Yusuf Rio: Dari Ketua BEM ke Janji Kerja via Video Call LC

Bupati Situbondo yang Viral: Kisah Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Pendekatan Uniknya

Perhatian publik terhadap para pemimpin daerah di Indonesia memang tak pernah surut. Mulai dari kebijakan yang dikeluarkan, hingga kontroversi yang kerap mewarnai pemberitaan. Dalam beberapa waktu terakhir, isu-isu seputar kepala daerah menjadi topik hangat, bahkan tak sedikit yang harus berurusan dengan hukum akibat operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di tengah dinamika tersebut, sosok Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, muncul dan mencuri perhatian khalayak luas.

Pria yang akrab disapa Rio ini menjadi perbincangan hangat setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya melakukan panggilan video (video call) dengan seorang pemandu lagu atau Ladies Companion (LC) beredar luas. Dalam percakapan tersebut, Bupati Rio tidak hanya sekadar berinteraksi, tetapi juga menunjukkan kepedulian dengan membujuk wanita tersebut untuk meninggalkan profesinya sebagai LC dan berjanji akan mencarikannya pekerjaan lain yang lebih baik. Sikap yang dianggap mengayomi dan merangkul semua kalangan ini sontak menuai pujian dari banyak pihak, khususnya para warganet.

Momen Viral: Video Call Bupati dengan Pemandu Lagu

Viralnya video tersebut bermula ketika seorang wanita yang mengaku sebagai perwakilan LC di Situbondo menghubungi Bupati Rio melalui panggilan video. Dalam percakapan yang terekam dan diunggah di sebuah akun media sosial, wanita tersebut menyampaikan keluhannya mengenai penutupan tempat hiburan selama bulan Ramadan yang berimbas pada hilangnya mata pencaharian para LC.

“Pak Rio kapan kafe Situbondo dibuka? Dikarenakan LC, janda-janda nggak kerja sama sekali, Pak,” ujar wanita tersebut dalam video tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Rio lantas menanyakan asal wanita itu dan identitasnya sebagai perwakilan LC. Ia kemudian memberikan saran agar wanita tersebut mencari pekerjaan lain. Poin yang paling menarik perhatian adalah ketika Bupati Rio secara langsung menawarkan bantuan untuk mencarikan pekerjaan baru bagi wanita itu, dengan syarat ia harus berhenti dari profesinya sebagai LC.

“Sudah berhenti saja jadi LC ya. Cari pekerjaan lain saja ya. Saya carikan kerja. Pokoknya kamu janji berhenti ya,” pinta Bupati Rio.

Tawaran tersebut disambut baik oleh wanita LC itu, yang terlihat senang dan menyatakan kesiapannya untuk berhenti. Aksi Bupati Rio ini segera menuai pujian dari warganet. Banyak yang menganggapnya sebagai pemimpin yang merangkul semua elemen masyarakat tanpa pandang bulu. Komentar seperti, “Bener-bener pemimpin yang diharapkan rakyat, dari semua golongan tetap dirangkul. Sehat selalu Pak Bupati, bersyukurlah jadi warga Situbondo,” dan “Ini baru benar, tidak menghakimi tapi mencarikan solusi buat mereka supaya dapat pekerjaan yang lebih baik,” membanjiri kolom komentar. Video tersebut bahkan telah ditonton jutaan kali, menunjukkan tingginya minat publik terhadap pendekatan kepemimpinan yang humanis ini.

Profil Singkat: Latar Belakang dan Perjalanan Karier Yusuf Rio Wahyu Prayogo

Di balik sosok bupati yang viral karena aksinya yang menyentuh, tersimpan latar belakang pendidikan dan organisasi yang mumpuni. Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., lahir di Situbondo pada tanggal 30 Maret 1984. Ia tumbuh dan besar di lingkungan yang sederhana di tanah kelahirannya. Perjalanan hidupnya menunjukkan konsistensi dalam menempuh pendidikan, aktif berorganisasi, hingga berkiprah di dunia profesional sebelum akhirnya memimpin Situbondo.

