sehingga petugas ukur resmi seharusnya dapat menjelaskan konteks pelayanan yang sedang dijalankan. Apabila masyarakat masih merasa ragu, mereka dapat melakukan verifikasi langsung ke Kantah setempat untuk memastikan apakah benar terdapat kegiatan pengukuran pada waktu tersebut.

“Jika petugas datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, tidak dapat menunjukkan identitas atau surat tugas, atau informasi yang disampaikan tidak jelas, masyarakat dapat melakukan verifikasi ke Kantah. Ini merupakan langkah kehati-hatian yang wajar,” pungkas Agus Apriawan.

Tips Tambahan untuk Memastikan Keabsahan Petugas Ukur

  • Masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi keberadaan petugas ukur sebelum memperbolehkan mereka masuk ke area tanah.
  • Pastikan petugas memiliki surat tugas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Jika ada keraguan, masyarakat dapat menghubungi Kantah setempat untuk konfirmasi lebih lanjut.
  • Jangan pernah memberikan data pribadi atau dokumen tanah kepada pihak yang tidak dikenal.
  • Jika diperlukan, mintalah petugas untuk menunjukkan kartu identitas resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan dan Kepercayaan

Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kepercayaan terhadap proses pengukuran tanah. Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat mencegah adanya penipuan atau penyalahgunaan wewenang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam memastikan keabsahan petugas juga mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan pertanahan.


Pos terkait