Kalsel Diguncang Serangkaian Gempa Tektonik Dangkal, BMKG Pantau Dampak
Kalimantan Selatan, sebuah provinsi yang kaya akan keindahan alam dan sumber daya, baru-baru ini dikejutkan oleh serangkaian gempa tektonik dangkal yang mengguncang wilayah Kabupaten Balangan dan Kotabaru. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 3 Januari, siang hari, memicu kewaspadaan masyarakat dan pemantauan intensif dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kronologi Gempa yang Mengguncang
Peristiwa seismik ini dimulai sekitar pukul 12.18 Waktu Indonesia Tengah (Wita). BMKG mencatat adanya gempa tektonik dengan magnitudo 2,7. Pusat gempa ini terdeteksi berada pada koordinat 2,36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 115,55 derajat Bujur Timur (BT). Lokasinya cukup dekat dengan daratan, hanya berjarak delapan kilometer arah barat daya dari Kabupaten Balangan, dengan kedalaman yang sangat dangkal, yaitu empat kilometer di bawah permukaan bumi. Gempa dangkal seperti ini cenderung lebih terasa oleh masyarakat di permukaan.
Tidak berselang lama, pada pukul 12.24 Wita, aktivitas gempa kembali terdeteksi, kali ini berpusat di wilayah Kabupaten Kotabaru. Gempa kedua ini memiliki magnitudo yang sedikit lebih besar, yaitu 3,1. Koordinat gempa ini tercatat pada 2,66 derajat LS dan 116,50 derajat BT. Meskipun berjarak lebih jauh dari daratan utama, yaitu 81 kilometer arah timur laut Kabupaten Kotabaru, kedalamannya ternyata lebih dangkal lagi, hanya tiga kilometer. Kedalaman yang minimal ini berpotensi menghasilkan getaran yang cukup signifikan di permukaan.
Menambah kekhawatiran, pada pukul 12.36 Wita, terjadi gempa susulan yang kembali terasa di wilayah Kabupaten Balangan. Gempa susulan ini tercatat memiliki magnitudo 2,6. Titik koordinatnya berada di 2,19 derajat LS dan 115,46 derajat BT, dengan jarak 22 kilometer arah barat laut Kabupaten Balangan. Namun, gempa susulan ini memiliki kedalaman yang lebih signifikan dibandingkan dua gempa sebelumnya, yaitu 29 kilometer.
Sejarah Aktivitas Seismik di Balangan
Data historis menunjukkan bahwa wilayah Balangan bukanlah daerah yang asing dengan aktivitas gempa bumi. Kejadian gempa pada 3 Januari ini bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2023, tepatnya tanggal 13 November, Kabupaten Balangan juga pernah diguncang gempa bumi tektonik. Gempa yang terjadi saat itu tercatat memiliki magnitudo M 4,1, dengan pusat gempa berada 20 kilometer arah barat laut Balangan. Gempa pada tahun lalu ini memiliki kekuatan yang lebih besar dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.
Pemantauan Dampak dan Imbauan BMKG
Hingga pukul 13.30 Wita pada hari kejadian, BMKG belum menerima laporan resmi dari masyarakat mengenai adanya kerusakan bangunan atau dampak signifikan lainnya yang ditimbulkan oleh serangkaian gempa dangkal di Kabupaten Balangan dan Kotabaru. Namun, hal ini tidak mengurangi kewaspadaan pihak berwenang.
BMKG secara aktif terus memantau perkembangan situasi dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Imbauan penting disampaikan kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah terdampak. BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Penting untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Apabila masyarakat merasakan adanya getaran akibat gempa atau menemukan indikasi kerusakan pada bangunan setelah gempa terjadi, diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat atau pihak berwenang lainnya. Laporan yang cepat dan akurat sangat penting untuk penanganan selanjutnya dan evaluasi dampak gempa.
Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana
Serangkaian gempa tektonik dangkal di Kalimantan Selatan ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik. Meskipun gempa yang terjadi memiliki magnitudo yang relatif kecil, namun kedalaman yang dangkal dapat meningkatkan intensitas getaran yang dirasakan.
Beberapa langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:
- Mengetahui Titik Aman: Kenali tempat berlindung yang aman di dalam rumah saat terjadi gempa, seperti di bawah meja yang kokoh atau di dekat dinding bagian dalam.
- Menyiapkan Tas Siaga Bencana: Siapkan tas yang berisi perlengkapan penting seperti air minum, makanan ringan tahan lama, obat-obatan pribadi, senter, radio portabel, dan dokumen penting.
- Memahami Cara Bertindak Saat Gempa: Ingatlah prinsip “jatuh, berlindung, dan bertahan” (drop, cover, and hold on) saat gempa terjadi.
- Memeriksa Kestabilan Bangunan: Pastikan bangunan tempat tinggal memiliki struktur yang kuat dan tidak membahayakan saat terjadi guncangan.
Dengan pemahaman yang baik mengenai potensi risiko dan langkah-langkah kesiapsiagaan, masyarakat dapat mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan keselamatan diri serta keluarga ketika bencana alam terjadi. BMKG akan terus memberikan informasi terkini dan imbauan kepada masyarakat.





