Kenangan Terakhir dan Impian yang Belum Terwujud: Yura Yunita Berbagi Momen dengan Vidi Aldiano
Duka mendalam menyelimuti dunia musik Tanah Air dengan kepergian musisi berbakat Vidi Aldiano. Di tengah kesedihan yang dirasakan oleh keluarga dan sahabat, salah satu sahabat terdekatnya, penyanyi Yura Yunita, berbagi kisah haru mengenai impian yang sempat terucap bersama almarhum Vidi Aldiano. Impian tersebut kini tak lagi dapat diwujudkan, meninggalkan kenangan manis sekaligus rasa kehilangan yang mendalam.
Yura Yunita mengungkapkan bahwa impian terakhir yang ia bagi bersama Vidi Aldiano adalah untuk menunaikan ibadah haji bersama. Sebuah cita-cita mulia yang menggambarkan kedekatan spiritual di antara keduanya. “Terakhir mimpi kami bareng-bareng pengin haji bareng-bareng,” ujar Yura Yunita saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/3). Ucapan tersebut disampaikan dengan nada pilu, merefleksikan betapa berartinya momen tersebut baginya.
Perjalanan Spiritual dan Doa di Tanah Suci
Ironisnya, Yura Yunita baru saja menyelesaikan ibadah umrah bersama suaminya, Donne Maula. Kepulangannya ke Tanah Air dipercepat tatkala mendengar kabar duka atas meninggalnya Vidi Aldiano, suami dari aktris Sheila Dara. Momen ibadah umrah tersebut justru dimanfaatkannya untuk mendoakan sahabatnya yang tengah berjuang melawan penyakit kanker ginjal.
Di hadapan Ka’bah, tempat yang paling suci dalam Islam, Yura Yunita menuliskan sesuatu yang ditujukan untuk Vidi Aldiano. “Terus dua hari sebelum berpulang (aku) sempat nulis sesuatu di depan Ka’bah,” tuturnya, menyiratkan bahwa doa dan harapan tulus telah ia panjatkan di sana. Tindakan ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional dan spiritual antara Yura dan Vidi.
Janji yang Tak Terpenuhi dan Kepergian yang Indah
Lebih menyedihkan lagi, Yura Yunita mengaku sempat memiliki janji untuk bertemu dengan Vidi Aldiano pada sore hari kepergiannya. Sebuah pertemuan yang direncanakan, namun takdir berkata lain. Tuhan memiliki rencana yang berbeda, dan Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (7/3) pukul 16.33 WIB.
“Terus emang janjian sore ini jam empat sore mau ketemu, tapi ternyata ketemunya langsung di tempat istirahat terakhir,” ucap Yura Yunita dengan suara bergetar. Momen perpisahan yang tak terduga ini tentu meninggalkan luka mendalam baginya.
Meskipun demikian, Yura Yunita mencoba melihat sisi positif dari kepergian sahabatnya. Ia meyakini bahwa Vidi Aldiano meninggal dalam keadaan yang indah. “Alhamdulillah meninggalnya dengan indah, di hari yang indah, di hari turunnya Al-Quran, di bulan puasa juga, jadi insya Allah husnul khotimah, Beb (Vidi Aldiano),” tambahnya dengan penuh keyakinan, berharap agar sahabatnya mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Perjuangan Melawan Kanker dan Pemakaman yang Khidmat
Vidi Aldiano telah berjuang keras melawan penyakit kanker yang dideritanya selama enam tahun. Kepergiannya di usia yang masih tergolong muda, 35 tahun, tentu menyisakan duka yang mendalam bagi industri hiburan Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang ceria, berbakat, dan memiliki banyak penggemar.
Jenazah Vidi Aldiano kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Suasana pemakaman berlangsung khidmat, dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, dan para sahabat artis yang turut mengantarkan sang musisi ke peristirahatan terakhirnya. Kehadiran Yura Yunita dan banyak figur publik lainnya menjadi saksi betapa dicintainya Vidi Aldiano oleh banyak orang.
Kisah Yura Yunita ini menjadi pengingat akan betapa berharganya setiap momen kebersamaan dengan orang terkasih. Impian yang belum terwujud memang menyakitkan, namun kenangan dan doa yang tulus akan selalu abadi. Kepergian Vidi Aldiano menjadi kehilangan besar, namun semangat dan karya-karyanya akan terus hidup di hati para penggemarnya.




