Bupati Cirebon: Nasib Pedagang Pasar Lemahabang Pasca-Kebakaran

Pasar Lemahabang Kulon Dilalap Api, Ratusan Lapak Musnah: Bupati Cirebon Minta Penanganan Cepat bagi Pedagang

Bau hangus masih menyelimuti sisa-sisa bangunan di Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Ratusan lapak yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga kini hanya menyisakan puing-puing hitam setelah dilalap si jago merah pada Selasa malam, 31 Desember 2025. Peristiwa tragis ini tak pelak menyita perhatian publik, bahkan kobaran api yang membesar dilaporkan tetap mengamuk meskipun diguyur hujan.

Menanggapi musibah ini, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, memberikan instruksi tegas kepada para pengelola pasar. Beliau menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani dampak yang dialami para pedagang.

“Ya, karena pengelola dari Pasar Lemahabang itu kan desa setempat. Jadi saya minta sama pengelola untuk cepat ambil penanganan, terutama bagi para pedagang,” ujar Imron saat diwawancarai pada Jumat, 2 Januari 2026.

Bupati Imron menegaskan bahwa kecepatan penanganan sangat krusial untuk meminimalkan kerugian mata pencaharian para pedagang. Beliau meminta agar pengelola pasar segera melakukan pendataan menyeluruh dan merumuskan solusi konkret untuk membantu para korban kebakaran.

Lebih lanjut, Bupati Imron juga menekankan perlunya pengungkapan akar penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak tersebut.

“Pengelola juga harus segera cari tahu penyebabnya, tentu dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ini penting supaya ke depan kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Olah TKP Lanjutan dan Penemuan Awal

Di lokasi kejadian, sisa-sisa kebakaran masih terlihat jelas. Los-los pasar menghitam, atap-atap bangunan runtuh, dan puing-puing berserakan di hampir seluruh area pasar. Di tengah kondisi memprihatinkan ini, tim kepolisian dari Satreskrim Polresta Cirebon bersama tim Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan pada Rabu siang, 31 Desember 2025.

Olah TKP ini dipimpin langsung oleh Wakil Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Iwa Mashadi, didampingi Kapolsek Lemahabang, AKP Yuliana.

“Kami menindaklanjuti pascakejadian kebakaran di Pasar Desa Lemahabang Kulon. Kami dari Satreskrim bersama tim Inafis melakukan olah TKP terkait kejadian kebakaran ini,” ungkap AKP Iwa Mashadi di lokasi.

Proses olah TKP dimulai dengan pengamatan kondisi pasar secara umum, sebelum kemudian difokuskan pada los dan kios yang terbakar.

“Dalam olah TKP ini, pertama kami melakukan pengamatan terhadap keadaan secara umum. Kemudian secara spesifik kami meneliti barang-barang ataupun kios atau los yang terbakar untuk mencari barang-barang yang berkaitan dengan kejadian,” jelasnya.

Dari pemeriksaan awal tersebut, polisi berhasil mengamankan beberapa barang yang diduga berkaitan dengan munculnya api.

Barang Bukti yang Diamankan

  • Bekas-bekas kabel yang terbakar.
  • Beberapa sisa barang elektronik yang terbakar.

Barang bukti tersebut langsung dimasukkan ke dalam plastik untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Namun, polisi menegaskan bahwa temuan ini masih bersifat awal dan akan ditindaklanjuti.

“Ini masih olah TKP tahap awal. Untuk memastikan sebab kebakaran, kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri,” kata AKP Iwa.

Saksi Mata dan Dugaan Awal

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari lima orang saksi. Saksi-saksi ini mencakup para pedagang serta penjaga malam yang pertama kali melihat munculnya api.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi, baik dari pedagang maupun saksi pertama yang melihat sumber api. Saat kejadian, pasar dalam kondisi tutup dan tidak ada aktivitas,” ujar AKP Iwa.

Berdasarkan keterangan awal dari saksi mata, api diduga berasal dari bagian atas los pasar.

“Saksi melihat sumber api ini berasal dari bagian atas los. Ini menjadi keterangan awal kami untuk melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran,” jelasnya lebih lanjut.

Olah TKP sendiri dimulai sekitar pukul 11.15 WIB. Polisi juga turut menghadirkan penjaga malam pasar untuk memperdalam keterangan, dengan fokus penyisiran di titik tengah pasar yang diduga menjadi lokasi awal munculnya api.

Kronologi Kebakaran dan Upaya Pemadaman

Sebelumnya, hujan yang turun sejak sore dilaporkan tidak mampu memadamkan kepanikan warga Desa Lemahabang pada Selasa malam, 30 Desember 2025. Sekitar pukul 18.30 WIB, api tiba-tiba muncul dari bagian tengah pasar dan dengan cepat membesar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jalan Penghubung Lemahabang–Japura.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan dugaan sementara bahwa kebakaran ini berkaitan dengan cuaca ekstrem.

“Ada dugaan sambaran petir sebanyak dua kali yang mengenai instalasi listrik pasar, sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting,” ujar Dadang.

Untuk memadamkan api, sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 45 personel dikerahkan. Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan dengan tahap pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah potensi bara api kembali menyala.

Peristiwa kebakaran ini meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang dan masyarakat Desa Lemahabang Kulon. Harapannya, investigasi penyebab kebakaran dapat segera menemukan titik terang, dan penanganan bagi para pedagang yang terdampak dapat dilakukan dengan sigap dan efektif.

Pos terkait