6 Fakta Museum Marsinah di Nganjuk yang Diresmikan Presiden Prabowo, Ini Sumber Dananya

Peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada hari Sabtu (16/5/2026). Acara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial kenegaraan, tetapi juga menandai hadirnya ruang baru untuk mengenang sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Sejak pagi hari, ribuan warga dan buruh dari berbagai organisasi telah memadati kawasan desa. Antusiasme masyarakat terlihat dari barisan massa yang memenuhi sisi jalan hingga akses utama di sekitar lokasi acara.

Kawasan Jalan Raya Surabaya-Madiun di depan gapura Desa Nglundo bahkan dipenuhi warga yang ingin menyaksikan langsung kedatangan Presiden. Momentum ini menjadi sorotan karena Museum Marsinah tidak sekadar dibangun sebagai tempat penyimpanan artefak sejarah, melainkan juga dipandang sebagai simbol pengakuan negara terhadap perjalanan panjang perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Kehadiran Presiden secara langsung dinilai memberi pesan kuat bahwa isu ketenagakerjaan kini tidak hanya dibahas dalam ruang kebijakan, tetapi juga mulai diabadikan dalam ruang edukasi publik.

Sambutan Buruh dan Warga Warnai Kedatangan Presiden

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB bersama rombongan pejabat. Tingginya antusiasme warga membuat aparat gabungan melakukan sterilisasi kawasan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara. Suasana penyambutan berlangsung meriah. Tabuhan perkusi dari kelompok buruh terdengar sepanjang jalur kedatangan Presiden. Nyanyian penyambutan juga menggema ketika iring-iringan kendaraan memasuki kawasan Desa Nglundo. Prabowo tampak membalas sambutan warga dengan melambaikan tangan dari atap atau sunroof mobil Maung yang ditumpanginya.

Pemandangan tersebut menunjukkan bagaimana sosok Marsinah masih memiliki tempat tersendiri di kalangan buruh dan masyarakat akar rumput, khususnya di Jawa Timur.

Prabowo Kunjungi Rumah Masa Kecil Marsinah

Sebelum mengikuti acara peresmian, Presiden lebih dulu mengunjungi rumah masa kecil Marsinah yang berada tepat di samping museum. Kunjungan itu menjadi bagian yang menyita perhatian publik karena memperlihatkan sisi personal dari perjalanan hidup Marsinah sebelum dikenal sebagai simbol perjuangan buruh nasional. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea serta sejumlah pejabat lainnya. Rumah sederhana yang dahulu menjadi tempat tinggal Marsinah kini menjadi bagian penting dari narasi sejarah perjuangan pekerja Indonesia yang dihadirkan kepada publik melalui museum dan rumah singgah tersebut.

Museum Marsinah Dinilai Jadi Ruang Edukasi Sejarah Buruh

Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Presiden dalam agenda peresmian itu. Menurutnya, nama Marsinah telah membawa Kabupaten Nganjuk dikenal luas sebagai bagian dari sejarah perjuangan buruh nasional. “Kami segenap warga Nganjuk bangga. Terima kasih Pak Presiden Prabowo sudah mengangkat warga Nganjuk, dari rakyat kecil yang bekerja sebagai buruh menjadi pahlawan nasional,” ungkapnya.

Peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah disebut menjadi momen penting bagi masyarakat Nganjuk, terutama kalangan pekerja dan buruh. Selama ini, Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Kehadiran museum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda mengenai sejarah ketenagakerjaan, hak pekerja, dan dinamika sosial pada masanya.

Dari Simbol Perlawanan Menjadi Destinasi Edukasi Publik

Berbeda dari museum sejarah pada umumnya, Museum Marsinah memiliki potensi berkembang menjadi ruang dialog sosial tentang hubungan pekerja, negara, dan dunia industri di Indonesia. Kehadiran rumah singgah di kompleks yang sama juga memberi dimensi sosial tersendiri, karena tidak hanya menghadirkan memori sejarah, tetapi juga ruang interaksi bagi komunitas buruh dan masyarakat. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kesejahteraan pekerja, peresmian museum ini dapat dibaca sebagai upaya menghadirkan sejarah buruh lebih dekat kepada masyarakat luas, bukan hanya sebagai catatan masa lalu, tetapi juga refleksi kondisi ketenagakerjaan hari ini.

