Cara Parpol Rekrut Artis Jadi Anggota DPR, Aurelie Moeremans: Kuliah S2 Bisa Diatur Langsung

Kritik Aurelie Moeremans terhadap Sistem Politik Indonesia

Aurelie Moeremans, seorang artis dan bintang iklan ternama di Indonesia, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem politik yang ada di negara ini. Menurutnya, kondisi saat ini dinilai gelap dan penuh dengan masalah besar. Ia menyoroti bahwa masalah sudah dimulai dari tahap perekrutan wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif.

Sebagai publik figur, banyak artis sering menjadi target partai politik untuk mendapatkan dukungan suara. Sayangnya, hal ini sering kali melupakan kemampuan dan kapasitas individu tersebut. Yang lebih penting adalah popularitas dan penampilan fisik mereka.

Aurelie menceritakan pengalamannya sendiri, di mana ia pernah ditawari oleh seorang seniman senior untuk bergabung dengan salah satu partai politik menjelang pemilihan umum beberapa waktu lalu. Meskipun ia menolak, ia masih sering ditawari oleh orang-orang berbeda.

“Terus yang terakhir tuh paling gong, jadi aku ditawarin lagi (masuk parpol). Aku bilang aja aku enggak tertarik, aku juga enggak ngerti-ngerti banget politik, dan orang ini bilang kenapa, semuanya itu politik,” ujarnya dalam sebuah video Facebook yang berjudul “Menolak Ratusan Juta Demi Integritas?” beberapa waktu lalu.

Bahasa sebagai Modal yang Disalahgunakan

Aurelie menguasai lima bahasa, sehingga hal ini disebut oleh partai politik sebagai modal besar. “Dan kamu (kata artis senior tersebut) bisa lima bahasa, itu bisa kepakai banget apalagi kalau meeting sama orang dari luar negeri,” katanya.

Namun, Aurelie merasa bingung karena dirinya sendiri tidak pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi. “Aku bilang aku ngerti sih, tapi aku tuh dari dulu kan suting terus ya dan aku enggak sempat kuliah, malu kalau misalnya orang tahu… Katanya enggak kok, banyak yang enggak kuliah tapi berhasil-berhasil aja di sini,” ujarnya.

Masalah Kuliah Bisa Diatur?

Karena Aurelie tetap menolak, orang yang menawarinya mengatakan bahwa masalah kuliah bisa diatur. “Akhirnya dia bilang, sebenarnya kalau kamu mau kuliah bisa kok diatur, nanti kamu langsung S2 aja. Nanti yang S1-nya sudahlah kamu ikutin arahan aku aja, nanti kita bikin singkat nanti kamu fokus ke S2 saja, biar keren,” tuturnya.

“Akhirnya dia bilang, sebenarnya kalau kamu mau kuliah bisa kok diatur, nanti kamu langsung S2 aja. Nanti yang S1-nya sudahlah kamu ikutin arahan aku aja, nanti kita bikin singkat nanti kamu fokus ke S2 saja, biar keren,” tuturnya.

“Aku mikir kuliah saja bisa enggak ikut aturan, apalagi yang lain,” ujar Aurelie, yang tampak semakin bingung dengan situasi yang terjadi.

Ada Masalah Besar dalam Sistem di Indonesia

Dengan pengalaman yang dialaminya, Aurelie menyimpulkan bahwa sudah jelas ada masalah besar dalam sistem di Indonesia. “Jadi ya dari pengalaman aku aja nih sudah jelas banget ada masalah besar di sistem dan ya, harus diubah,” ujarnya.

Ia berharap kepada para publik figur atau siapa pun yang menerima penawaran seperti yang diterimanya dulu, agar tidak menerima hanya karena uang. “Tapi karena belum tahu kapan akan diubah, ya harapan aku untuk publik figur atau sebenarnya siapa aja sih yang mendapatkan penawaran seperti aku dulu, kalau misalnya memang mau diterima jangan diterima karena uangnya cocok karena gede banget, tapi harusnya karena memang kamu bisa ngasih sesuatu untuk bikin Indonesia lebih baik lagi, gitu, karena kalau enggak ya… lihat aja sekarang Indonesia kayak gimana,” ujarnya.

Video unggahannya diakhiri dengan latar hitam bertuliskan “gelap”, yang mencerminkan pandangan Aurelie tentang situasi politik saat ini.

Pos terkait