5 Komentar Internasional: Trump Hubungi Putin Soal Ukraina – Hari Ketiga Pemakaman Ali Khamenei

Presiden AS Donald Trump Berbicara Telepon dengan Putin untuk Bahas Akhiri Perang Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melakukan percakapan telepon selama 90 menit dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pembicaraan tersebut, mereka membahas upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Konflik ini memasuki hari ke-1.593 pada Minggu (5/7/2026), dengan pertempuran dan serangan di berbagai wilayah masih terus berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Menurut Kremlin, Trump kembali menawarkan bantuan guna mendorong penyelesaian diplomatik. Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan percakapannya dengan Trump memberikan harapan baru bagi perdamaian dan akan dilanjutkan dalam pertemuan KTT NATO mendatang.

Perang berskala penuh dimulai pada Februari 2022 ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina. Akar konflik telah muncul sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014 dan pecahnya konflik bersenjata di kawasan Donbas. Hingga saat ini, prospek perdamaian masih belum terlihat jelas. Perselisihan mengenai wilayah, tuntutan jaminan keamanan, serta dukungan negara-negara Barat kepada Ukraina masih menjadi kendala utama dalam setiap upaya perundingan.

Gedung Putih Merespons Pernikahan Taylor Swift dengan Papan Pengumuman Tandingan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mungkin tidak diundang ke pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce. Namun, ia tampak berusaha “ikut serta” dalam pesta pernikahan tersebut. Gedung Putih menanggapi pernikahan Taylor dan Travis di Twitter dengan mengunggah foto papan pengumuman “tandingan”.

Sebelumnya, akun Twitter lokasi pernikahan pasangan tersebut, Madison Square Garden, mengunggah foto papan pengumuman bertuliskan “JUST&T MARRIED!” pada Jumat (3/7/2026) malam waktu setempat setelah keduanya resmi menikah. Akun Twitter Gedung Putih kemudian mengunggah foto serupa tidak lama kemudian. Bedanya, tulisan “JUST&T MARRIED!” diubah menjadi “TRUMP IS YOUR PRESIDENT”.

Sebelumnya, Gedung Putih juga membagikan poster meme bergaya poster konser “Eras Tour” Taylor Swift dengan tulisan “It’s been a long time coming…” atau “Sudah lama dinantikan…”. Mengutip Rolling Stone, Donald Trump memang sudah lama berseteru dengan Taylor Swift, meski sang musisi tidak terlalu memedulikannya. Pada 2024, Taylor Swift mendukung lawan politik Trump, Kamala Harris, dalam pemilihan presiden. Donald Trump kemudian menyindirnya di media sosial dengan menulis, “Aku benci Taylor Swift.”

Iran Umumkan Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal China dan Negara Sahabat Dapat Keistimewaan

Iran mengumumkan akan menerapkan aturan baru bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Dalam kebijakan tersebut, kapal dari China dan negara-negara yang dianggap sebagai “sahabat” Iran dijanjikan memperoleh perlakuan khusus dalam penerapan biaya layanan.

Al Jazeera melaporkan pernyataan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, saat berbicara dalam Forum Perdamaian Dunia di Beijing, Sabtu (4/7/2026). Fazli mengatakan Iran bersama Oman tengah menyusun mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan awal penghentian permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat.

Kesepakatan sementara tersebut sebelumnya mengizinkan kapal komersial melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai aturan permanen setelah masa transisi tersebut berakhir. Iran Tetap Bersikeras Kenakan Biaya Layanan.

Fazli menegaskan Iran akan tetap mengenakan biaya layanan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurutnya, pungutan itu bukan merupakan tarif tol, melainkan biaya untuk mendukung pengelolaan jalur pelayaran internasional. Ia menjelaskan biaya tersebut akan digunakan untuk menjaga keamanan pelayaran, melakukan pengawasan terhadap lalu lintas kapal, serta menangani dampak lingkungan akibat padatnya aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

“Sebagai negara yang Selat Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan,” kata Fazli. Iran juga menegaskan penyusunan aturan baru dilakukan bersama Oman yang berada di sisi lain Selat Hormuz. Kedua negara telah membentuk komite bersama untuk menentukan mekanisme pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.

Bendera Merah Bertuliskan ‘Ya Litharat al-Hussein’ di Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei

Jutaan orang tumpah di Ibu Kota, Iran, Teheran, sejak Minggu pagi (5/7/2026) waktu setempat. Mereka adalah masyarakat Iran, maupun warga asing yang menghadiri acara salat jenazah Ayatullah Ali Khamenei di Musalla Agung Teheran. Sebagian besar di antara mereka membawa bendera merah yang menjadi simbol mencolok dalam prosesi tersebut.

Bendera merah dikibarkan dan dibawa seraya para pelayat meneriakkan seruan balas dendam. Masyarakat Iran yang tumpah ruah di hari ini bersumpah, kematian Ayatullah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat dan Israel tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja. Bendera merah tersebut bertuliskan kalimat berbahasa Arab “Ya Litharat al-Hussein” (“Wahai para pembalas Hussein”), sebuah simbol yang berakar kuat dalam tradisi Syiah yang terkait dengan kemartiran Imam Husain (AS) di Karbala.

Dalam tradisi muslim Syiah, pengibaran bendera merah menandakan bahwa ada darah orang tak bersalah telah ditumpahkan secara tidak adil. Dan, keadilan untuk mereka (korban) belum ditegakkan. Dilaporkan dari Tasnim, meskipun biasanya ditampilkan selama upacara berkabung Muharram, bendera ini juga membawa pesan yang lebih luas tentang mengejar keadilan dan, dalam keadaan luar biasa, melambangkan tekad untuk membalas dendam terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Hari Ketiga Pemakaman Ali Khamenei, Salat Jenazah Digelar Sebelum Prosesi Keliling Iran

Salat jenazah akan dilaksanakan untuk mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Minggu (5/7/2026), hari ketiga dari rangkaian upacara pemakaman besar-besaran yang telah menarik kerumunan massa ke ibu kota Iran. Dilaporkan PressTV, panitia penyelenggara pemakaman mengumumkan bahwa salat akan dipimpin oleh salah satu tokoh agama terkemuka, tetapi belum secara resmi mengonfirmasi identitasnya.

Salat jenazah dijadwalkan dimulai pukul 08.00 waktu setempat (10.30 WIB). Pada malam harinya, jenazah akan dipindahkan dari Grand Mosalla Teheran, tempat ia disemayamkan, sebagai persiapan untuk prosesi pemakaman yang akan berlangsung pada Senin melalui ibu kota. Pada Sabtu, kerumunan besar warga Iran berkumpul untuk memulai upacara pemakaman umum.

Mengenakan pakaian hitam dan mengibarkan bendera merah darah yang melambangkan pembalasan dan penegakan keadilan, para pelayat memukul dada mereka sebagai ungkapan duka, sementara seruan “Matilah Amerika” dan “Balas dendam, balas dendam” bergema di sekitar lokasi. Peti jenazah Khamenei dan empat anggota keluarganya yang juga meninggal dalam serangan 28 Februari, termasuk cucu perempuannya yang masih bayi, diletakkan di atas panggung yang ditinggikan.

Pihak berwenang memperkirakan upacara tersebut akan dihadiri lebih dari 10 juta orang di ibu kota saja, sementara sejumlah perkiraan lain memproyeksikan jumlah peserta mencapai 20 juta orang.

Pos terkait