Hari gajian selalu menjadi momen yang dinantikan oleh para karyawan. Saat itu, dompet yang biasanya terasa kosong bisa kembali terisi. Rencana belanja yang sudah direncanakan sebelumnya pun dapat terealisasi. Namun, jika tidak memiliki perencanaan yang baik, uang gaji bisa saja hilang begitu saja tanpa manfaat yang berarti. Sebaliknya, jika dikelola dengan bijak, gaji bulanan bisa menjadi modal untuk hidup yang lebih sejahtera di masa depan.
Anooshka Soham Bathwal, pendiri dan CEO manajemen kekayaan khusus untuk perempuan di India, memberikan beberapa tips penting dalam mengatur keuangan setelah menerima gaji. Berikut adalah rekomendasinya:
1. Periksa Laporan Keuangan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa laporan keuangan. Meskipun terdengar menakutkan, langkah ini sangat penting untuk memahami kebiasaan pengeluaran. Pastikan juga untuk mengecek daftar tagihan dan memastikan bahwa pembayaran tidak terlambat agar tidak terkena denda.
2. Identifikasi Kebutuhan Pokok dan Non-Esensial
Tidak semua pengeluaran bisa dinegosiasikan. Beberapa kebutuhan seperti tagihan listrik, sewa, belanja bahan makanan, biaya transportasi, atau langganan platform harus dipenuhi. Namun, ada juga pengeluaran yang tidak penting seperti belanja pakaian, makan di luar, atau hiburan. Pengeluaran tersebut sebaiknya dibatasi segera setelah menerima gaji.
3. Gunakan Rumus Pengaturan Keuangan
Rumus sederhana yang bisa diterapkan adalah “menabung dulu, belanja kemudian”. Anggap tabungan sebagai pengeluaran wajib seperti cicilan atau tagihan. Sisihkan sebagian dari gaji untuk tabungan, rencanakan pengeluaran lainnya, dan prioritaskan sesuai kebutuhan. Selain itu, gunakan rasio 50:30:20, yaitu 50% untuk pengeluaran penting, 30% untuk gaya hidup, dan 20% untuk tabungan. Atur transfer otomatis ke rekening investasi dan tabungan sebesar 20% dari gaji agar tidak mudah tergoda untuk berbelanja.
4. Siapkan Dana Darurat
Sebelum melakukan belanja atau investasi, buat dana darurat yang mampu menutupi kebutuhan pokok selama 3-6 bulan. Dana ini sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Buat rekening khusus untuk situasi darurat, seperti rekening tabungan berbunga tinggi, deposito jangka pendek, atau reksa dana likuid.
5. Lunasi Utang Berbunga Tinggi
Utang kartu kredit atau pinjaman pribadi sering kali menjadi beban finansial yang berat. Prioritaskan pelunasan utang ini sebelum melakukan belanja apapun. Dengan demikian, beban finansial bisa diminimalkan dan kebebasan finansial lebih mudah dicapai.
6. Hindari Godaan Media Sosial
Media sosial sering kali memicu godaan belanja melalui iklan sponsor. Jika ingin menggunakan media sosial, siapkan benteng untuk menahan diri. Tanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar membutuhkan barang tersebut. Jangan terpancing oleh promosi yang hanya berlaku sementara.
7. Ubah Gaya Hidup
Pengeluaran bisa dikurangi dengan cara-cara sederhana. Misalnya, hemat listrik di rumah atau memasak sendiri alih-alih memesan makanan antar. Teman sebaya juga bisa menjadi sumber tekanan finansial. Terkadang sulit untuk menolak ajakan bersosialisasi yang bisa mengganggu anggaran. Oleh karena itu, tetaplah disiplin dan fokus pada prioritas keuangan.




