Antisipasi Cuaca Ekstrem, ASDP Beri Refund Tiket 25 Persen

Kebijakan Refund dan Reschedule untuk Penumpang Lintas Sumatera-Jawa-Bali

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan kemudahan bagi penumpang yang melakukan perjalanan lintas Sumatera, Jawa, dan Bali melalui kebijakan refund dan reschedule. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap gangguan cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir Januari 2026. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah puncak musim hujan.

Antisipasi Gangguan Cuaca Ekstrem

Kebijakan yang dikeluarkan oleh ASDP bertujuan untuk memastikan keselamatan pengguna jasa dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Imbauan kewaspadaan muncul setelah operasional di Pelabuhan Merak, Banten, pada Jumat (23/1/2026), terganggu akibat cuaca kurang bersahabat. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas mutlak.

“Keselamatan adalah prioritas mutlak. ASDP tidak akan memaksakan operasional apabila kondisi cuaca berisiko. Kami mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan bijak dan memantau informasi cuaca terkini,” ujarnya dalam rilis.

Penyesuaian Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ASDP menyesuaikan pola operasional secara dinamis melalui koordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Penyesuaian ini mencakup perubahan jadwal hingga kemungkinan penundaan keberangkatan.

Di darat, pengaturan lalu lintas, optimalisasi kantong parkir, dan pengendalian kepadatan kendaraan turut diperkuat untuk kelancaran arus penumpang dan kendaraan. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan bahwa pihaknya memberikan fleksibilitas layanan bagi penumpang.

“ASDP memberikan fleksibilitas layanan melalui kebijakan refund 25 persen dan reschedule 10 persen lewat aplikasi Ferizy, sehingga perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca,” ujarnya.

Prakiraan BMKG dan Dampak Cuaca Ekstrem

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 25–31 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan akibat penguatan Monsun Asia dan gangguan tropis di selatan. Kecepatan angin di Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali diperkirakan 14–16 knot, dengan hembusan mencapai 25–30 knot.

Tinggi gelombang signifikan berkisar 1,2–1,6 meter dan berpotensi meningkat secara fluktuatif. Akibat kondisi ini, sejumlah kapal penyeberangan di Selat Sunda, termasuk KMP Rishel milik PT Surya Timur Lines dan KMP Dorothy milik Damai Lintas Bahari, menghadapi tantangan navigasi. Cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi stabilitas pelayaran dan keamanan muatan.

Informasi Terkini dan Komitmen ASDP

ASDP mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Informasi terkini dapat diakses melalui Contact Center 021-191, situs www.ferizy.com, Instagram @asdp191, atau WhatsApp 0811-1021-191.

Dengan kesiapsiagaan dan sinergi lintas pemangku kepentingan, ASDP menegaskan komitmen menjaga layanan penyeberangan tetap aman, andal, dan berkelanjutan di tengah tantangan cuaca ekstrem.


Pos terkait