Banjir Pekalongan Lumpuhkan Ribuan Perjalanan KAI

Banjir Pekalongan Lumpuhkan Jalur Utara Jawa Tengah, Perjalanan Kereta Api Terganggu

Banjir kembali merendam jalur kereta api di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu (18/1). Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api (KA) di jalur utara Jawa Tengah terpaksa dibatalkan. Genangan air yang mencapai ketinggian 10 hingga 13 cm di atas kepala rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi ini memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengambil langkah darurat demi keselamatan penumpang dan operasional.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Pekalongan sejak Sabtu (17/1/2026) malam menjadi penyebab utama kembalinya banjir di jalur rel. Meskipun ketinggian air dilaporkan berangsur surut, genangan yang signifikan tersebut membahayakan kelangsungan perjalanan kereta.

Daftar Kereta Api yang Terkena Dampak Banjir

PT KAI Daop 4 Semarang mengumumkan bahwa beberapa kereta api dengan keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayahnya mengalami pembatalan. Daftar tersebut meliputi:

  • KA Kaligung
  • KA Kamandaka
  • KA Argo Sindoro
  • KA Argo Muria
  • KA Tawangjaya Premium
  • KA Ambarawa Ekspres
  • KA Tegal Bahari

Selain pembatalan, PT KAI juga menerapkan pola operasi memutar atau alih rute untuk beberapa kereta api lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional kereta tetap berjalan meskipun dengan penyesuaian rute.

Penyesuaian Rute untuk Mengatasi Banjir

Beberapa kereta api yang sebelumnya dijadwalkan melintasi jalur utara kini dialihkan melalui jalur selatan. Perubahan rute ini mencakup:

  • KA Argo Bromo Anggrek
  • KA Sembrani
  • KA Jayabaya
  • KA Pandalungan

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa prioritas utama dalam pengambilan keputusan ini adalah keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh penumpang. Ia menambahkan bahwa PT KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif.

Kondisi Jalur Rel dan Pemantauan

Berdasarkan hasil pemantauan awal, genangan banjir yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan struktural pada konstruksi rel. Hal ini menjadi sedikit kelegaan di tengah situasi yang menantang ini, meskipun ancaman banjir susulan tetap ada mengingat curah hujan yang tinggi.

Sebelumnya, jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sempat tergenang banjir sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari. Kondisi sempat membaik pada Sabtu petang ketika banjir mulai surut dan jalur dinyatakan normal kembali. Namun, hujan yang kembali turun dengan intensitas tinggi sejak Sabtu malam kembali merendam jalur tersebut, menyebabkan gangguan operasional yang signifikan pada Minggu ini.

Antisipasi dan Langkah Jangka Panjang

Peristiwa banjir yang berulang kali terjadi di jalur utara Jawa Tengah ini menyoroti kerentanan infrastruktur kereta api terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem. PT KAI terus berupaya meningkatkan sistem peringatan dini dan melakukan pemeliharaan rutin pada jalur-jalur yang rawan bencana.

Koordinasi dengan badan meteorologi, badan penanggulangan bencana, serta pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadapi ancaman banjir dan bencana alam lainnya. Upaya-upaya mitigasi bencana, seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase di sekitar jalur kereta api, juga perlu terus digalakkan untuk meminimalkan risiko di masa mendatang.

Meskipun menghadapi tantangan, PT KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Evaluasi terus-menerus terhadap pola operasi dan kesiapan personel dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Pos terkait