Banjir Pekanbaru Surut di Lima Titik Sejak Jumat Malam

Banjir Melanda Pekanbaru Akibat Hujan Deras dan Pasang Sungai Siak, Lima Pemukiman Terendam Namun Telah Surut

Kota Pekanbaru sempat dilanda banjir pada Jumat, 2 Januari 2026, menyusul curah hujan yang tinggi dan kondisi pasang Sungai Siak. Lima lokasi pemukiman warga dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter. Namun, berkat kesigapan tim di lapangan, kondisi banjir tersebut dilaporkan telah surut pada malam harinya, sehingga tidak ada warga yang terpaksa mengungsi.

Kejadian banjir ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah perkotaan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan kondisi hidrologis sungai. Meskipun situasi telah kembali normal, evaluasi dan langkah antisipasi jangka panjang tetap menjadi prioritas.

Detil Lokasi yang Terdampak Banjir

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, terdapat lima titik pemukiman yang terdampak banjir. Ketinggian air yang menggenangi area permukiman ini bervariasi.

  • Jalan Arwana, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai: Lokasi ini menjadi salah satu yang terdampak paling parah, dengan ketinggian banjir mencapai hampir setengah meter atau sekitar 50 sentimeter.
  • Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai: Di kawasan ini, ketinggian banjir dilaporkan berkisar antara 15 hingga 25 sentimeter.
  • Jalan Kampung Baru, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya: Sama seperti Jalan Pesisir, banjir di lokasi ini memiliki ketinggian yang serupa, yaitu antara 15 hingga 25 sentimeter.
  • Jalan Kaswari, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai: Wilayah ini juga mengalami genangan air dengan ketinggian yang tidak jauh berbeda, sekitar 15 hingga 25 sentimeter.
  • Jalan Tirtonadi, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai: Lokasi terakhir yang terdampak banjir ini juga melaporkan ketinggian air berkisar 15 hingga 25 sentimeter.

Tim BPBD Kota Pekanbaru telah melakukan pemantauan intensif di lapangan dan memastikan bahwa kondisi banjir di keempat lokasi terakhir tersebut telah berangsur surut pada Jumat malam.

Faktor Penyebab Banjir

Banjir yang melanda Pekanbaru pada Jumat sore hingga malam tersebut merupakan akumulasi dari dua faktor utama: tingginya curah hujan yang turun secara intens dalam waktu singkat, serta kondisi pasang air di Sungai Siak yang merupakan sungai besar yang melintasi kota ini.

“Jadi banjir Jumat kemarin dipengaruhi pasang Sungai Siak dan curah hujan yang tinggi,” jelas Iwa Gemino.

Kombinasi kedua faktor ini menyebabkan sistem drainase kota tidak mampu menampung volume air yang masuk, sehingga terjadi luapan yang menggenangi permukiman warga dan sejumlah ruas jalan. Luapan air dari drainase yang tidak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama meluasnya genangan.

Respons dan Tindakan BPBD

Meskipun banjir yang terjadi tidak sampai menyebabkan warga mengungsi, BPBD Kota Pekanbaru tetap sigap dalam melakukan penanganan. Tim di lapangan telah dikerahkan untuk memantau situasi, memberikan informasi terkini kepada masyarakat, dan melakukan upaya-upaya mitigasi jika diperlukan.

Pihak BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif. Upaya pembersihan saluran drainase secara berkala dan peningkatan kapasitas sistem pengelolaan air hujan menjadi agenda penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama saat musim hujan masih berlangsung. Informasi mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana dapat diperoleh melalui sumber-sumber resmi pemerintah daerah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, juga sangat krusial dalam upaya pencegahan banjir.

Pos terkait