5 Alasan Tak Terlewatkan: ONE Friday Fights 147, 20 Maret

ONE Friday Fights 147 dengan cepat telah memantapkan posisinya sebagai salah satu acara yang paling dinanti oleh para penggemar seni bela diri di seluruh dunia. Pada Jumat, 20 Maret, ONE Championship kembali menggelar pertarungan epik di Lumpinee Stadium, Bangkok, menyajikan serangkaian laga Muay Thai dan kickboxing yang disiarkan langsung dalam jam tayang utama Asia. Acara akbar ini tidak hanya menampilkan dua perebutan Gelar Dunia ONE yang prestisius, tetapi juga deretan pertandingan yang diperkuat oleh bintang-bintang internasional ternama.

Sejak awal kemunculannya, seri ONE Friday Fights telah dikenal luas karena aksi-aksi yang memukau, knockout spektakuler, serta kemunculannya berbagai bintang baru yang berpotensi besar. Banyak petarung yang berhasil meraih kontrak bernilai fantastis, bahkan hingga US$100.000 (sekitar Rp1,7 miliar), dan beberapa di antaranya bahkan telah berhasil melangkah jauh untuk meraih gelar Juara Dunia ONE. Peluang emas ini kembali terbuka lebar di ONE Friday Fights 147, di mana puluhan petarung siap mengerahkan segenap kemampuan demi meraih kesempatan emas tersebut. Berikut adalah lima alasan utama mengapa Anda tidak boleh melewatkan keseruan ONE Friday Fights 147.

#1 Nabil Anane Melakukan Pertahanan Gelar Perdana

Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai, Nabil Anane, akan kembali ke arena “seni delapan tungkai” untuk mempertahankan sabuk juaranya melawan penantang tangguh, Rambolek Chor Ajalaboon. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, Anane telah menjelma menjadi salah satu juara paling menarik perhatian di ONE Championship. Petarung keturunan Aljazair-Thailand ini memadukan postur tubuh yang ideal dengan gaya bertarung agresif, mengandalkan serangan lutut yang mematikan, tendangan yang tajam, serta tekanan yang tiada henti kepada lawannya.

Perjalanan kariernya di ONE Championship telah mencatatkan kemenangan gemilang atas nama-nama besar seperti Nico Carrillo dan Superlek. Setelah sempat mengalihkan fokusnya ke disiplin kickboxing demi ambisi menjadi juara di berbagai disiplin seni bela diri, kini Anane kembali untuk membuktikan dominasinya di Muay Thai. Pertarungan melawan Rambolek, yang datang dengan rentetan lima kemenangan beruntun, akan menjadi ujian berat bagi Anane. Bagi Anane, kemenangan dalam laga ini dapat membuka pintu menuju petualangan baru yang lebih luas sebagai “raja seni bela diri” di ONE Championship.

#2 Perebutan Takhta Baru Raja Flyweight Muay Thai

ONE Friday Fights 147 juga akan mencetak sejarah dengan lahirnya Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang baru. Legenda hidup Muay Thai, Nong-O Hama, akan berusaha merebut sabuk juara di divisi kedua ini dalam pertarungannya melawan petarung tak terkalahkan, Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev. Pertarungan ini memperebutkan takhta yang saat ini sedang kosong.

Dengan rekor profesional yang mengesankan, yakni 267 kemenangan dan 58 kekalahan, Nong-O dikenal sebagai salah satu striker paling teknis dalam sejarah olahraga ini dan mantan raja di divisi bantamweight Muay Thai. Namun, di sisi lain ring, ia akan berhadapan dengan ancaman yang sangat serius. Imangazaliev, yang baru berusia 22 tahun, memiliki rekor sempurna 11-0 dan serangkaian kemenangan finishing yang impresif, membuatnya dengan cepat mencuri perhatian para penggemar. Duel ini diprediksi akan menjadi pertarungan klasik antara pengalaman versus momentum yang berpotensi melahirkan era baru bagi kerajaan flyweight Muay Thai.

#3 Duel Penentu: Rubber Match Seksan vs. Pakorn

Dua nama besar dalam kancah Muay Thai akan kembali berhadapan untuk menuntaskan rivalitas panjang yang telah mereka bangun. Seksan “The Man Who Yields To No One” Or Kwanmuang dan Pakorn PK Sialaytentmungkorn akan menjalani pertarungan rubber match yang telah lama dinantikan oleh para penggemar. Pertarungan ini sempat dijadwalkan pada tahun lalu, namun akhirnya tertunda, yang justru semakin memicu antusiasme dan rasa penasaran yang tinggi.

Keduanya memiliki reputasi yang luar biasa di dunia Muay Thai. Seksan dikenal dengan gaya bertarungnya yang agresif tanpa henti, sementara Pakorn unggul dalam aspek teknik dan strategi yang matang. Dengan masing-masing telah mengantongi satu kemenangan dalam duel sebelumnya, serta total sembilan gelar Juara Dunia Muay Thai yang mereka miliki di antara keduanya, pertarungan ini dipastikan akan menjadi penentu siapa yang sesungguhnya lebih unggul di antara kedua ikon Muay Thai ini.

#4 Panggung Pembuktian Bintang Muda Masa Depan

ONE Friday Fights kembali membuktikan diri sebagai platform ideal bagi generasi baru petarung untuk bersinar dan membuktikan diri. Dalam acara kali ini, dua petarung muda yang telah mencuri perhatian akan kembali unjuk gigi.

Yonis Anane, adik kandung dari Nabil Anane, bertekad untuk melanjutkan tren positifnya di ONE Championship. Ia telah meraih tiga kemenangan di ONE dan menunjukkan ketenangan serta kedewasaan yang luar biasa di luar usianya. Ketiga kemenangan yang diraihnya sejauh ini datang melalui keputusan juri. Oleh karena itu, Yonis bertekad untuk meraih kemenangan knockout saat menghadapi Zhao Zhengdong dalam laga strawweight Muay Thai. Sebagai mantan Juara Dunia WBC Muay Thai, Yonis berambisi mengikuti jejak sang kakak dengan meraih gelar Juara Dunia ONE Championship.

Sementara itu, Pet Suanluangrodyok datang dengan membawa momentum empat kemenangan finishing beruntun. Ini berarti, seluruh kemenangannya diraih tanpa perlu menunggu keputusan juri. Kali ini, jagoan berusia 19 tahun ini akan menghadapi Numsurin Chor Ketwina. Kemenangan impresif dalam duel ini berpotensi besar membawanya menuju kontrak impian sebagai atlet utama ONE Championship.

#5 Algojo Sempurna Siap Hiasi Ring dengan KO

Selain pertarungan perebutan gelar dan duel antar rival sengit, ONE Friday Fights 147 juga dipenuhi oleh para petarung yang memiliki kemampuan penyelesaian yang sangat tinggi. Selain Pet Suanluangrodyok, ada pula Gregor Thom dari Skotlandia, yang selalu meraih kemenangan melalui finishing di ONE Championship.

Gregor Thom telah mencetak knockout di ronde pertama atas Taku Kondo dan kemenangan dramatis yang diraih pada detik-detik terakhir ronde kedua melawan Donking Yotharakmuaythai. Kini, ia dijadwalkan akan menghadapi Suriyanlek Por Yenying dalam laga flyweight Muay Thai. Dengan kedua petarung memiliki rekor penyelesaian 100 persen, duel ini hampir pasti akan menyajikan aksi-aksi brutal yang menguras adrenalin.

Pos terkait