Budi: KTP & BPJS Anti Gores, Jasa Sang Maestro Kembali di Palangka Raya

Jasa Laminating Kartu Identitas: Melindungi Dokumen Penting dari Kerusakan

Di era digital yang serba cepat, dokumen identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Identitas Anak (KIA), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), hingga kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memegang peranan krusial dalam kehidupan sehari-hari. Keausan, goresan, atau bahkan kerusakan fisik dapat menghambat berbagai urusan administrasi. Menyadari kebutuhan ini, seorang warga di Palangka Raya menawarkan solusi inovatif: jasa pemasangan pelindung khusus atau laminating untuk kartu-kartu identitas.

Budi (45), seorang pengusaha lokal, kembali membuka jasa pemasangan pelindung anti gores untuk kartu identitas di area Car Free Day (CFD) Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, pada Minggu (4/1/2026). Layanan ini sempat vakum selama beberapa tahun, namun permintaan dari masyarakat yang tinggi mendorongnya untuk kembali beroperasi. Di lapaknya yang sederhana, Budi melayani berbagai jenis kartu penting, kecuali kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Perlindungan Maksimal untuk Kartu Anda

Fungsi utama dari pelindung kartu ini, menurut Budi, serupa dengan pelindung layar pada ponsel pintar. Tujuannya adalah untuk menjaga agar kartu tidak mudah buram, terhindar dari goresan, dan tentunya menjadi lebih awet. Meskipun memiliki fungsi yang sama, pelindung kartu ini memiliki spesifikasi yang berbeda dengan pelindung layar ponsel.

Pelindung kartu ini terbuat dari bahan stiker atau plastik tipis dengan ketebalan sekitar 70 mikron. Bahan ini ditempelkan langsung pada permukaan kartu, menciptakan lapisan pelindung yang efektif. Lapisan ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai ancaman, mulai dari goresan halus, gesekan saat disimpan di dompet atau saku, cipratan air yang tidak disengaja, hingga debu dan kotoran yang menempel. Lebih dari itu, pelindung ini juga membantu mencegah tinta dan warna pada kartu agar tidak cepat pudar akibat paparan sinar matahari atau gesekan.

Selain memberikan perlindungan fisik, penggunaan pelindung anti gores juga berkontribusi pada estetika kartu. Kartu yang terlindungi akan senantiasa terlihat rapi, bahkan jika sering dikeluarkan-masukkan dari dompet atau disimpan bersama barang-barang lain. “Kalau sudah dilapisi anti gores, kartunya jadi lebih aman. Sama seperti HP yang dipasang pelindung layar,” ujar Budi, menekankan analogi yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Lebih dari Sekadar Pemasangan Pelindung

Jasa yang ditawarkan oleh Budi tidak hanya terbatas pada pemasangan pelindung anti gores. Ia juga menyediakan layanan perbaikan untuk kartu identitas yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kerusakan seperti mengelupasnya lapisan kartu atau adanya bekas lecet dapat diatasi dengan keahliannya.

Untuk layanan perbaikan kartu yang rusak, Budi mematok tarif mulai dari Rp10.000. Sementara itu, untuk pemasangan pelindung anti gores, tarifnya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000, tergantung pada ukuran dan jenis kartu. Bagi pelanggan yang hanya membutuhkan pelindung tambahan, Budi juga menjual sleeve atau pelindung kartu saja dengan harga Rp5.000 untuk dua buah pelindung.

Proses pengerjaan jasa ini terbilang sangat efisien. Setiap kartu hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga lima menit untuk selesai dipasang pelindungnya. Pelanggan hanya perlu menunggu sebentar hingga pelindung terpasang dengan rapi, bebas dari gelembung udara yang mengganggu.

Kembali Dibuka Setelah Vakum

Usaha jasa laminating kartu identitas ini sebenarnya telah dirintis oleh Budi sejak lama. Ia mengaku dulunya sering membuka lapak di berbagai lokasi strategis yang sering dikunjungi masyarakat untuk mengurus administrasi, seperti di area kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan lokasi layanan SIM keliling. Namun, seiring waktu, usahanya sempat terhenti.

Keputusan untuk membuka kembali jasanya ini didorong oleh banyaknya permintaan dari warga yang merindukan layanan tersebut. “Ini usaha lama, cuma baru mulai lagi karena banyak yang minta dibukakan,” jelasnya. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kebutuhan akan perlindungan dokumen identitas tetap relevan.

Saat ini, selain melayani pelanggan secara langsung di lapak CFD, Budi juga memperluas jangkauannya dengan menerima pemesanan secara daring. Ia aktif di media sosial Facebook dengan nama akun “Budi Angler Palangkaraya” untuk mempromosikan jasanya dan melayani pesanan dari rumah. Dengan kombinasi harga yang terjangkau dan manfaat yang nyata dirasakan oleh pengguna, jasa anti gores kartu identitas ini kembali diminati oleh warga Palangka Raya yang peduli terhadap keawetan dan kerapian dokumen penting mereka.

Pos terkait