Pendidikan dasarnya dimulai di SDN 2 Dawuhan Situbondo, dilanjutkan ke SMPN 1 Situbondo, dan SMA N 1 Situbondo. Sejak masa sekolah, Rio dikenal sebagai pribadi yang aktif dan memiliki ketertarikan pada kepemimpinan. Minat ini semakin terasah ketika ia melanjutkan studi ke Universitas Jember. Di lingkungan kampus inilah, ia menemukan wadah untuk mengembangkan potensi kepemimpinannya.

Selama masa kuliah, Yusuf Rio tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Puncak kiprahnya di dunia mahasiswa adalah ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Jember pada periode 2007–2008. Tak berhenti di situ, ia kemudian dipercaya untuk memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember secara keseluruhan pada periode 2008–2009. Pengalaman ini memberikannya bekal berharga dalam mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta pengambilan keputusan strategis.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya, Yusuf Rio tidak langsung terjun ke dunia politik. Ia menapaki dunia profesional dengan memegang berbagai peran strategis. Ia pernah menjabat sebagai CEO di Politika Research & Consulting, serta menjadi Direktur di PT. Sumber Arthayasa Bersama. Jiwa kewirausahaannya juga terlihat jelas dari kepemilikannya atas beberapa usaha, termasuk My Way Coffee dan DKN Company. Pengalaman luas di dunia bisnis ini memberikannya pemahaman mendalam tentang manajemen, ekonomi, dan dinamika masyarakat yang kompleks.

Di bidang organisasi, keterlibatannya terus berlanjut. Ia aktif sebagai pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan sejak tahun 2021 hingga sekarang, serta tercatat sebagai salah satu Dewan Pendiri Yayasan Mara Marda Institute sejak tahun 2020. Berbagai pengalaman ini membentuknya menjadi sosok pemimpin yang matang dan berwawasan luas.

Kiprah Politik dan Kemenangan dalam Pilkada

Perjalanan Yusuf Rio Wahyu Prayogo di dunia politik memuncak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Ulfiyah. Pasangan calon nomor urut 1 ini berhasil meraih suara terbanyak, mengungguli petahana Karna Suswandi dan Nyai Khoirani.

Berdasarkan data perolehan suara sah yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU):

  • Yusuf Rio Wahyu Prayogo – Ulfiyah: Meraih 202.479 suara.
  • Karna Suswandi – Nyai Khoirani: Meraih 188.782 suara.

Kemenangan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Situbondo terhadap visi dan misi yang diusung oleh pasangan Rio-Ulfiyah untuk memimpin daerah mereka ke depan.

Laporan Harta Kekayaan Bupati Situbondo

Sebagai pejabat publik, Yusuf Rio Wahyu Prayogo wajib melaporkan harta kekayaannya kepada negara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 13 Agustus 2024, total harta kekayaan yang dimiliki Rio mencapai Rp. 3.035.000.000.

Berikut adalah rincian lengkap dari harta kekayaan tersebut:

  • Tanah dan Bangunan: Rp. 3.470.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 135 m²/50 m² di Kab/Kota Jember, hasil sendiri: Rp. 520.000.000
    • Tanah seluas 90 m² di Kab/Kota Jember, hasil sendiri: Rp. 400.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 197 m²/70 m² di Kab/Kota Jember, hasil sendiri: Rp. 550.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 128 m²/200 m² di Kab/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp. 2.000.000.000
  • Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 420.000.000
    • Mobil, Toyota Zenix Tahun 2023, hasil sendiri: Rp. 400.000.000
    • Motor, Yamaha Filano Tahun 2023, hasil sendiri: Rp. 20.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp. 31.000.000
  • Surat Berharga: Rp. 650.000.000
  • Kas dan Setara Kas: Rp. 150.000.000
  • Harta Lainnya: Rp. —-
  • Sub Total: Rp. 4.721.000.000
  • Utang: Rp. 1.686.000.000
  • Total Harta Kekayaan (Sub Total – Utang): Rp. 3.035.000.000

Angka-angka ini menunjukkan gambaran aset dan kewajiban yang dimiliki oleh Bupati Situbondo, memberikan transparansi kepada publik mengenai kondisi finansialnya.

Pos terkait