Bulog Kirim 11 Ton Beras untuk Korban Banjir

Perum Bulog Lhokseumawe Terus Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Banjir, Stok Aman Hingga Lima Bulan

Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh. Terbaru, lembaga logistik negara ini kembali menyalurkan bantuan beras tambahan sebanyak 11 ton untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi mereka yang paling membutuhkan pasca-bencana.

Muhammad Iqbal, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, menjelaskan bahwa tambahan beras sebanyak 11 ton tersebut kini dalam proses penyaluran kepada masyarakat melalui dinas-dinas yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

“Dengan tambahan 11 ton ini, total bantuan beras yang telah disalurkan untuk Aceh Utara sejak awal terjadinya banjir pada November 2025 hingga saat ini mencapai angka yang signifikan, yaitu 2.816.954 kilogram,” ujar Iqbal.

Upaya penyaluran bantuan tidak hanya terfokus pada satu wilayah. Bulog Lhokseumawe juga telah mendistribusikan bantuan beras bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah lain yang berada dalam cakupan kerjanya. Untuk Kabupaten Bireuen, total bantuan beras yang telah disalurkan mencapai 909.310,5 kilogram. Sementara itu, Kota Lhokseumawe sendiri telah menerima bantuan beras sebanyak 990.687 kilogram.

Iqbal menambahkan bahwa seluruh bantuan beras tersebut telah diserahkan kepada instansi pemerintah daerah yang berwenang, seperti Dinas Pangan atau Dinas Sosial di masing-masing wilayah. Penyerahan ini dilakukan agar beras dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir di daerah mereka.

Saat ini, untuk penyaluran tambahan beras lagi bagi ketiga daerah tersebut (Aceh Utara, Bireuen, dan Lhokseumawe), pihaknya masih menunggu persetujuan dari Badan Pangan Nasional. Namun, ia menekankan bahwa jika daerah-daerah tersebut membutuhkan tambahan pasokan, mereka dapat kembali mengajukan permohonan resmi.

Stok Beras Melimpah, Cukupi Kebutuhan Lima Bulan ke Depan

Selain fokus pada penyaluran bantuan bencana, Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe juga memberikan jaminan mengenai ketersediaan stok beras di gudang mereka. Muhammad Iqbal memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog Lhokseumawe saat ini masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.

“Secara keseluruhan, stok beras Bulog Lhokseumawe saat ini mencapai sekitar 18 ribu ton,” ungkap Iqbal.

Jumlah stok yang besar ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen hingga lima bulan ke depan. Angka ini memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi ketidakpastian pasokan pangan di masa mendatang. Ketersediaan stok yang memadai ini menjadi krusial, tidak hanya untuk penanganan pasca-bencana tetapi juga untuk menjaga stabilitas pasokan secara umum.

Harga Beras Stabil Menjelang Idul Fitri

Di samping memastikan ketersediaan stok dan menyalurkan bantuan, Perum Bulog Lhokseumawe juga aktif memantau perkembangan harga beras di pasar. Pemantauan ini menjadi semakin penting menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di mana biasanya terjadi peningkatan permintaan.

Iqbal melaporkan bahwa hingga saat ini, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Lhokseumawe masih relatif stabil. Kondisi ini sangat menggembirakan bagi konsumen, mengingat lonjakan harga seringkali menjadi momok menjelang hari-hari besar keagamaan.

Menurut Iqbal, stabilitas harga beras tersebut tidak terlepas dari berbagai program stabilisasi harga yang telah digalakkan oleh pemerintah. Salah satu program yang dinilai sangat efektif adalah melalui operasi pasar yang rutin digelar oleh sejumlah lembaga terkait.

“Program operasi pasar yang dijalankan oleh pemerintah dan berbagai lembaga sangat membantu dalam menjaga stabilitas harga beras di pasar, terutama dalam periode menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” pungkasnya.

Upaya Bulog dalam menjaga ketersediaan stok dan memantau stabilitas harga beras menunjukkan peran vital lembaga ini dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah tantangan bencana alam dan momen-momen penting seperti hari raya.

Pos terkait