Yogyakarta Gelar Pameran Kuliner Besar

Yogyakarta menjadi pusat perhelatan pameran kuliner besar pada 8–11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Pameran yang bertajuk Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process Expo 2026 ini akan menjadi panggung bagi lebih dari 110 peserta dan berbagai komunitas yang menggabungkan pameran pengemasan sekaligus. Acara ini menawarkan wadah untuk memperkenalkan inovasi di berbagai sektor industri makanan dan minuman.

Daud D. Salim, panitia penyelenggara acara tersebut, menjelaskan bahwa pameran kuliner ini memiliki ciri khas karena juga menampilkan berbagai inovasi di sektor pangan, mulai dari teknologi food processing, peralatan dapur profesional, hingga bahan baku berkualitas dan functional ingredient. Meskipun situasi ekonomi dunia masih dipenuhi ketidakpastian akibat dinamika seperti konflik di Timur Tengah, ia meyakini industri kreatif tetap tumbuh dalam pameran ini. “Pengunjung dan wisatawan bisa melihat dari dekat perpaduan antara kreativitas, teknologi, dan peluang bisnis guna memperkuat ekosistem industri kuliner, pengemasan, serta grafika secara terintegrasi,” ujarnya.

Menurutnya, sektor kuliner bukan hanya sekadar komoditas turunan pariwisata. Namun juga terkait bagaimana industri itu dikelola dengan baik, mulai dari segi pengemasannya hingga brandingnya. “Kemasan kini menjadi wajah pertama yang mampu meningkatkan nilai jual produk kuliner secara signifikan,” katanya. Kebutuhan pengemasan berkualitas, terutama dalam pemenuhan standar bahan food grade, pun semakin meningkat.

Dalam ajang ini, pelaku usaha kuliner juga bisa melihat berbagai inovasi teknologi cetak digital resolusi tinggi, cetak label, teknologi UV dan hybrid, serta opsi personalisasi yang mendukung penguatan identitas produk bagi produsen dan pemilik merek kuliner. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkuat citra merek mereka.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, menyampaikan bahwa pameran ini bisa menjadi referensi bagaimana berbagai sektor dalam industri kuliner saling melengkapi di Yogyakarta. “Kuliner di Yogyakarta memiliki pasar terbuka terhadap hal baru, termasuk minat dari generasi muda terhadap produk inovatif. Pelaku UMKM tetap menjaga konsistensi mutu, legalitas, dan sertifikasi,” kata dia.

Dalam pameran yang digagas oleh Krista Exhibitions tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai event unggulan seperti Baking & Cooking Demo, demonstrasi teknik memasak dari Chef Lucky P. Katili hingga inspirasi kuliner dari Chef Edli Haryanto (Let’s Eat) yang menyajikan Crispy Tofu Sweet Chili hingga Tom Yum. Selain itu, ada juga Bakat Boga Challenge yang menjadi wadah kompetisi kreativitas kuliner.

Di sektor kopi dan teh, akan digelar kompetisi ICAB ROC Coffee Competition, ajang roasting profesional J-ROC, serta sesi edukasi dari Dewan Teh Indonesia mengenai sains perisa teh dan pembuatan Natural & Sugar Free Milk Tea. Ketua Umum Dewan Teh Indonesia, Iriana Ekasari, menekankan pentingnya edukasi mengenai hilirisasi produk teh agar komoditas nasional tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah. “Kita harus memperkuat produk hilir dengan inovasi rasa dan kualitas yang sesuai selera pasar modern. Edukasi seperti ini membantu UMKM memahami tren dan standar yang dibutuhkan,” ujarnya.

Pos terkait