Tim mahasiswa Politeknik Manufaktur atau Polman Bandung menciptakan alat pelumer yang mampu mengubah limbah plastik menjadi paving block. “Dari 5 kilogram limbah plastik bisa dijadikan 5 paving block,” ujar Ilham kepada Tempo, Rabu, 24 Desember 2025.
Alat tersebut telah dibawa dari kampus ke Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, tempat mereka melakukan kuliah kerja nyata (KKN) pada 26 Oktober hingga 6 November lalu. Gagasan alat ini lahir dari permasalahan limbah plastik di berbagai daerah serta terhentinya kegiatan mengurangi, mendaur ulang, dan memakai kembali sampah di desa tersebut.
Pembuatan alat pelumer sampah plastik itu melibatkan tujuh orang mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Polman Bandung 2022, yaitu Ilham Ramadhan, Abdul Kholis El Akmal, Bilal Abdurrofi, Fahri Rainanda, Muhammad Dzaki, Muhammad Zulfikri, dan Nafis Mudzakkir. Proses pembuatan alat ini dibimbing oleh dosen yang didukung oleh kampus dan sebuah perusahaan energi panas bumi.
Alat pelumer limbah plastik memiliki ukuran 1,3 x 1,7 meter dan terbuat dari bahan baja ringan, aluminium, seng, serta lapisan tahan suhu tinggi hingga 350 derajat Celcius dengan total berat mencapai 110 kilogram.
Alat ini tersusun dari tiga bagian utama. Pertama, ada motor listrik sebagai penggerak mesin. Kedua, terdapat tong berkapasitas 240 liter yang berfungsi sebagai wadah untuk membuat adonan limbah plastik. Ketiga, terdapat kompor jet burner yang menjadi sumber panas untuk melelehkan plastik di dalam tong.
Jenis sampah plastik yang dapat diolah adalah kantong kresek, gelas kemasan, dan botol minuman yang tipis. Menurut Ilham, sampah-sampah ini perlu dibersihkan dari cairan yang mengendap sebelum diolah. “Untuk beberapa botol minuman yang keras lebih baik dicacah dulu,” katanya.
Setelah bahan siap diolah, motor listrik dan kompor alat pelumer diaktifkan hingga suhu mencapai 250 derajat Celcius. Setelah itu, limbah plastik beserta oli bekas dimasukkan dengan rasio takaran 10:1. Penggunaan oli bertujuan agar adonan plastik tidak lengket di dalam tong.
Hasil pelumeran limbah plastik kemudian dimasukkan ke dalam cetakan paving block. Hasil cetakan tersebut dapat dimasukkan ke dalam air atau dibiarkan hingga mengering. Bentuk paving block dibuat segi enam dengan berat 1 kilogram yang bisa digunakan di halaman rumah atau sebagai hiasan hasil daur ulang sampah.
Namun, alat pelumer limbah plastik yang ditempatkan di ruang terbuka masih perlu dikembangkan atau disempurnakan karena asap hasil pembakaran cukup beracun jika langsung terhirup. “Cukup menambahkan alat pengolah asap,” ujar Ilham.
Pengembangan lainnya terkait mekanisme pembakaran agar lebih efisien dan memangkas waktu, serta mesin pencacah agar pengolahan limbah plastik dapat lebih optimal.





