Touska Disita oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz
JAKARTA — Amerika Serikat (AS) telah mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska di dekat Selat Hormuz. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari blokade angkatan laut yang diterapkan oleh AS terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar peraturan dan kebijakan pihaknya.
Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Touska disita oleh Angkatan Laut AS setelah gagal menanggapi peringatan untuk berhenti. Dalam pesannya di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa kapal tersebut mencoba melewati blokade angkatan laut AS, tetapi tidak berhasil.
Berdasarkan informasi dari TankerTrackers.com, Touska sebelumnya meninggalkan Port Klang, pelabuhan utama di Malaysia. Setelah itu, kapal tersebut mencoba melewati blokade AS. Trump menulis dalam pernyataannya, “Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka.”
Menurut Trump, kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS sebelumnya telah memperingatkan Touska untuk berhenti di Teluk Oman. Namun, kapal tersebut tidak menghiraukan peringatan tersebut.
Pengumuman penyitaan Touska terjadi setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, akan memimpin delegasi lain untuk putaran kedua pembicaraan tentang mengakhiri konflik dengan Iran di Pakistan.
Media pemerintah Iran merespons tindakan AS dengan mengklaim bahwa militer Iran akan membalas dan menuduh AS telah melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April 2026. Juru Bicara Pusat Komando Militer Khatam Al-Anbiya Iran menyatakan, “Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera membalas dan melakukan pembalasan terhadap pembajakan bersenjata ini dan militer AS.”
Selain itu, media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Teheran menolak perundingan perdamaian baru, karena alasan blokade yang sedang berlangsung. Aksi militer AS kini menimbulkan pertanyaan baru tentang kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara dua negara yang bertikai.
Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa para pejabat AS akan menuju Pakistan pada hari Senin (20/4/2026) untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pemimpin Iran tentang perang AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran.
Perubahan Pasar Minyak Akibat Ketegangan di Timur Tengah
Seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, pasar minyak pun bereaksi. Harga minyak Brent dan WTI naik tajam karena para pedagang mengevaluasi kembali kemungkinan gangguan yang berkelanjutan. Harga minyak Brent sendiri melonjak hingga 7% menjadi US$97,50 per barel dari perdagangan sebelumnya US$95,71 per barel.






