Banjir Landa Banjarbaru, Puluhan Rumah Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi
Banjir kembali melanda kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, memaksa sebagian warga meninggalkan rumah mereka yang tergenang air. Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa hari, menyebabkan kepanikan dan kesulitan bagi para penghuni.
Salah satu warga yang terpaksa mengungsi adalah Elisanti beserta keluarganya. Mereka telah memilih tempat penampungan sementara di sebuah bangunan kayu sederhana di pinggir jalan raya, yang hanya dibatasi oleh terpal sebagai dinding. Sudah lima hari mereka tinggal di sana, berbagi tempat dengan keluarga lain di RT 2 Landasan Ulin Selatan.
“Sudah lima hari di sini. Kami di sini dua keluarga,” ungkap Elisanti saat ditemui di lokasi pengungsian. Ia menjelaskan bahwa rumahnya telah terendam banjir sepenuhnya sejak lima hari lalu, mulai dari halaman depan, ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur. Ketinggian air bahkan mencapai setinggi lutut, membuat rumah tidak lagi layak huni.
Dalam kondisi serba terbatas, keluarga Elisanti berinisiatif untuk memasak sendiri makanan sehari-hari menggunakan bahan seadanya. “Kemarin sudah ada bantuan berupa beras, untuk sembako lainnya belum ada. Kami memasak sendiri,” tuturnya. Untuk kebutuhan sanitasi, mereka mengandalkan toilet portabel yang disediakan oleh dinas terkait di kawasan RT 2 Landasan Ulin Selatan.
Strategi Bertahan di Tengah Genangan Air
Tidak semua warga memilih untuk mengungsi. Mahrita dan keluarganya, misalnya, tetap bertahan di rumah meskipun lantai kediaman mereka sudah terendam banjir. Air mulai naik secara perlahan sejak Minggu, 28 Desember 2025, hingga akhirnya merendam seluruh lantai rumah.
Keluarga Mahrita mengambil langkah antisipasi dengan membuat ranjang kayu yang ditinggikan agar mereka tetap bisa tidur dengan aman. “Kami belum mengungsi lagi, karena WC masih tinggi. Kecuali WC tenggelam baru mengungsi,” jelas Mahrita. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang, mengutamakan keselamatan sambil terus memantau perkembangan situasi banjir.
Dampak Banjir di Tingkat RT
Ketua RT 2 Landasan Ulin Selatan, Hendra, melaporkan bahwa hingga Sabtu, 3 Januari 2026, banjir telah berdampak pada sekitar 40 rumah di wilayahnya, yang dihuni oleh 50 kepala keluarga. Namun, hanya sebagian kecil, yaitu 4 kepala keluarga, yang memilih untuk mengungsi. Sebagian besar warga lainnya memilih untuk bertahan di rumah dengan berbagai cara.
Sementara itu, di RT 1 Kelurahan Landasan Ulin Selatan, situasi serupa juga terjadi. Ketua RT 1 Landasan Ulin Selatan, Salasiah, menyatakan bahwa sekitar 45 rumah warga di RT 1 RW 1 juga terdampak banjir. Angka ini menunjukkan skala dampak banjir yang cukup luas di kawasan tersebut.
Situasi banjir ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah tersebut terhadap perubahan cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Pihak berwenang diharapkan dapat terus memberikan perhatian dan bantuan kepada warga yang terdampak, serta melakukan evaluasi terhadap upaya pencegahan banjir di masa mendatang.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Pemerintah daerah melalui dinas terkait telah berupaya memberikan bantuan awal kepada warga yang terdampak, seperti penyaluran beras. Namun, kebutuhan akan sembako lainnya masih menjadi prioritas bagi para pengungsi dan warga yang bertahan di rumah. Ketersediaan toilet portabel juga menjadi salah satu solusi sementara untuk mengatasi masalah sanitasi di tengah situasi darurat ini.
Pemerintah daerah juga terus memantau ketinggian air dan kondisi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Koordinasi antarlembaga dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana banjir ini. Edukasi mengenai mitigasi bencana dan pentingnya menjaga lingkungan juga perlu terus digalakkan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Banjir yang melanda Banjarbaru ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dampak psikologis bagi para korban. Harapan terbesar warga adalah agar banjir segera surut dan kehidupan mereka dapat kembali normal seperti sedia kala.






