Pemerintah Daerah Mimika Pastikan Ketersediaan BBM Aman
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan Work From Home (WFH) maupun penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini disampaikannya dalam pernyataannya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Mimika masih dalam kondisi aman dan diperkirakan cukup untuk 12 hari ke depan. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak Pertamina guna memastikan ketersediaan BBM, baik avtur, minyak tanah, bensin, maupun solar.
“Saya sudah cek ke Kepala Dinas Perindag dan Pertamina, stok BBM kita masih aman untuk sekitar 12 hari ke depan. Dalam pengertian stok yang ada saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pasokan BBM tambahan akan kembali masuk pada awal April 2026. Ia mengatakan bahwa penghitungan dilakukan berdasarkan kuota yang masuk, sehingga kuota yang tersedia masih aman. Tinggal menunggu kapal masuk untuk distribusi berikutnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Bupati Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM di Mimika masih terkendali. Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan BBM agar tidak terjadi kelangkaan.
Terkait harga BBM eceran di lapangan, sampai saat ini masih terpantau stabil. Harga BBM di sejumlah kios eceran di Jalan Hasanudin masih normal dan belum mengalami kenaikan. Salah seorang pedagang kios sembako, Ida Suryani, mengatakan bahwa harga BBM eceran yang dijualnya masih stabil.
Untuk Pertalite dalam kemasan botol dijual seharga Rp20 ribu, sedangkan Pertalite di SPBU mini miliknya dijual Rp12.000 per liter. Minyak tanah dalam kemasan botol dibanderol Rp20.000, sementara dalam jeriken 5 liter dijual Rp50.000.
Ida mengaku hingga saat ini belum ada informasi terkait kenaikan harga, baik dari agen maupun sesama pedagang eceran. “Kalau sampai saat ini belum ada info kenaikan harga. Di antara sesama penjual juga masih normal. Memang ada kabar katanya tanggal 4 April akan naik, tapi sampai sekarang belum ada, jadi harga masih normal,” ujarnya.
Penjelasan tentang Efisiensi BBM
Pemerintah pusat diketahui telah melakukan beberapa kebijakan efisiensi sebagai upaya penghematan penggunaan bahan bakar. Salah satunya adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA), yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi BBM. Namun, hingga saat ini kebijakan tersebut belum sampai ke tingkat pemerintah daerah.
Johannes Rettob menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi ini dilakukan pemerintah pusat sebagai salah satu upaya penghematan penggunaan bahan bakar. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah belum menerima surat edaran maupun kebijakan terbaru terkait pengaturan BBM, termasuk kebijakan efisiensi yang sempat disampaikan di tingkat kementerian.
Persiapan Pasokan BBM
Selain itu, Bupati Mimika juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan ketersediaan BBM. Ia mengatakan bahwa seluruh komponen seperti avtur, minyak tanah, bensin, dan solar sudah dipastikan aman.
Dengan adanya persiapan yang matang, masyarakat dapat merasa tenang dan percaya bahwa ketersediaan BBM di wilayah Mimika tetap tercukupi. Ia berharap, harga BBM tetap terjangkau oleh masyarakat dan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
Kondisi Pasokan BBM Saat Ini
Menurut laporan dari . com, harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah kios eceran di Jalan Hasanudin masih terpantau normal dan belum mengalami kenaikan. Harga BBM di tingkat agen atau SPBU juga masih stabil, seperti pertalite dijual sekitar Rp10.000 per liter.
Ida Suryani menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi terkait kenaikan harga, baik dari agen maupun sesama pedagang eceran. Ia berharap, stok BBM tercukupi sehingga harga BBM tetap terjangkau oleh masyarakat.





