ARIRANG BTS: Matang, Tapi Tak Seketika Memikat?

BTS Kembali dengan Album “ARIRANG”: Fase Baru yang Mendalam dan Penuh Refleksi

Setelah penantian yang cukup panjang, grup idola K-pop fenomenal, BTS, akhirnya kembali menyapa para penggemarnya dengan album terbaru bertajuk “ARIRANG”. Kembalinya grup di bawah naungan BIGHIT MUSIC ini menandai sebuah fase baru dalam perjalanan karier mereka, terutama setelah hampir empat tahun vakum dan seluruh anggota menyelesaikan kewajiban wajib militer. Album “ARIRANG” sendiri terdiri dari 14 lagu, dengan “SWIM” dipilih sebagai lagu utama. Album ini tidak hanya menampilkan sisi BTS yang lebih dewasa dan reflektif, tetapi juga keberanian mereka dalam mengeksplorasi akar budaya Korea, sesuai dengan inspirasi judulnya.

Sebagai sebuah karya dari grup dengan basis penggemar global yang masif, “ARIRANG” tentu saja memancing beragam respons dan penilaian dari para pendengarnya. Tak mengherankan, album ini langsung mendominasi berbagai platform media sosial dan menjadi topik perbincangan hangat sejak resmi dirilis pada Jumat, 20 Maret 2026. Sebagian besar ARMY, sebutan untuk penggemar BTS, mengaku langsung jatuh hati pada lagu-lagu di album ini, khususnya “SWIM”. Namun, tak sedikit pula yang menyatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk benar-benar terhubung dan “klik” dengan keseluruhan materi yang disajikan dalam album “ARIRANG”. Lantas, apakah album ini layak disebut sebagai salah satu rilisan terbaik BTS? Mari kita telaah lebih dalam.

Pesona yang Membutuhkan Waktu untuk Ditemukan

Bagi para penggemar setia BTS, mungkin ada yang merasa bahwa lagu-lagu dalam album “ARIRANG” tidak langsung terasa “nendang” atau catchy seperti karya-karya mereka sebelumnya. Namun, hal ini bukan berarti seluruh lagu kehilangan daya tariknya. Berbeda dengan rilisan sebelumnya yang cenderung menawarkan pesona instan, “ARIRANG” justru menyajikan keindahan yang muncul secara bertahap.

Beberapa lagu dalam album ini mungkin terasa kurang mengesankan pada pendengaran pertama. Namun, setelah didengarkan berulang kali, kekuatannya justru semakin terasa dan membekas di hati. Pengalaman ini dirasakan oleh banyak pendengar, termasuk saat mendengarkan lagu “Body to Body”. Awalnya mungkin terasa sedikit berbeda di telinga, namun setelah “SWIM”, lagu ini justru menjelma menjadi salah satu favorit. Fenomena ini diakui sendiri oleh salah satu anggota BTS, Kim Seok Jin.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Jin mengungkapkan bahwa lagu-lagu di album ini memang tidak dirancang untuk langsung memikat sejak awal. Sebaliknya, mereka dirancang untuk semakin sulit dilupakan seiring dengan semakin seringnya didengarkan. “Ini bukan lagu yang langsung memikat sejak pertama kali didengar, tetapi semakin sering kalian mendengarnya, semakin sulit untuk melupakannya,” ujar Jin pada Jumat, 20 Maret 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi kedalaman artistik yang ditawarkan oleh “ARIRANG”, yang membutuhkan apresiasi lebih dari sekadar pendengaran singkat.

Eksplorasi Budaya yang Memberi Warna Baru

Secara musikal, lagu-lagu dalam album “ARIRANG” terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan rilisan BTS sebelumnya. Sejumlah lagu menampilkan struktur musik yang lebih kompleks, yang mungkin memerlukan adaptasi tersendiri bagi pendengar. Namun, jika kita kembali pada konsep yang diusung, “ARIRANG” memang sejak awal telah menawarkan sebuah pendekatan yang berbeda.

Judul album yang terinspirasi dari lagu tradisional Korea menjadi petunjuk kuat bahwa album ini menggali lebih dalam unsur budaya Korea. Eksplorasi ini terlihat jelas dari sisi melodi, nuansa emosional, hingga sentuhan musikal yang berakar pada tradisi. Dengan demikian, “ARIRANG” bukan sekadar kumpulan lagu yang mudah menempel di telinga, melainkan sebuah karya yang memberikan warna baru bagi spektrum musik BTS.

Album ini menghadirkan kedalaman emosi yang lebih dewasa dan reflektif, sekaligus mengapresiasi identitas budaya Korea dengan cara yang unik. Tidak heran jika banyak ARMY yang memberikan apresiasi tinggi atas keberanian BTS dalam mengangkat jati diri budaya mereka melalui medium musik dengan pendekatan yang segar dan berbeda.

Penggunaan Bahasa Inggris: Pro dan Kontra yang Menarik

Salah satu aspek dari album “ARIRANG” yang cukup ramai dibicarakan dan bahkan menuai kritik adalah penggunaan bahasa Inggris dalam liriknya. Mengingat konsep album yang sangat kental dengan budaya Korea, banyak penggemar yang berharap agar penggunaan bahasa Korea bisa lebih dominan untuk memperkuat nuansa tradisional yang ingin disampaikan.

Kritik ini sebenarnya cukup beralasan. BTS berada dalam posisi yang menarik: sebagai artis global yang dikenal luas, mereka juga senantiasa membawa identitas lokal mereka. Penggunaan bahasa Inggris dalam beberapa lagu dapat dilihat sebagai strategi untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas. Namun, di sisi lain, eksplorasi budaya Korea tetap menjadi inti dari konsep album ini.

Pertanyaan apakah “ARIRANG” layak disebut sebagai salah satu rilisan terbaik BTS, pada akhirnya akan kembali pada selera masing-masing pendengar. Namun, dari sudut pandang artistik, album ini membawa pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan rilisan-rilisan sebelumnya. “ARIRANG” layak diapresiasi sebagai sebuah evolusi dalam diskografi BTS, yang menunjukkan kematangan musikal dan keberanian dalam bereksperimen.


  • Penjelasan Teori MV “SWIM” – BTS, Apakah Lili Reinhart Merepresentasikan ARMY?
  • Lirik dan Makna Lagu “Body to Body” – BTS, Menggunakan Sampel Arirang Asli
  • RM BTS Cedera Sehari sebelum Comeback, Bagaimana Nasib Konser “ARIRANG”?

Pos terkait