Berita Populer Sulut: Penangkapan Gorontalo & Lepas Ratusan Benih Mujair

Tiga Berita Populer Sulawesi Utara: Dari Penangkapan Kriminal Hingga Aksi Lingkungan

Sulawesi Utara kembali menyajikan serangkaian peristiwa menarik yang berhasil mencuri perhatian publik. Mulai dari pengungkapan kasus kriminal lintas provinsi, dimulainya pembangunan infrastruktur strategis, hingga aksi peduli lingkungan yang melibatkan komunitas lokal. Tiga berita ini menjadi sorotan utama pembaca setia di akhir Maret 2026, merangkum berbagai aspek kehidupan di wilayah ujung utara Pulau Sulawesi.

1. Kronologi Penangkapan Tersangka Curanmor Lintas Provinsi di Minahasa Utara

Kepolisian berhasil mengamankan seorang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi yang bersembunyi di Kabupaten Minahasa Utara. Pelaku, yang diketahui bernama Julkifli Djuka (22), merupakan warga Dusun Suka Juang, Desa Prima, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama apik antara Tim Resmob Polda Sulawesi Utara dengan Tim Gabungan Satya Polres Minahasa Utara.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Minahasa Utara, Ipda Iskandar Mokoagow, penangkapan dilakukan pada Jumat, 27 Maret 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Lokasi penangkapan berada di sebuah tempat persembunyian di Desa Watutumou, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Ipda Iskandar Mokoagow menambahkan bahwa pelaku ternyata adalah seorang residivis yang sudah beberapa kali berurusan dengan hukum terkait kasus curanmor. Keberhasilan penangkapan ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan lintas wilayah demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda: Simbol Pembangunan Infrastruktur Strategis

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama untuk mendorong kemajuan suatu daerah. Di Kabupaten Minahasa Utara, sebuah tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur ditandai dengan dilakukannya Ground Breaking atau peletakan batu pertama untuk Jembatan Perintis Garuda. Acara ini berlangsung di Desa Talawaan Atas, Kecamatan Wori, pada hari Jumat, 27 Maret 2026.

Ritual peletakan batu pertama dan pencampuran semen di dalam lubang dilakukan secara simbolis oleh Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, didampingi oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda. Kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Camat Wori Oktavianus Yus Mayuntu, Dandim 1309 Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi, serta Hukum Tua Desa Talawaan Atas, Feky Kasihidi.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Pelaksanaan program ini dilakukan secara serentak di 14 titik di wilayah Kodam XIII/Merdeka, yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah, dari total rencana 36 titik. Di Kabupaten Minahasa Utara sendiri, terdapat tiga titik pembangunan jembatan yang direncanakan. Satu di antaranya adalah jembatan beton, sementara dua lainnya adalah jembatan gantung yang berlokasi di Kelurahan Rap-rap, Kecamatan Airmadidi, dan di Desa Talawaan Atas, Kecamatan Wori. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar arus transportasi barang dan jasa, serta membuka potensi ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

3. Aksi Peduli Lingkungan: Pelepasan Benih Ikan Mujair dan Kampanye Urban Farming

Dalam rangka memperingati berbagai hari penting, seperti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Ikatan Alumni Politeknik Negeri Manado (IKA Polimdo) dan Hari Air Sedunia, sebuah kegiatan peduli lingkungan yang inspiratif dilaksanakan di Sungai Kairagi, Manado, Sulawesi Utara. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, seratus ekor benih ikan mujair dilepaskan ke dalam sungai tersebut.

Kegiatan pelepasan benih ikan ini merupakan inisiatif dari IKA Polimdo yang bekerja sama dengan Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tindakan Antusias Simpati Alam (TANSA). Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang lebih besar bertema “Menanam Kebaikan, Merawat Sungai, Menjaga Kehidupan”, yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan di Kelurahan Kairagi I, Lingkungan III, Lorong Gereja GMIM Pniel.

Selain pelepasan benih ikan, kegiatan lain yang turut dilaksanakan meliputi pembersihan Sungai Kairagi dari sampah dan limbah. Tidak hanya itu, masyarakat juga diberikan bibit tanaman tomat dan kemangi sebagai bentuk edukasi pertanian perkotaan atau urban farming. Kampanye urban farming ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan untuk menanam pangan sendiri, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan ini juga sekaligus menjadi persiapan dan penyambutan Hari Bumi.

Ketiga berita ini memberikan gambaran tentang dinamika yang terjadi di Sulawesi Utara, mencakup aspek penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, serta kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan.

Pos terkait