Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mitigasi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari keenam pelaksanaannya. Dalam operasi ini, sebanyak 2,4 ton bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) ditebar untuk mengurangi potensi hujan ekstrem dan mengatasi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa OMC dilakukan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi yang terus-menerus. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan bencana seperti banjir atau longsor.
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca dilakukan melalui tiga kali penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Total bahan semai yang digunakan mencapai 2,4 ton, terdiri dari 800 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO untuk setiap penerbangan.
Penerbangan pertama dilakukan dengan fokus pada wilayah perairan Selat Sunda. Pesawat terbang pada ketinggian 10.000–11.000 kaki, dengan target awan cumulus mediocris yang memiliki dasar sekitar 5.000 kaki dan puncak hingga 12.000 kaki. Dalam penerbangan ini, sebanyak 800 kilogram NaCl digunakan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek, sehingga presipitasi terkonsentrasi di perairan.
Penerbangan kedua dilakukan pada siang hari, dengan area semai di atas perairan Selat Sunda pada radial 250–300 derajat dan jarak 80–110 mil laut dari Bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat terbang pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, dengan penggunaan 800 kilogram NaCl. Upaya ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.
Sementara itu, penerbangan ketiga difokuskan di wilayah udara Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram kalsium oksida (CaO). Langkah ini ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.
Prediksi Cuaca Ekstrem dan Rencana Lanjutan
Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa prediksi cuaca pada 21 Januari 2026 lebih ekstrem dibandingkan 12 dan 18 Januari lalu saat terjadinya banjir di Jakarta.
Meski demikian, berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, tingkat risiko masih berada pada kategori menengah. Oleh karena itu, pelaksanaan OMC sementara direncanakan berlangsung hingga 22 Januari 2026.
Kesimpulan
Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu langkah penting dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta. Dengan penggunaan bahan semai seperti NaCl dan CaO, BPBD DKI Jakarta berupaya mengurangi dampak cuaca ekstrem yang dapat membahayakan masyarakat dan infrastruktur. Proses ini dilakukan secara terus-menerus dan berbasis data meteorologi untuk memastikan efektivitasnya.






