BGN ajak kepala SPPG rutin ke sekolah pastikan bantuan tepat sasaran

Pentingnya Kunjungan Langsung ke Sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pentingnya kunjungan langsung oleh para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah-sekolah yang menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Nanik, kunjungan ini sangat penting untuk berkoordinasi dengan guru-guru, memastikan jumlah penerima manfaat MBG yang riil dari dapur masing-masing SPPG, serta memantau perkembangan anak-anak penerima manfaat.

Pernyataan ini disampaikan Nanik saat memberikan pengarahan kepada para Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkopimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, serta seluruh Kepala SPPG, di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (24/1).

Kasus Viral di SDN 1 Batuporo Timur

Dalam kesempatan tersebut, Nanik menyebutkan kasus viral yang terjadi di SDN 1 Batuporo Timur di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Sekolah tersebut disebut menerima jatah MBG sebanyak 63 porsi meski tidak memiliki aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena sudah tidak memiliki siswa.

Menurut video viral yang beredar, salah satu ruang kelas di sekolah tersebut digunakan untuk berkaraoke. Berdasarkan temuan sementara, SDN 1 Batuporo Timur sebelumnya memiliki 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan, dengan jumlah guru sebanyak tujuh orang. Namun, seiring waktu, para siswa memilih melanjutkan pendidikan di madrasah dan hanya datang ke sekolah tersebut setiap hari Jumat.

Penyebab Tidak Terpantau

Kasus ini menimbulkan anggapan publik bahwa BGN lemah dalam pengelolaan data. Padahal, jarak antara SPPG dan sekolah tersebut hanya sekitar 10 menit. Namun, karena Kepala SPPG tidak pernah datang langsung ke sekolah, sementara distribusi MBG tidak dilakukan secara langsung dengan alasan akses melalui pekarangan warga, kondisi riil di lapangan tidak terpantau.

“Ini karena SPPG malas, dan tidak mengecek ke lapangan,” tegas Nanik.

Langkah yang Diambil oleh BGN

Atas kejadian tersebut, Nanik yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG mewajibkan seluruh Kepala SPPG untuk aktif mendatangi sekolah-sekolah penerima manfaat, termasuk posyandu, guna berkoordinasi dan memperoleh data yang paling mutakhir.

“Jangan sampai terulang kasus seperti yang di Madura itu,” pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

Untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan transparan, beberapa langkah penting perlu diterapkan:

  • Kunjungan Rutin ke Sekolah
    Para Kepala SPPG harus rutin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaat untuk memastikan data akurat dan menjaga komunikasi dengan guru-guru.

  • Pemantauan Langsung di Lapangan
    Data yang diperoleh melalui kunjungan langsung lebih dapat dipercaya dibandingkan data yang hanya didapatkan melalui laporan tertulis.

  • Peningkatan Kesadaran dan Tanggung Jawab
    Seluruh pelaku program harus sadar akan tanggung jawab mereka dalam mengelola dan memantau distribusi MBG agar tidak terjadi penyalahgunaan atau ketidaksesuaian.

  • Koordinasi dengan Pihak Terkait
    Kolaborasi antara SPPG, guru, dan instansi terkait sangat penting untuk memastikan semua pihak bekerja sama dalam menjalankan program MBG secara optimal.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Pos terkait