Fakta-Fakta Tentang Museum Marsinah

Berikut sejumlah fakta tentang Museum Marsinah di Nganjuk:

  • Dibangun di Tanah Kelahiran Marsinah

    Museum ini berdiri di lokasi yang disebut sebagai tanah kelahiran Marsinah, tepat di sebelah timur rumah masa kecilnya di Desa Nglundo. Hal itu juga pernah disampaikan Marsini, kakak kandung Marsinah saat proses peletakan batu pertama pembangunan pada 27 Desember 2025. “Ini dulu tanah lahirnya adik saya almarhumah Marsinah di sini, jalan pertama melangkahkan kaki juga di tanah ini. Ari-arinya pun juga di sini,” katanya.

  • Dibangun Sejak Desember 2025

    Pembangunan museum dan rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah resmi dimulai pada Sabtu, 27 Desember 2025 lalu. Peletakan batu pertama atau groundbreaking tersebut dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, dan perwakilan keluarga almarhumah Marsinah, Marsini. Adapun dengan peresmian yang dilakukan pada Sabtu (16/5/2026), maka pembangunan Museum Marsinah dan Rumah Singgah memakan waktu sekitar 4,5 bulan.

  • Dibangun Tanpa Dana APBN dan APBD

    Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menegaskan, pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah dilakukan secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI AGN. Museum yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto tersebut disebut dibangun tanpa menggunakan dana pemerintah, baik APBN maupun APBD. “Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar,” jelas Andi Gani usai peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), dilansir dari Kompas.com. “Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” tegasnya.

  • Isi dan Koleksi di Museum Marsinah

    Museum Marsinah menjadi ruang yang merekam perjalanan hidup Marsinah, mulai dari masa kecil, perjuangan buruh era 1990-an, hingga pengakuan negara terhadap perjuangannya. Saat memasuki bangunan museum, pengunjung disambut papan persegi panjang yang memuat profil Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah. Di dalam museum, sejumlah diorama ditata berurutan, menggambarkan sejarah panjang perjuangan Marsinah dan kaum buruh di Indonesia. Salah satu diorama menampilkan suasana May Day 2025. Ada pula diorama aksi demonstrasi buruh era 1990-an yang menggambarkan dinamika perjuangan pekerja pada masa itu. Di bagian lain, terpajang diorama penobatan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Salah satu koleksi paling menarik di dalam Museum Marsinah ialah sebuah sepeda ontel tua nan sederhan. Di bawah sepeda tua itu, tertulis sebuah keterangan mengenai perjalanan hidup Marsinah, aktivis buruh yang belum lama ini telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. “Sepeda ontel ini merupakan alat transportasi yang digunakan Marsinah dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Di tengah keterbatasan sarana, sepeda ini menjadi simbol kemandirian dan perjuangan, mengantarkan menuju tempat kerja, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai pejuang hak buruh,” demikian keterangan yang menyertai sepeda ontel itu.

  • Ada Rumah Singgah untuk Peziarah

    Menurut Andi Gani, Museum Marsinah tidak hanya berisi ruang pamer sejarah perjuangan buruh. Sebab, di bagian belakang museum juga disiapkan rumah singgah gratis bagi para peziarah. “Ini ada rumah singgah di belakang (museum), yang kami buat untuk para peziarah yang tidak mendapatkan penginapan, dan ini digratiskan. Hanya maksimal satu malam, karena takutnya jadi tempat tinggal,” tuturnya.

  • Kelola Yayasan KSPSI Beserta Keluarga Marsinah

    Pengelolaan Museum Marsinah akan dilakukan oleh Yayasan KSPSI yang nantinya dibentuk KSPSI Jawa Timur. Selain itu, keluarga Marsinah juga dilibatkan dalam pengelolaaannya. Museum ini nantinya dibuka untuk umum secara gratis setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pos terkait