Balita Hilang di Kelurahan Tugujaya Saat Orang Tua Antre Bansos


Tragedi di Tasikmalaya: Balita Hilang Saat Antre Bansos, Diduga Terseret Arus Sungai

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kota Tasikmalaya pada Jumat sore, 2 Januari 2026, ketika seorang bocah laki-laki berusia lima tahun dilaporkan hilang secara mendadak saat menemani ibunya mengantre pembagian bantuan sosial (bansos). Balita bernama Muhammad Zaidan Al-Fatih ini lepas dari pengawasan orang tuanya di Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Kronologi Hilangnya Muhammad Zaidan Al-Fatih

Menurut keterangan yang berhasil dikumpulkan, insiden ini bermula ketika ibu korban membawa Zaidan ke kantor kelurahan untuk mengurus administrasi terkait bantuan sosial. Saat menunggu giliran, Zaidan bersama kakaknya pergi ke sebuah warung di dekat lokasi untuk jajan. Setelah selesai jajan, sang kakak mengantarkan Zaidan kembali menuju ibunya di dalam kantor kelurahan. Namun, dalam perjalanan itulah, Zaidan diduga terlepas dari pengawasan dan menghilang.

Kondisi cuaca saat kejadian sangat memprihatinkan. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan debit air di saluran sungai yang berada di sekitar kantor kelurahan meningkat drastis. Keterangan dari ayah korban, Ali Darsono, menyebutkan bahwa Zaidan terakhir kali terlihat mengenakan pakaian berwarna biru, termasuk sweater biru dan celana panjang. “Terakhir pakai baju biru, sweater biru dan celana panjang. Umurnya lima tahun setengah, laki-laki. Waktu itu hujan, air di saluran juga besar,” ujar Ali Darsono dengan nada cemas saat ditemui di lokasi pencarian.

Upaya Pencarian yang Intensif

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Kepolisian, TNI, Tagana, RAPI, relawan, komunitas, dan masyarakat setempat, segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan secara intensif di sekitar lokasi kejadian hingga menyusuri aliran sungai. Namun, hingga berita ini diturunkan, keberadaan Zaidan belum juga ditemukan.

Ali Darsono mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kepastian apakah anaknya hanyut ke sungai atau tersesat. “Tidak ada yang melihat jadi belum pasti hilangnyanhanyut ke sungai atau nyasar. Kondisi hujan sangat deras dan arus air sungai cukup besar,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa pencarian terus dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan.

Pernyataan Resmi BPBD Kota Tasikmalaya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyatakan bahwa potensi Zaidan hanyut ke sungai memang sangat mungkin terjadi, mengingat kondisi lingkungan dan cuaca saat kejadian. “Peristiwa anak hilang memang tidak ada yang melihat langsung. Namun potensi hanyut ke sungai memang ada. Sebab anak berada di dekat saluran air dan kondisi saat itu hujan deras, debit air juga besar,” jelas Hanafi.

Ia merinci bahwa upaya pencarian dibagi menjadi tiga tim yang menyusuri saluran air hingga ke bendungan bekas perusahaan di wilayah Sukaraja. “Kami bagi menjadi tiga tim, menyusuri saluran air hingga ke bendungan bekas perusahaan di wilayah Sukaraja. Tim pencarian terdiri dari BPBD, Kepolisian, TNI, Tagana, RAPI, relawan, komunitas, dan masyarakat,” ungkapnya.

Perluasan Area Pencarian dan Koordinasi Lanjutan

BPBD Kota Tasikmalaya menargetkan pencarian akan terus dilakukan minimal selama tiga hari ke depan dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang rencananya akan bergabung setelah proses administrasi selesai.

Lebih lanjut, pihak BPBD tidak menutup kemungkinan untuk memperluas area pencarian ke jaringan sungai yang lebih besar, termasuk berkoordinasi dengan wilayah Ciamis dan Banjar. “Semua potensi akan kita buka. Karena ini faktor kemanusiaan, kita tidak mau setengah-setengah,” tegas Hanafi.

Proses pencarian terhadap Muhammad Zaidan Al-Fatih masih terus berlanjut, dengan harapan besar agar balita yang hilang tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk tidak berhenti berupaya hingga korban ditemukan.

Pos terkait