Misteri Kematian Satu Keluarga di Tanjung Priok: Polisi Dalami Keterangan Saksi dan Tunggu Hasil Autopsi
Jakarta Utara – Sebuah peristiwa tragis menggemparkan warga di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebuah keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan mereka, meninggalkan teka-teki yang masih coba dipecahkan oleh pihak kepolisian. Hingga kini, penyelidikan intensif terus dilakukan, dengan fokus utama pada pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian dan menunggu hasil otopsi serta pemeriksaan toksikologi untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian para korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukaha, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan belum mengarah pada kesimpulan final. “Penambahannya masih memeriksa saksi-saksi,” ujar AKBP Onkoseno saat dikonfirmasi pada Minggu, 4 Januari 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang dapat membantu menerangi kasus yang sangat memilukan ini.
Puluhan Saksi Diperiksa, Satu Korban Selamat Masih Kritis
Sejauh ini, tim kepolisian telah berhasil memeriksa sepuluh orang saksi. Seluruh saksi yang dimintai keterangan merupakan tetangga korban, yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas dan kondisi keluarga tersebut sebelum kejadian nahas ini terjadi. Keterangan dari para tetangga ini sangat krusial untuk merekonstruksi kronologi peristiwa.
Namun, penyelidikan masih terkendala oleh kondisi salah satu anggota keluarga yang selamat. Anak dari almarhumah S ini, yang ditemukan dalam kondisi kritis, belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisinya yang masih lemah menjadi prioritas utama tim medis, dan begitu ia pulih, keterangan darinya diharapkan dapat menjadi titik terang penting dalam investigasi ini.
Menanti Hasil Lab: Kunci Ungkap Penyebab Kematian
Selain pemeriksaan saksi, pihak kepolisian juga sangat menanti hasil otopsi dan pemeriksaan toksikologi yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Menurut AKBP Onkoseno, hasil dari pemeriksaan laboratorium ini akan menjadi kunci utama untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian ketiga korban. “Iya (masih menunggu hasil toksikologi), itu belum tahu kapan keluar dan bisa diungkap,” jelasnya, menunjukkan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian. Pemeriksaan toksikologi, khususnya, akan mendeteksi keberadaan zat-zat beracun dalam tubuh korban yang bisa menjadi indikasi keracunan.
Kronologi Penemuan Jenazah yang Menggemparkan
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui pada Jumat, 2 Januari 2026. Seorang anak perempuan dari keluarga tersebut, yang berinisial S (50), ditemukan tewas bersama dua anaknya, yakni anak perempuan berinisial AA (27) dan anak laki-laki berinisial AA (13). Ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tergeletak di dalam rumah kontrakan mereka.
Namun, dari peristiwa ini, terdapat satu korban selamat lainnya, yaitu anak dari S. Anak ini ditemukan masih bernapas, namun dalam kondisi yang sangat parah dan kritis. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis intensif.
Penemuan jenazah pertama kali dilakukan oleh anak S lainnya yang baru saja pulang bekerja sekitar pukul 07.30 WIB. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati keluarganya dalam kondisi mengenaskan. Ia segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar, yang kemudian bergegas mendatangi rumah kontrakan tersebut.
Seorang warga bernama Aryuni Wulan Febri (51) adalah salah satu yang pertama kali masuk ke dalam rumah untuk memeriksa keadaan. Ia menyaksikan pemandangan yang mengerikan: S, AA, dan AA sudah tergeletak kaku dengan mulut mengeluarkan busa. Sementara itu, anak bungsu mereka masih hidup namun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Segera setelah itu, Aryuni menghubungi ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian yang luar biasa ini. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian, yang langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memulai penyelidikan. Hingga kini, misteri kematian satu keluarga ini masih menyelimuti kawasan Tanjung Priok, dengan harapan besar pada hasil penyelidikan polisi untuk memberikan kejelasan dan keadilan bagi para korban.





