Box Office Indonesia 5-11 Jan 2026: Sengit!

Persaingan Ketat di Layar Lebar Indonesia: Film Lokal dan Impor Bersaing di Awal Tahun 2026

Memasuki awal tahun 2026, industri perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran berbagai judul film baru yang siap memanjakan mata para penikmat sinema. Menariknya, pekan lalu menyaksikan serentak empat film lokal yang dirilis pada tanggal 8 Januari 2026, menciptakan persaingan yang sengit di tangga box office. Keempat film tersebut adalah Suka Duka Tawa, Malam 3 Yasinan, Uang Passolo, dan Musuh dalam Selimut.

Tak hanya film produksi dalam negeri, bioskop Indonesia juga kedatangan tiga film impor yang turut meramaikan pasar. Ketiga film asing tersebut adalah Greenland 2: Migration, We Bury the Dead, dan Beauty and The Beat. Lantas, film manakah yang berhasil memimpin perolehan box office pekan lalu? Mari kita telusuri lebih dalam.

Film Impor Mendominasi Puncak Peringkat

1. Greenland 2: Migration (Rilis 7 Januari 2026)

Film survival yang sangat dinanti, Greenland 2: Migration, berhasil memimpin tangga box office pekan lalu. Sejak penayangannya perdana pada 7 Januari 2026, film ini telah berhasil mengumpulkan total 111.025 penonton. Angka ini mengukuhkan posisinya sebagai film terlaris di antara rilisan pekan tersebut.

Disutradarai kembali oleh Ric Roman Waugh, film ini melanjutkan kisah perjuangan keluarga Garrity yang sebelumnya berhasil selamat dari ancaman kepunahan akibat hantaman komet antarbintang ke Bumi. Sekuel ini diharapkan akan menghadirkan ketegangan dan drama yang lebih mendalam seiring dengan upaya keluarga tersebut untuk bertahan hidup di tengah bencana global.

2. We Bury the Dead (Rilis 7 Januari 2026)

Film impor lainnya yang tayang pada pekan lalu adalah We Bury the Dead. Film bergenre thriller ini menampilkan akting Daisy Ridley sebagai Ava, seorang wanita yang bergabung dengan unit pengumpul jenazah demi menemukan suaminya yang hilang. Meskipun memiliki premis yang menarik, film ini baru berhasil mengumpulkan 10.025 penonton. Perolehan ini terbilang cukup jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Greenland 2: Migration, yang juga merupakan film impor.

3. Beauty and the Beat (Rilis 9 Januari 2026)

Film asal Thailand yang juga dikenal dengan judul Diva La Vie ini menjadi film dengan penonton paling sedikit di antara semua rilisan pekan lalu. Beauty and the Beat hanya mampu meraih 1.521 penonton sejak penayangan perdananya pada 9 Januari 2026. Film produksi GDH 559 ini bahkan hanya ditayangkan secara terbatas di bioskop Indonesia, yaitu pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2026. Mengusung genre komedi musikal, film ini bercerita tentang seorang diva legendaris yang berupaya kembali ke puncak karirnya, namun harus bersaing dengan popularitas grup idola Gen Z yang sedang naik daun.

Film Lokal Berjuang Merebut Hati Penonton

Meskipun film impor mendominasi puncak perolehan, film-film lokal tidak kalah sengit dalam memperebutkan perhatian penonton.

1. Uang Passolo (Rilis 8 Januari 2026)

Dari ranah perfilman Indonesia, Uang Passolo berhasil menjadi film lokal yang paling banyak diminati dengan raihan 54.911 penonton. Dibintangi oleh Imran Ismail dan Mashita Asapa, film ini mengangkat keunikan tradisi uang passolo dalam upacara pernikahan suku Bugis. Film ini menawarkan pandangan budaya yang kaya sekaligus kisah yang mungkin relevan dengan dinamika pernikahan.

2. Musuh dalam Selimut (Rilis 8 Januari 2026)

Film Musuh dalam Selimut membuktikan bahwa tema pengkhianatan dan perselingkuhan masih memiliki daya tarik kuat di kalangan penonton. Film ini berhasil meraih 52.815 penonton, hanya terpaut kurang dari 2.000 penonton dari Uang Passolo. Dibintangi oleh Yasmin Napper, Arbani Yasiz, dan Megan Domani, film yang tayang perdana pada 8 Januari 2026 ini mengupas tuntas kisah persahabatan yang rapuh dan beracun, yang perlahan berubah menjadi permainan manipulasi penuh tekanan mental.

3. Suka Duka Tawa (Rilis 8 Januari 2026)

Film Suka Duka Tawa berhasil mengumpulkan 50.723 penonton sejak penayangannya pada 8 Januari 2026. Film ini sangat dinantikan oleh para penggemar karena merupakan karya film panjang pertama dari Aco Tenriyagelli, yang sebelumnya sukses menggarap berbagai film pendek dan video musik. Berlatar belakang dunia komika, Suka Duka Tawa tidak hanya menjanjikan tawa melalui komedi absurd, tetapi juga menyajikan kisah emosional yang menyentuh. Cerita berfokus pada perjalanan seorang komika perempuan bernama Tawa (Rachel Amanda) yang berjuang untuk mengatasi luka masa lalunya.

4. Malam 3 Yasinan (Rilis 8 Januari 2026)

Malam 3 Yasinan hadir sebagai satu-satunya film lokal yang mengusung genre horor pada pekan lalu. Sayangnya, film arahan Yannie Sukarya ini belum berhasil menembus angka 50.000 penonton, dengan perolehan 43.539 penonton hingga Senin (12/1/2025). Film ini dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Baim Wong, Wulan Guritno, Shaloom Razade, dan Hamish Daud. Ceritanya mengikuti kisah kematian mendadak Sara (Shaloom Razade) yang mengguncang keluarga besar Djoyodiredjo, pemilik pabrik gula di era 1980-an, membuka tabir misteri dan ketegangan dalam keluarga tersebut.

Secara keseluruhan, pekan pertama Januari 2026 di bioskop Indonesia diwarnai oleh persaingan yang ketat, baik antara film lokal maupun film impor. Film Greenland 2: Migration berhasil memimpin, sementara film-film lokal menunjukkan kekuatan narasi dan budaya Indonesia yang beragam, meskipun harus bersaing ketat satu sama lain.

Pos terkait