Apple Vision Pro: Jutaan Rupiah, Penjualan Lesu

Apple Vision Pro Hadapi Tantangan Penjualan, Produksi dan Pemasaran Dipangkas Drastis

Apple, raksasa teknologi yang dikenal dengan inovasi produknya, dilaporkan sedang menghadapi kenyataan pahit terkait penjualan perangkat komputasi spasial terbarunya, Apple Vision Pro. Sejak diluncurkan, perangkat yang diposisikan sebagai gerbang menuju era komputasi baru ini tampaknya belum mampu memenuhi ekspektasi pasar, yang berujung pada pemangkasan produksi dan anggaran pemasaran secara signifikan.

Menurut laporan yang beredar, Apple telah memangkas produksi dan biaya pemasaran Vision Pro hingga 95 persen di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Inggris. Pemangkasan yang drastis ini mengindikasikan bahwa performa penjualan Vision Pro sepanjang tahun 2024 tidak berjalan semulus yang diharapkan perusahaan.

Prediksi Pengiriman Global dan Dominasi Pasar AS

Meskipun Apple tidak secara resmi merilis angka pengiriman Vision Pro, para analis memperkirakan total pengiriman unit untuk tahun 2024 hanya akan mencapai sekitar 390.000 unit secara global. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan volume penjualan produk ikonik Apple lainnya seperti iPhone. Namun, beberapa analis berpendapat bahwa angka tersebut sebenarnya masih sejalan dengan target awal yang ditetapkan Apple, yang memang tidak menargetkan pasar massal.

Sejak awal pengembangannya, Vision Pro memang diposisikan bukan sebagai produk untuk konsumen awam. Sebuah prediksi dari tahun 2021 menyebutkan bahwa Apple hanya berharap Vision Pro terjual satu unit per hari di setiap Apple Store. Mengingat jumlah Apple Store yang mencapai sekitar 500 toko di seluruh dunia, target produksi tahunan yang diharapkan sekitar 180.000 unit.

Namun, setelah pengumuman resmi pada Juni 2023, beberapa analis sempat memproyeksikan produksi hingga 800.000 unit untuk tahun 2024. Angka ini kemudian direvisi turun menjadi sekitar 400.000 unit, dengan pemangkasan produksi yang dilaporkan terjadi pada musim panas 2023. Perbedaan pendapat mengenai kapan tepatnya pemangkasan ini terjadi, antara musim panas 2023 atau April 2024, menunjukkan bahwa Apple menyadari produk terbarunya ini belum mencapai volume penjualan yang signifikan.

Keterbatasan Geografis dan Performa Penjualan

Hingga saat ini, ketersediaan Apple Vision Pro masih sangat terbatas, hanya menyentuh 13 negara, termasuk pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris. Pada kuartal pertama 2024, ketika Vision Pro pertama kali dijual eksklusif di Amerika Serikat, headset VR ini dilaporkan terjual kurang dari 100.000 unit.

Setelah peluncuran global di negara-negara lain di luar AS, total penjualan diperkirakan mendekati 400.000 unit, namun hampir separuhnya berasal dari pasar Amerika Serikat. Prediksi lebih lanjut dari firma riset IDC menunjukkan bahwa pada kuartal keempat 2025, pengiriman Vision Pro hanya diprediksi sekitar 45.000 unit, sebuah angka yang cukup mengecewakan mengingat kuartal tersebut biasanya menjadi periode puncak penjualan perangkat elektronik.

Kendala Harga, Kenyamanan, dan Fokus Pasar

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Apple Vision Pro adalah harganya yang sangat mahal, yaitu 3.500 dollar AS atau sekitar Rp 58 juta. Harga premium ini jelas membuatnya sulit dijangkau oleh konsumen umum. Selain itu, isu kenyamanan saat mengenakan perangkat dalam jangka waktu lama dan bobotnya yang dirasa berat juga menjadi keluhan utama yang belum sepenuhnya teratasi.

Bahkan setelah pembaruan pada Oktober 2025 dengan chip M5, perubahan desain yang signifikan tidak dilakukan. Pembaruan ini dinilai lebih mengarah pada peningkatan performa untuk kebutuhan bisnis ketimbang mengatasi keluhan fundamental dari sisi pengguna.

Langkah Apple Selanjutnya: Generasi Baru dan Model Lebih Terjangkau

Menghadapi tantangan ini, Apple dilaporkan tidak tinggal diam. Perusahaan sedang giat mengeksplorasi pengembangan generasi kedua Apple Vision Pro. Selain itu, ada pula rencana untuk menghadirkan model yang lebih ringan dan lebih terjangkau, yang kabarnya akan diberi nama “Vision Air”.

Namun, kehadiran perangkat-perangkat baru ini diperkirakan masih membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dirilis ke publik. Apple juga dilaporkan sedang fokus mengembangkan kacamata pintar sebagai bagian dari upaya mereka untuk mengikuti tren teknologi terkini di industri. Inovasi berkelanjutan ini menunjukkan komitmen Apple untuk terus beradaptasi dan mencari celah pasar baru di tengah dinamika industri teknologi yang terus berubah.

Pos terkait