Arus Balik Libur Nataru: Terminal Tanjung Priok Mulai Ramai, Penumpang Kembali ke Jakarta
Terminal Bus Tanjung Priok, yang berlokasi di Jakarta Utara, kini mulai menunjukkan geliat aktivitas seiring dengan kepulangan para pemudik yang merayakan libur Natal dan Tahun Baru di kampung halaman. Sejak Kamis (1 Januari 2026) hingga Sabtu (3 Januari 2026) pagi, tercatat lonjakan penumpang yang signifikan, dengan 1.336 orang tiba menggunakan 147 unit bus.
Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi, menyatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang, lonjakan tersebut belum mencapai puncaknya. Ia memperkirakan arus balik akan terus berlangsung secara bertahap, terutama mengingat para pelajar akan segera kembali masuk sekolah pada lusa.
“Kami melihat adanya peningkatan, namun belum bisa dikatakan signifikan. Arus balik diprediksi masih akan berlangsung secara bertahap karena anak sekolah baru akan mulai masuk sekolah lusa,” ujar Sandi dalam keterangan resminya.
Menurut Sandi, mayoritas penumpang yang kembali ke Jakarta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pihaknya memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada hari Minggu, 4 Januari 2026. Harapan utama dari pihak pengelola terminal adalah agar arus balik ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar, sehingga seluruh masyarakat dapat kembali ke Ibu Kota dengan selamat dan nyaman.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Tanjung Priok sejak 1 Januari hingga Sabtu pagi tercatat sebanyak 885 orang dengan menggunakan 172 unit bus. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sandi menambahkan, “Kami berharap seluruh penumpang tetap mematuhi peraturan yang ada dan memanfaatkan fasilitas terminal dengan baik. Para petugas juga terus bersiaga penuh untuk memastikan pelayanan tetap optimal bagi seluruh pengguna jasa.”
Beberapa penumpang memang memilih untuk kembali lebih awal ke Jakarta. Keputusan ini diambil mengingat Senin, 5 Januari 2026, merupakan hari kembalinya anak-anak sekolah ke bangku pendidikan.
Salah satu contohnya adalah Andhika (43), seorang pengguna jasa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ia baru saja kembali dari Madura bersama keluarganya menggunakan bus Sinar Jaya setelah menghabiskan liburan selama satu minggu di kampung halaman.
“Saya memutuskan untuk pulang lebih awal agar bisa beristirahat. Anak-anak sudah mulai masuk sekolah pada hari Senin. Alhamdulillah, perjalanan pulang kami lancar dan aman,” ungkap Andhika.
Upaya Kementerian Perhubungan untuk Kelancaran Arus Balik
Dalam rangka memastikan kelancaran dan keselamatan layanan transportasi selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, khususnya untuk moda transportasi darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara aktif melakukan monitoring di berbagai simpul transportasi utama di seluruh Indonesia.
Kemenhub mencatat bahwa total keberangkatan penumpang angkutan umum dari tanggal 18 Desember 2025 (H-7 Natal) hingga 31 Desember 2025 (H+6 Natal) mencapai 15.993.051 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,04% dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025 yang mencatat 14.941.524 orang.
Dari total tersebut, angkutan darat berupa bus yang melalui Terminal Tipe A dan Tipe B di seluruh Indonesia dilaporkan telah mengangkut sebanyak 2.409.718 orang. Sementara itu, moda transportasi kereta api menjadi yang paling padat, dengan total penumpang mencapai 5,8 juta orang.
Angka-angka ini diprediksi akan terus mengalami penambahan seiring dengan berlanjutnya arus balik hingga hari ini. Pihak Kemenhub berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan seluruh aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang terpenuhi selama masa krusial ini.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Arus Balik:
- Kembalinya Aktivitas Sekolah: Keputusan banyak keluarga untuk kembali lebih awal didorong oleh dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada awal pekan. Hal ini menjadi pertimbangan utama bagi orang tua agar anak-anak mereka tidak ketinggalan pelajaran.
- Perbedaan Waktu Libur: Durasi libur yang berbeda-beda antar individu atau keluarga dapat memengaruhi kapan mereka memutuskan untuk kembali. Ada yang mengambil libur lebih panjang, ada pula yang lebih singkat untuk menyesuaikan dengan jadwal kerja atau sekolah.
- Kondisi Lalu Lintas: Menghindari kemacetan parah yang kerap terjadi di akhir pekan libur panjang menjadi salah satu alasan sebagian pemudik memilih kembali lebih awal.
- Perencanaan Keuangan: Beberapa pemudik mungkin juga mempertimbangkan biaya tambahan yang timbul akibat liburan yang diperpanjang, seperti biaya akomodasi atau kebutuhan lainnya.
Pihak terminal dan pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh penumpang yang kembali. Koordinasi antar instansi terkait diharapkan dapat meminimalkan kendala dan memastikan kelancaran arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026.






