Penemuan Whip Pink di Rumah Lula Lahfah
Sebuah tabung gas yang dikenal sebagai whip pink (N2O) ditemukan di rumah Lula Lahfah, namun tidak dapat dipastikan sebagai penyebab kematian karena tidak ada autopsi yang dilakukan. Polisi menyita 16 barang bukti, termasuk bercak darah, obat-obatan, dan nikotin. Keberadaan whip pink memicu spekulasi publik, meski penyalahgunaannya bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Whip pink sendiri adalah tabung gas yang biasa digunakan dalam dunia kuliner untuk membuat whipped cream. Gas ini mengandung nitrous oxide (N2O), yang secara legal digunakan dalam medis dan kuliner. Di dunia medis, N2O berfungsi sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri. Namun, penggunaannya di luar fungsi aslinya dapat menyebabkan gangguan saraf, kesemutan, dan kerusakan persyarafan.
Istilah “ngebalon whip pink” menjadi trending di media sosial setelah kematian Lula Lahfah. Kini kecurigaan netizen mulai terbukti, karena whip pink ditemukan di kamar ART-nya. Tabung tersebut berukuran 2.050 gram dan dalam keadaan kosong.
Barang Bukti yang Ditemukan
Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa ada beberapa barang bukti lain, seperti bercak darah. Seprai putih diduga terdapat bercak darah, serta tisu dan kapas bekas. Tes DNA menunjukkan kemiripan dengan saudara LL (Lula). Selain itu, ditemukan kotak pink berisi puluhan butir obat dan surat rawat jalan dari RSPI.
Obat-obatan yang ditemukan telah dicek dan terbukti merupakan obat untuk penyakit yang diidap Lula. Liquid yang ditemukan adalah nikotin, bukan narkoba seperti yang dituduhkan. Namun, karena keluarga menolak otopsi, penyebab kematian tidak bisa dipastikan.
Hilangnya Akun Penjual Whip Pink
Publik dikejutkan oleh hilangnya akun media sosial penjual produk whip pink. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan pengungkapan barang bukti dalam kasus kematian Lula Lahfah. Penutupan akun tersebut memantik spekulasi, meskipun aparat menegaskan proses hukum tetap berjalan berdasarkan fakta dan bukti.
Riwayat Sakit Lula Lahfah
Lula mengakui bahwa dirinya sudah sakit sejak lama, bahkan sejak 2020. Ia pernah mengeluhkan gejala seperti nyeri dada dan sesak napas, yang ternyata disebabkan oleh asam lambung. Beberapa waktu lalu, ia juga mengeluhkan infeksi bakteri yang disebabkan oleh ISK (Infeksi Saluran Kemih).
Lula mengakui bahwa dirinya kurang minum air putih, sehingga menyebabkan rasa sakit di perut. Ia juga mengeluhkan overthinking yang memicu GERD. Meski begitu, ia selalu menjaga kesehatannya dengan rutin kontrol ke dokter.
Kronologi Kematian Lula Lahfah
Lula ditemukan meninggal di apartemen Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Jasadnya ditemukan petugas keamanan pukul 18.44 WIB dalam kondisi telentang di tempat tidur. Kamarnya terkunci dari dalam. Kematian pertama kali disadari oleh ART, Asiah, yang merasa curiga karena Lula tidak memberi respon.
Atas kekhawatiran itu, Asiah meminta pertolongan pada empat orang manajemen apartemen untuk membuka kamar. Ketika dibuka, Lula ditemukan dengan mulut terbuka dan warna kebiruan. Tidak ada tanda penganiayaan. Dekat posisi Lula, ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan RSPI.
Dokumen Medis Mengungkap Fakta
Setelah spekulasi beredar tanpa kendali, dokumen medis resmi muncul ke publik. Surat Keterangan Kematian bernomor 023/I/2026/SKK/MMC menegaskan bahwa Lula meninggal akibat henti jantung dan napas. Fakta ini menutup ruang bagi berbagai rumor yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan mencatat bahwa Lula dinyatakan meninggal pada pukul 19.20 WIB. Dengan demikian, isu yang mengaitkan kepergian Lula dengan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk narasi “Lula Lahfah OD” dan “Lula Lahfah overdosis”, dipastikan tidak berdasar.




