Anak 12 Tahun Bunuh Ibu Demi Bela Kakak: Kemarahan yang Mengerikan

Tragedi di Medan: Siswi SD Bunuh Ibu Kandung, Terungkap Motif di Balik Aksi Keji

Sebuah peristiwa tragis menggemparkan Kota Medan, Sumatera Utara, ketika seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar berinisial SAS, yang akrab disapa AL, berusia 12 tahun, tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Faizah Soraya. Peristiwa memilukan ini terjadi di kediaman mereka di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kasus yang melibatkan anak membunuh ibu ini sontak menarik perhatian publik se-Indonesia, terutama karena di media sosial, korban Faizah kerap menampilkan citra keluarga yang harmonis bersama kedua putrinya.

Namun, di balik keharmonisan yang terpampang, tersembunyi luka dan dendam yang mendalam. AL, sang pelaku, akhirnya membongkar tiga alasan utama yang mendorongnya melakukan perbuatan keji tersebut kepada penyidik kepolisian. Pengakuan ini membuka tabir kelam tentang dinamika keluarga yang tidak terduga.

Tiga Alasan yang Memicu Kemarahan AL

Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, AL merinci berbagai faktor yang memicu niatnya untuk melukai sang ibu. Alasan-alasan ini mencakup tindakan kekerasan yang pernah dilakukan korban, perlakuan kasar terhadap kakak AL, hingga pemblokiran akses terhadap permainan daring favoritnya.

1. Ancaman Kekerasan dengan Senjata Tajam

Salah satu alasan utama yang diungkapkan AL adalah kekesalannya terhadap tindakan korban yang pernah mengancam dirinya, sang kakak, dan bahkan ayah mereka menggunakan pisau. Tindakan semacam ini tentu saja menimbulkan rasa takut dan trauma yang mendalam, terutama bagi anak-anak.

“Perlakuan korban terhadap bapak, kakak, dan adik, mengancam dengan menggunakan pisau,” ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dalam konferensi pers. Ancaman tersebut menciptakan iklim ketakutan di dalam rumah tangga dan menjadi salah satu pemicu kemarahan AL.

2. Kerapnya Perlakuan Kasar Terhadap Sang Kakak

AL juga menyimpan dendam terhadap ibunya karena sering kali memarahi dan melakukan kekerasan fisik terhadap kakaknya, SAS alias Az, yang berusia 16 tahun. AL merasa gusar dan tidak tahan melihat kakaknya dipukuli menggunakan sapu hingga ikat pinggang.

“Kakak sering dimarahi, dimaki dan dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang. Adik sering dimarahi dan dicubit. Adik terlintas berpikir untuk melukai korban tapi tidak ada kesempatan,” jelas Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Perasaan melindungi sang kakak yang lebih tua ini menjadi salah satu motivasi kuat bagi AL. Ia merasa bertanggung jawab untuk menghentikan penderitaan kakaknya.

3. Amarah Akibat Permainan Daring yang Dihapus dan Pengaruh Media

Alasan ketiga yang mendorong AL melakukan pembunuhan adalah kemarahannya ketika permainan daringnya dihapus oleh sang ibu. Kejengkelan ini diperparah dengan inspirasi yang didapatnya dari menonton kartun dan bermain game daring bertema pembunuhan.

Menurut Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, “Si (pelaku) sakit hati karena game online dihapus. Korban melihat game murder mistery pada season kills others menggunakan pisau. Dan menonton serial anime DC pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau.” Paparan terhadap konten kekerasan, baik dari game maupun serial animasi, tampaknya memberikan gambaran dan “inspirasi” yang mengerikan bagi pikiran anak yang sedang dilanda emosi.

Ikatan Kuat Antara Kakak dan Adik: Pijakan Emosional AL

Selain tiga faktor pemicu kemarahan, motif utama AL dalam melakukan aksi nekat ini adalah demi membela sang kakak. Hubungan antara AL dan kakaknya ternyata jauh lebih dekat dan erat dibandingkan dengan hubungan mereka dengan orang tua. Psikolog Forensik, Irna Minauli, yang melakukan pendekatan terhadap kedua kakak beradik ini di Polrestabes Medan, menjelaskan fenomena ini.

“Perlu diketahui, hubungan antara kakak dengan adik ini lebih dekat dibanding dengan orang tuanya,” ujar Irna Minauli. Ia menambahkan bahwa sang kakak seringkali menjadi panutan dan pendamping bagi adiknya dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, setiap kesedihan atau penderitaan yang dialami sang kakak secara langsung turut mengganggu dan menyakiti perasaan AL.

Menariknya, saat didekati, sang kakak ternyata tidak terlalu merasakan sakit hati atas perlakuan kasar yang diterimanya dari sang ibu. Ia berusaha memaklumi dan menganggap kejadian kekerasan itu sudah berlangsung terlalu lama. Namun, justru AL lah yang merasa sangat terluka melihat kakaknya diperlakukan demikian secara terus-menerus.

“Sebenarnya si kakak tidak terlalu sakit hati terhadap perlakukan ibunya. Karena dia berusaha memaklumi apa yang dilakukan ibunya. Kejadian kekerasan ini sudah terlalu lama,” tambah Irna Minauli.

Puncak Kekerasan dan Pengalihan Amarah

Menurut Irna Minauli, puncak kekerasan yang dilakukan korban terhadap sang kakak terjadi dalam tiga tahun terakhir, yaitu sejak korban berpisah kamar dengan suaminya. Diduga, amarah yang seharusnya ditujukan kepada suami justru dialihkan kepada anak-anaknya.

“Kejadian kekerasan ini sudah lama terutama setelah pisah ranjang. Jadi kira-kira 3 tahun yang lalu Ibu semakin temperamental. Ini pengalihan amarah, yang mungkin amarahnya sama ayah atau suami tapi akhirnya dialihkan kepada anak,” bebernya. Pengalihan amarah ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan penuh tekanan bagi kedua anak.

Upaya Pemulihan Psikologis

Menyadari kompleksitas kasus ini dan dampaknya terhadap kedua anak, pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi psikologis mereka. Irna Minauli menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kelurahan Berencana (P3AKB) Sumatera Utara untuk memberikan pendampingan.

Kepala Dinas P3AKB, Dwi Endah Purwanti, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memberikan pendampingan dan konseling kepada kakak beradik tersebut. “Kami akan terus melakukan assesmen maupun konsulting kepada kakak dan adik ini. Itu komitmen kami,” ucap Dwi. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat membantu AL dan kakaknya melewati trauma dan membangun kembali masa depan yang lebih baik.

Pos terkait