Bencana Longsor dan Pohon Tumbang Landa Wonosobo Akibat Hujan Deras
Wonosobo – Guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung selama kurang lebih empat jam pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, telah memicu serangkaian bencana alam di berbagai wilayah Kabupaten Wonosobo. Peristiwa ini mencakup tanah longsor dan pohon tumbang, yang sayangnya berujung pada korban jiwa, korban luka, serta terganggunya akses transportasi vital bagi masyarakat setempat.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi tersebut memicu pergerakan tanah di sejumlah area yang dikenal sebagai daerah rawan longsor. Prioritas utama kekhawatiran adalah permukiman yang terletak di lereng-lereng perbukitan.
Dampak Longsor di Kecamatan Leksono
Kecamatan Leksono menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Laporan mencatat terjadinya tanah longsor di dua desa yang berbeda.
Desa Besani, Dusun Srandil: Peristiwa longsor pertama di kecamatan ini terjadi di Dusun Srandil, Desa Besani. Material longsoran diketahui menimpa salah satu rumah warga. Akibat kejadian tersebut, satu orang penghuni rumah dilaporkan mengalami luka ringan dan segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.
Desa Wonokasian: Kejadian serupa juga terjadi di Desa Wonokasian, masih dalam lingkup Kecamatan Leksono. Material longsor kembali menghantam rumah warga, namun kali ini dengan konsekuensi yang lebih tragis. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu warga lainnya mengalami luka ringan dan tengah menjalani perawatan medis. Pihak BPBD hingga kini masih terus melakukan pendataan dan upaya penanganan di lokasi terdampak bencana ini.
Cuaca Ekstrem Meluas ke Kecamatan Selometo
Dampak cuaca ekstrem tidak berhenti di Kecamatan Leksono. Kecamatan Selometo juga turut merasakan keparauhan akibat fenomena alam ini.
Desa Plobangan: Di Desa Plobangan, tanah longsor dilaporkan menutup akses jalan di sekitar area Makam Ki Ageng Wanusaba. Kejadian ini secara langsung menghambat mobilitas warga dan aktivitas di sekitar lokasi tersebut.
Desa Gunung Tawang: Masih di Kecamatan Selometo, namun di desa yang berbeda, yaitu Desa Gunung Tawang, terjadi peristiwa pohon tumbang. Sebuah pohon besar dilaporkan tumbang dan menutup ruas Jalan Provinsi yang menghubungkan Wonosobo dengan Banjarnegara. Kejadian ini sempat menimbulkan gangguan signifikan terhadap arus lalu lintas di jalur strategis tersebut. Menanggapi situasi darurat ini, BPBD bersama unsur terkait lainnya bergerak cepat melakukan penanganan. Upaya pembersihan dan evakuasi material pohon berhasil dilakukan, sehingga akses jalan kini telah dibuka kembali dan dinyatakan aman.
Gangguan Akses di Kecamatan Kalikajar
Selain dua kecamatan sebelumnya, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kalikajar. Tepatnya di Desa Perboto, material longsoran menutup ruas Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Perboto dengan Desa Mungkung. Penutupan jalan ini tentu saja menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Data Korban dan Imbauan Kewaspadaan
Secara keseluruhan, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Wonosobo, tercatat satu korban meninggal dunia akibat serangkaian kejadian bencana alam ini. Selain itu, terdapat dua korban luka ringan yang seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan dalam kondisi stabil.
Proses penanganan bencana ini telah dimulai sejak malam kejadian dan sebagian masih dilanjutkan pada hari berikutnya untuk memastikan semua area terdampak tertangani dengan baik.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, BPBD Kabupaten Wonosobo mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Kewaspadaan tinggi sangat ditekankan, terutama bagi warga yang berdomisili di daerah rawan longsor atau berada di dekat lereng perbukitan. Masyarakat diminta untuk selalu siaga dan proaktif melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda awal pergerakan tanah, keretakan di dinding rumah, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan. Respons cepat dari masyarakat dapat membantu mencegah potensi bencana yang lebih besar dan melindungi keselamatan jiwa serta harta benda.





