Arema FC Pagi Ini Jadi Sorotan: Pujian Milomir dan 33 Botol Miras Diamankan di Ring 4 Kanjuruhan

Kemenangan Arema FC Menghentikan Rekor Tak Terkalahkan Persis Solo

Arema FC berhasil memutus rekor tak terkalahkan Persis Solo dengan kemenangan 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Hasil ini tidak hanya mencatatkan sejarah baru bagi Arema FC, tetapi juga mendapat pujian dari pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, yang menilai Singo Edan layak berada di lima besar klasemen.

Namun, di balik kemenangan tersebut, laga ini juga diwarnai tindakan tegas oleh Polres Malang yang menyita 33 botol minuman keras dari 54 suporter di Ring 4 sekitar stadion. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kondusivitas dan keamanan selama pertandingan berlangsung.

Milo: Arema FC Layak Berada di Lima Besar

Pertandingan antara Arema FC melawan Persis Solo pada Sabtu (18/4/2026) berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Singo Edan. Kekalahan ini membuat rekor tak terkalahkan Persis Solo dalam delapan laga beruntun harus sirna di markas Arema FC pada pekan 28 Super League 2025/2026.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui bahwa pertandingan kontra Arema FC merupakan salah satu penampilan terburuk timnya sepanjang musim ini. Ia mengatakan bahwa timnya tidak mampu memaksimalkan penguasaan bola dan justru sering melakukan kesalahan elementer yang dimanfaatkan oleh Arema FC.

“Kami sudah tahu mereka akan memanfaatkan kesalahan, dan kami membuat dua kesalahan, bahkan mungkin lebih,” ujarnya.

Milo juga menyebut bahwa Arema FC layak meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, posisi Arema FC di papan tengah klasemen saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan mereka.

“Arema pantas mendapatkan hasil ini. Klasemen mereka sekarang tidak mencerminkan performa sebenarnya. Mereka seharusnya bisa berada di lima besar,” tambahnya.

Penyitaan 33 Botol Miras di Ring 4

Di sisi lain, laga antara Arema FC dan Persis Solo tercoreng karena adanya penyitaan 33 botol minuman keras dari 54 suporter di Ring 4 sekitar Stadion Kanjuruhan. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari pengamanan tambahan yang dilakukan oleh Polres Malang.

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengatakan bahwa pihak kepolisian melakukan pengamanan di beberapa titik strategis sebelum pertandingan. Pengamanan tambahan dilakukan di ring empat sekitar Stadion Kanjuruhan, tepatnya di simpang empat Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina (ABW), serta di simpang empat Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dari 54 suporter yang diperiksa, 27 di antaranya berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Malang, 19 dari Kota Malang, empat dari Kota Batu, dua dari Kabupaten Kediri, dan dua dari Kabupaten Blitar. Barang bukti beserta 54 suporter telah diamankan di Polres Malang, namun untuk tindakan selanjutnya, pihak kepolisian akan berdiskusi dengan Presidium Aremania.

Edukasi Budaya “Mbois” Tanpa Miras

Perwakilan Manajemen Arema FC, Munif Wakid, menambahkan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh suporter agar tidak mengkonsumsi miras di area stadion dan sekitarnya. Ia menyebut bahwa tujuan utama adalah menciptakan budaya nonton sepak bola yang tertib dan tanpa pengaruh alkohol.

“Kita harus menciptakan habit baru, yang nonton bal-balan enggak mabuk iku yo mbois sebenarnya,” kata Munif.

Ia juga menyebut bahwa pihak manajemen telah melakukan edukasi melalui media sosial dan di stadion, termasuk penyebaran flyer yang menyatakan larangan membawa miras. Munif mendukung pihak pengamanan untuk memperluas pemeriksaan di ring tiga dan ring empat, sehingga kondusivitas selama pertandingan bisa terjaga.

Pos terkait